Aug 29, 2026
Hukum

33 Warga Inggris Hilang Usai Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet

Sebanyak 33 warga negara Inggris, termasuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun, dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang kawasan perbatasan N

33 Warga Inggris Hilang Usai Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet

Sebanyak 33 warga negara Inggris, termasuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun, dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang kawasan perbatasan Nepal–Tibet pada Rabu pagi (26/8/2026). Papan Pariwisata Nepal (Nepal Tourism Board) menyebut total lebih dari 400 wisatawan masih belum diketahui nasibnya, dengan sedikitnya 341 di antaranya merupakan warga asing dari berbagai negara.

Peristiwa ini menjadi salah satu bencana terbesar yang menimpa kawasan wisata pegunungan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Wilayah perbatasan Nepal–Tibet dikenal sebagai pintu masuk populer bagi para pendaki dan wisatawan yang hendak menikmati panorama Himalaya, sehingga jumlah orang yang terdampak tergolong sangat besar.

Kronologi Banjir Bandang di Sungai Bhote Koshi

Menurut keterangan resmi Papan Pariwisata Nepal, banjir terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat pada Rabu pagi. Arus deras datang secara tiba-tiba dari sisi Tibet dari Sungai Bhote Koshi, sungai yang mengalir dari dataran tinggi Tibet menuju wilayah Nepal dan menjadi salah satu jalur utama aktivitas wisata di kawasan tersebut.

Dalam hitungan menit, air bah yang membawa lumpur dan bebatuan menghantam area di sekitar perbatasan yang padat dikunjungi pelancong. Kepanikan terjadi, sebagian wisatawan berhasil menyelamatkan diri, namun sebagian lainnya belum dapat dihubungi hingga berita ini diturunkan. Komunikasi di sejumlah titik di lokasi bencana sempat terputus, menyulitkan upaya pendataan korban.

"Tiga puluh tiga warga Inggris, termasuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun, tercatat di antara lebih dari 400 wisatawan yang belum diketahui keberadaannya pasca-banjir bandang ini," demikian pernyataan Papan Pariwisata Nepal sebagaimana dikutip media internasional.

Nasib 33 Warga Inggris dan WNA Lainnya

Kabar hilangnya puluhan warga Inggris ini memicu kekhawatiran besar, baik di London maupun di kalangan komunitas pendaki internasional. Kementerian Luar Negeri Inggris dilaporkan telah berkoordinasi dengan otoritas Nepal untuk memastikan keselamatan warga negaranya. Sejumlah keluarga korban masih menunggu kabar di tengah minimnya informasi yang keluar dari lokasi bencana.

Selain warga Inggris, korban yang belum ditemukan berasal dari berbagai negara lain yang warganya gemar berkunjung ke kawasan Himalaya. Mereka mencakup para pendaki gunung, pejalan kaki lintas alam, hingga wisatawan yang tengah singgah dalam perjalanan menuju Lhasa, ibu kota Tibet.

Kawasan Rawan Bencana di Musim Hujan

Kawasan perbatasan Nepal–Tibet memang dikenal rawan terhadap banjir bandang, terutama saat musim hujan berlangsung. Sungai Bhote Koshi merupakan aliran yang deras dan kerap mengalami lonjakan debit ketika hujan lebat mengguyur kawasan pegunungan di hulunya. Perubahan iklim turut memperbesar risiko bencana hidrometeorologi di kawasan Himalaya.

Para ahli memperingatkan bahwa banjir bandang jenis ini sangat berbahaya karena datang tanpa peringatan yang memadai. Debit air dapat meningkat berkali-kali lipat dalam waktu singkat, sementara material lumpur dan bebatuan yang terseret membuat upaya evakuasi menjadi jauh lebih sulit dan berisiko bagi tim penyelamat.

Poin-Poin Kunci Peristiwa

  • Lebih dari 400 wisatawan dilaporkan hilang setelah banjir bandang di perbatasan Nepal–Tibet.
  • Sedikitnya 341 dari jumlah tersebut merupakan warga negara asing dari berbagai negara.
  • Sebanyak 33 warga Inggris dilaporkan hilang, termasuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun.
  • Banjir terjadi Rabu pagi pukul 08.30 waktu setempat, berasal dari sisi Tibet Sungai Bhote Koshi.
  • Tim pencarian dan penyelamatan dari Nepal serta otoritas Tibet terus berupaya mengevakuasi korban.

Upaya Pencarian dan Evakuasi Korban

Pemerintah Nepal telah mengerahkan tim penyelamat ke lokasi bencana dan membuka posko informasi bagi keluarga korban. Di sisi hulu, otoritas Tibet turut membantu proses pencarian di sepanjang aliran sungai. Jumlah korban diperkirakan masih akan berubah seiring membaiknya komunikasi dan lengkapnya pendataan di lapangan.

Papan Pariwisata Nepal terus memperbarui data wisatawan yang belum dapat dihubungi, dan masyarakat dapat memantau perkembangannya melalui kanal resmi lembaga tersebut. Operasi pencarian akan terus berlanjut hingga seluruh titik di kawasan terdampak berhasil dijangkau tim SAR.

Hingga berita ini diturunkan, duka dan kecemasan menyelimuti keluarga para wisatawan yang masih menanti kepastian nasib orang-orang tercinta di tengah keganasan alam Himalaya. Publik Indonesia pun diimbau untuk memantau perkembangan kabar ini melalui sumber resmi.

[SOCIAL_TWEET]: 33 warga Inggris, termasuk bocah 13 tahun, dilaporkan hilang usai banjir bandang di perbatasan Nepal–Tibet. Lebih dari 400 wisatawan belum ditemukan. #BanjirNepal #NepalFlood #BreakingNews[SOCIAL_TG]: BANJIR BANDANG NEPAL–TIBET: 400+ wisatawan hilang, 33 di antaranya warga Inggris termasuk bocah 13 tahun. SAR masih berlangsung. Detail lengkap di Apaberita.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User