Bandung Perkuat Persahabatan Asia Afrika Melalui Diplomasi Kopi

Bandung, Apaberita – Pemerintah Kota Bandung secara resmi meluncurkan program diplomasi budaya berbasis komoditas kopi sebagai instrumen strategis untuk mempererat hubungan antarbangsa dalam kerangk...

Bandung, Apaberita – Pemerintah Kota Bandung secara resmi meluncurkan program diplomasi budaya berbasis komoditas kopi sebagai instrumen strategis untuk mempererat hubungan antarbangsa dalam kerangka solidaritas Asia Afrika. Inisiatif yang diberi nama "Asia Africa Coffee Connect" ini diperkenalkan dalam sebuah acara diplomatik di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, pada Kamis (14/3/2025), melibatkan perwakilan dari 15 negara peserta Konferensi Asia Afrika.

Wali Kota Bandung menegaskan bahwa kopi dipilih sebagai medium diplomasi karena rantai nilainya mencakup dimensi sejarah, perdagangan, sosial, dan budaya yang melekat kuat pada hubungan antarmasyarakat di dua benua. "Kopi bukan sekadar komoditas perdagangan, melainkan jembatan peradaban yang telah menghubungkan petani di Ethiopia, pengusaha di Yogyakarta, hingga kedai-kedai di Cape Town selama berabad-abad," ujar Wali Kota dalam sambutan pembukaannya. Program ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang tertuang dalam Bandung Spirit Declaration yang disepakati pada peringatan ke-70 Konferensi Asia Afrika.

Sejarah Panjang Kopi sebagai Penghubung Dua Benua

Keterkaitan historis antara kopi dan hubungan Asia Afrika memiliki akar yang dalam dan kompleks. Berdasarkan catatan perdagangan era kolonial, kopi pertama kali diperkenalkan ke Asia Tenggara melalui jaringan perdagangan yang dikuasai pedagang Arab dan Eropa, membawa varietas Arabika dari dataran tinggi Ethiopia menuju kepulauan Nusantara pada abad ke-17. Jalur perdagangan ini menciptakan konektivitas awal antara kawasan Afrika Timur dengan Asia Tenggara yang terus berkembang hingga saat ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung menyatakan bahwa pemahaman atas sejarah bersama ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan kerja sama kontemporer. "Kami mengidentifikasi sedikitnya 12 titik persinggungan historis antara budaya kopi Afrika dan Asia, mulai dari teknik budidaya tradisional hingga ritual penyajian yang memiliki kemiripan filosofis," jelasnya. Data dari Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia mencatat bahwa volume ekspor kopi spesialti dari Indonesia ke negara-negara Afrika mencapai 4.800 ton pada tahun 2024, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peta Jalan Asia Africa Coffee Connect

Program Asia Africa Coffee Connect disusun dalam tiga fase pelaksanaan selama periode 2025-2028. Fase pertama yang berlangsung sepanjang tahun 2025 difokuskan pada penyelenggaraan forum dialog dan festival budaya yang mempertemukan petani kopi, pelaku usaha, serta akademisi dari Indonesia dan 10 negara mitra di Afrika. Fase kedua pada tahun 2026-2027 mencakup pembentukan pusat penelitian kopi Asia Afrika di Kota Bandung serta program pertukaran keahlian dalam bidang agronomi dan pascapanen. Fase ketiga yang ditargetkan rampung pada tahun 2028 diarahkan pada integrasi rantai pasok perdagangan kopi antara koperasi petani di kedua kawasan.

Kepala Bagian Kerja Sama Luar Negeri Setda Kota Bandung memaparkan bahwa program ini telah mendapatkan dukungan pendanaan dari sejumlah lembaga internasional. "Komitmen awal telah kami terima dari Islamic Development Bank dan Japan International Cooperation Agency untuk mendukung fase penelitian dan pengembangan kapasitas petani kecil," ungkapnya dalam sesi konferensi pers. Rapat Koordinasi yang digelar pada 10 Maret 2025 di Balai Kota Bandung turut dihadiri Duta Besar Nigeria, Duta Besar Afrika Selatan, dan Kuasa Usaha Ethiopia yang menyatakan komitmen negaranya untuk berpartisipasi aktif.

Dampak Ekonomi dan Diplomasi Publik

Dari perspektif ekonomi, program ini membuka akses pasar baru bagi produk kopi Indonesia di Benua Afrika yang memiliki populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa dengan kelas menengah yang terus bertumbuh. Kamar Dagang dan Industri Kota Bandung menghitung potensi nilai transaksi perdagangan kopi dalam kerangka Asia Africa Coffee Connect mencapai 150 juta dolar AS per tahun pada 2028, dengan asumsi penetrasi pasar sebesar 2,5 persen dari total konsumsi kopi di 10 negara Afrika prioritas.

Sementara itu, pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran menyoroti dimensi diplomasi publik yang melekat pada inisiatif ini. "Indonesia memiliki modal historis yang kuat melalui Konferensi Bandung 1955. Program kopi ini adalah cara cerdas untuk mengkonversi memori historis tersebut menjadi aset diplomasi kontemporer yang membumi dan menyentuh langsung masyarakat," jelasnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan diplomasi berbasis komoditas seperti ini lebih berkelanjutan karena menciptakan hubungan saling ketergantungan ekonomi positif antarmasyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian peluncuran, Pemerintah Kota Bandung menggelar pameran kopi yang menampilkan 48 varietas kopi dari 22 negara Asia dan Afrika. Pengunjung dapat mencicipi kopi Ethiopia Yirgacheffe, Kenya AA, kopi Vietnam Robusta premium, hingga kopi spesialti dari Jawa Barat seperti Arabika Malabar dan Robusta Ciwidey. Pameran ini akan dibuka untuk umum hingga 17 Maret 2025 dan dijadwalkan menjadi agenda tahunan yang bertepatan dengan peringatan Konferensi Asia Afrika setiap bulan April.

"Program ini merupakan penegasan bahwa diplomasi tidak selalu berlangsung di meja perundingan. Terkadang ia hadir dalam secangkir kopi yang menemani obrolan antarpetani, antarpeneliti, dan antarpelaku usaha dari dua benua yang berbagi masa lalu sekaligus masa depan bersama,"

demikian disampaikan Wali Kota Bandung dalam pernyataan penutupnya.

Dengan diluncurkannya Asia Africa Coffee Connect, Kota Bandung menegaskan posisinya sebagai simpul penting diplomasi Selatan-Selatan yang terus bertransformasi mengikuti dinamika zaman, namun tetap berakar pada semangat solidaritas yang dicetuskan para pendiri bangsa Asia Afrika tujuh dekade silam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User