Aug 29, 2026
Hukum

Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tibet Tewaskan 157 Orang

KATHMANDU — Banjir bandang yang menerjang kawasan perbatasan Himalaya antara Nepal dan Tibet, Tiongkok, menewaskan sedikitnya 157 orang dan membuat ratusan

Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tibet Tewaskan 157 Orang

KATHMANDU — Banjir bandang yang menerjang kawasan perbatasan Himalaya antara Nepal dan Tibet, Tiongkok, menewaskan sedikitnya 157 orang dan membuat ratusan lainnya hilang, termasuk sejumlah besar turis asing. Otoritas kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban hilang berasal dari kalangan wisatawan mancanegara yang sedang berada di wilayah tersebut saat bencana melanda.

Bencana ini dipicu oleh luapan sungai di sepanjang perbatasan kedua negara setelah hujan deras berkepanjangan. Arus lumpur, air, dan puing-puing yang datang dengan kecepatan tinggi menghancurkan rumah-rumah warga, meruntuhkan jembatan, memutus jalan utama, serta meluluhlantakkan sejumlah pembangkit listrik di wilayah Nepal bagian utara. Sementara itu, pejabat di Tibet mengaku mengkhawatirkan adanya "korban dalam jumlah besar" menyusul bencana yang terjadi secara mendadak tersebut.

Dampak Kerusakan Infrastruktur yang Meluas

Banjir bandang tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan berbagai infrastruktur vital di sepanjang kawasan terdampak. Jalan-jalan penghubung antarwilayah terputus total, membuat upaya evakuasi dan distribusi bantuan menjadi sulit dilakukan. Jembatan-jembatan yang selama ini menjadi akses utama warga ikut tersapu arus, memutus akses ke beberapa desa terpencil di pegunungan.

"Kami kehilangan hampir segalanya dalam hitungan menit. Air datang begitu cepat dan menerjang apa saja yang ada di depannya," ujar seorang saksi mata yang selamat dari bencana di wilayah perbatasan, sebagaimana dikutip media setempat.

Selain itu, beberapa pembangkit listrik tenaga air yang berada di sepanjang aliran sungai ikut mengalami kerusakan parah. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan listrik bagi sebagian besar wilayah utara Nepal dalam beberapa waktu ke depan. Pemerintah Nepal pun telah menetapkan status tanggap darurat di sejumlah distrik yang paling parah terdampak.

Ratusan Turis Asing Masih Hilang

Kekhawatiran terbesar saat ini tertuju pada nasib ratusan turis asing yang hingga kini belum ditemukan. Kawasan perbatasan Nepal-Tibet memang dikenal sebagai salah satu destinasi trekking dan pendakian paling populer di dunia, menarik ratusan ribu wisatawan setiap tahunnya. Pada saat bencana terjadi, banyak di antara mereka sedang berada di jalur pendakian atau menginap di penginapan-penginapan di sepanjang lembah sungai.

Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) terus dikerahkan untuk mencari korban hilang, namun kondisi medan yang ekstrem dan cuaca yang tidak mendukung menjadi hambatan besar. Hujan yang masih turun turut meningkatkan risiko tanah longsor susulan dan banjir kedua di kawasan tersebut.

Berikut sejumlah fakta kunci terkait bencana ini:

  • Korban jiwa: Sedikitnya 157 orang tewas dan ratusan lainnya dinyatakan hilang.
  • Penyebab: Luapan sungai akibat hujan deras yang membawa lumpur, air, dan puing-puing.
  • Kerusakan: Rumah, jalan, jembatan, dan pembangkit listrik tersapu arus.
  • Korban hilang: Sebagian besar merupakan turis asing yang tengah beraktivitas di jalur pendakian.
  • Wilayah berisiko: Sebagian wilayah India juga dilaporkan berpotensi terdampak.

Ancaman Meluas ke Wilayah India

Tidak hanya Nepal dan Tiongkok, bencana ini juga menimbulkan kekhawatiran di sebagian wilayah India yang berada di kaki pegunungan Himalaya. Otoritas India telah mengeluarkan peringatan dini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan yang mungkin mengalir melalui sistem sungai yang saling terhubung di kawasan tersebut.

Bencana banjir bandang di kawasan Himalaya memang kerap terjadi, namun intensitas dan dampak kali ini dinilai jauh lebih parah. Para ahli lingkungan menduga perubahan iklim turut memperbesar risiko bencana semacam ini, seiring dengan mencairnya gletser dan meningkatnya curah hujan ekstrem di kawasan pegunungan tinggi.

"Ini adalah pengingat betapa rentannya kawasan pegunungan terhadap perubahan iklim. Bencana seperti ini diperkirakan akan semakin sering terjadi," kata seorang peneliti lingkungan yang memantau dinamika gletser Himalaya.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung dengan bantuan personel militer dan relawan. Pemerintah Nepal menjanjikan dukungan penuh bagi para korban selamat dan keluarga korban, seraya mengimbau warga di wilayah berisiko untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

[SOCIAL_TWEET]: Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet tewaskan sedikitnya 157 orang; ratusan turis asing masih hilang. Operasi SAR masih berlangsung di tengah medan ekstrem.[SOCIAL_TG]: 🚨 BANJIR BANDANG NEPAL-TIBET: 157 tewas, ratusan turis asing hilang. Jalan, jembatan, dan pembangkit listrik hancur. Sebagian India berpotensi terdampak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User