Bank Indonesia Pastikan Stabilitas Pasar Pascamundurnya Gubernur Perry Warjiyo
Jakarta, 20 Juni 2025 – Bank Indonesia (BI) langsung menggelar serangkaian langkah antisipasi guna memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga, menyusul pengunduran diri Gubernur Perry Warjiy...
Jakarta, 20 Juni 2025 – Bank Indonesia (BI) langsung menggelar serangkaian langkah antisipasi guna memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga, menyusul pengunduran diri Gubernur Perry Warjiyo yang disampaikan secara resmi pada Kamis (20/6) pagi. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI, Destry Damayanti, memimpin langsung Rapat Koordinasi Darurat bersama seluruh jajaran Dewan Gubernur dan kepala unit kerja strategis di Gedung Thamrin, Jakarta. Dalam keterangan pers perdana pukul 14.00 WIB, ia menegaskan bahwa kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan pengelolaan makroprudensial akan terus berjalan tanpa gangguan, sejalan dengan mandat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
Rapat Koordinasi Darurat dan Arahan Strategis
Rapat yang berlangsung tertutup selama hampir tiga jam itu menghasilkan sejumlah keputusan taktis. Destry menginstruksikan seluruh deputi gubernur untuk memperkuat koordinasi dengan perbankan nasional, pelaku pasar modal, serta otoritas terkait. Deputi Gubernur Senior, Filianingsih Hendarta, langsung menghubungi para pimpinan bank umum dan dealer valuta asing guna memastikan likuiditas rupiah dan valas dalam posisi aman. Sementara itu, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter, Edi Susianto, mengaktivasi tim siaga operasi moneter yang bertugas memonitor pergerakan pasar secara real-time selama 24 jam ke depan.
Destry menyatakan, “Kami telah menetapkan skenario intervensi berganda, baik di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun pasar sekunder obligasi negara. Langkah ini bukan reaksi sesaat, melainkan bagian dari protokol cadangan yang telah dirancang bank sentral untuk menghadapi dinamika kelembagaan.”
Pernyataan Resmi: Stabilitas Moneter Tanpa Henti
Dalam pernyataan resmi yang dikutip langsung, Destry menekankan bahwa independensi BI tetap utuh, dan mandat mencapai sasaran inflasi 2,5±1 persen untuk 2025 tidak berubah. “Tidak ada ruang sedikit pun bagi spekulasi yang menggerus kepercayaan terhadap rupiah. Kami memiliki cadangan devisa sebesar 142,5 miliar dolar AS per Mei 2025, cukup untuk menutup 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini adalah tameng fundamental yang kokoh,” tegasnya.
“Saya pastikan bahwa setiap keputusan moneter ke depan akan tetap berbasis data, transparan, dan selaras dengan kepentingan nasional. Tidak ada perubahan arah kebijakan hanya karena transisi kepemimpinan.” – Destry Damayanti, Plt Gubernur Bank Indonesia.
Ia juga mengumumkan bahwa Rapat Dewan Gubernur bulanan yang sedianya dijadwalkan pada 21–22 Juni 2025 tetap akan digelar sesuai agenda. Dalam rapat tersebut, suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate yang kini berada di level 6,00 persen akan dibahas secara normal tanpa bias politik.
Respons Pasar dan Langkah Stabilisasi
Pasar keuangan sempat bereaksi dengan volatilitas terbatas pada sesi pembukaan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,47 persen ke level 7.039, sementara rupiah menyentuh Rp15.870 per dolar AS, terdepresiasi sekitar 0,25 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Namun, setelah pernyataan Plt Gubernur dan terpantau masuknya intervensi BI, indeks berhasil memangkas penurunan dan rupiah kembali menguat ke Rp15.795 per dolar AS pada pukul 15.30 WIB.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, dalam pesan terpisah menyatakan bahwa sistem bursa beroperasi normal dan belum ada permintaan penghentian sementara perdagangan (trading halt). Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pasar Uang dan Valuta Asing (APUVINDO), Dody Arfiansyah, mengapresiasi respons cepat BI. “Pelaku pasar menyambut baik kepastian yang diberikan. Stigma kebijakan di bawah Plt biasanya cenderung wait and see, tapi BI berhasil mengelola ekspektasi dengan sangat baik,” katanya.
Dukungan Pemerintah dan Otoritas Keuangan
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam rapat koordinasi virtual dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada pukul 11.00 WIB, menegaskan bahwa pemerintah sepenuhnya mendukung langkah Destry Damayanti. “Kita sudah berkomunikasi intensif. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena fondasi ekonomi kita solid. Pertumbuhan kuartal II diperkirakan di atas 5 persen,” ujar Menkeu. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, juga menambahkan bahwa sektor jasa keuangan tetap resilient dengan tingkat permodalan dan likuiditas yang jauh di atas ambang ketahanan.
Dukungan juga mengalir dari Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil Ketua Komisi XI, Dolfie Othniel Frederic Palit, menyebut bahwa pengunduran diri tersebut bersifat pribadi dan tidak berkaitan dengan isu kelembagaan BI. “Kami sudah terima surat resmi. Rapat konsultasi berikutnya akan membahas kandidat definitif, namun saat ini prioritas adalah menjaga kontinuitas kebijakan,” ucapnya.
Jaminan Likuiditas dan Arah Kebijakan Lanjutan
Bank Indonesia, melalui Kepala Grup Operasi Moneter, juga mengonfirmasi bahwa lelang pembelian obligasi negara (quantitative easing terbatas) akan dilanjutkan untuk menjaga kestabilan yield Surat Berharga Negara (SBN). “Kami tidak akan ragu menambah frekuensi intervensi jika tekanan eksternal meningkat. Kerja sama dengan Bank Sentral ASEAN-5 juga telah diaktifkan untuk fasilitas bilateral swap,” kata Destry. Ia menutup konferensi pers dengan menegaskan bahwa transisi ini akan dijadikan momentum untuk semakin memperkuat kredibilitas BI di mata investor global.
Hingga berita ini diturunkan, proses pengajuan calon gubernur definitif oleh Presiden kepada DPR diperkirakan akan dimulai dalam satu bulan ke depan, sesuai ketentuan Pasal 41 Undang-Undang Bank Indonesia. Selama masa transisi, Destry Damayanti memegang kewenangan penuh sebagaimana Gubernur BI, termasuk menetapkan kebijakan moneter dan mengawasi sistem pembayaran. Pasar kini menanti hasil RDG bulan ini sebagai sinyal konkret bahwa stabilitas benar-benar bukan sekadar jaminan lisan.
Comments (0)