Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar tengah mendalami kasus kematian tragis seorang warga negara asing (WNA) asal Australia berinisial SDJ (57) bersama dua orang anaknya. Ketiga korban ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah kamar akomodasi kawasan wisata Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Peristiwa memilukan ini mendadak menggegerkan warga setempat serta wisatawan yang menginap di sekitar lokasi kejadian.
Penemuan jasad ibu dan dua anak tersebut langsung direspons cepat oleh Tim Inafis Polresta Denpasar bersama personel Polsek Kuta. Petugas segera memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi, mengumpulkan alat bukti, serta melakukan olah TKP secara menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kematian keluarga WNA tersebut.
Kronologi Penemuan Jasad Korban di Legian
Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak kepolisian di lapangan, penanganan awal kasus kematian WNA Australia ini mengikuti alur penelusuran sebagai berikut:
- Kecurigaan Staf Penginapan: Penemuan jasad bermula ketika staf tempat menginap merasa curiga karena korban tidak kunjung keluar dari kamar sepanjang hari dan tidak merespons panggilan.
- Pemeriksaan Kamar: Saksi dari pihak pengelola akomodasi kemudian membuka akses kamar dan mendapati ketiga korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di area tempat tidur.
- Pelaporan ke Kepolisian: Pengelola akomodasi langsung menghubungi Polsek Kuta, yang dilanjutkan dengan koordinasi bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar.
- Olah TKP dan Penyitaan Barang Bukti: Tim Inafis mengamankan sejumlah barang pribadi, dokumen identitas resmi, obat-obatan, serta sampel cairan yang ditemukan di dalam kamar untuk diuji di laboratorium forensik.
Pemeriksaan Forensik dan Keterangan Kepolisian
Untuk memastikan penyebab pasti kematian, jasad WNA Australia berinisial SDJ (57) beserta kedua anaknya dievakuasi menggunakan ambulans menuju Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (RSUP Sanglah) Denpasar. Pihak kepolisian menyatakan masih menunggu izin keluarga dan hasil toksikologi sebelum menarik kesimpulan akhir.
"Kami masih melakukan penyelidikan secara mendalam dan ilmiah (scientific crime investigation). Tim Inafis telah mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian, dan saat ini kami terus berkoordinasi dengan tim dokter forensik RSUP Prof. Ngoerah untuk mengetahui penyebab pasti kematian para korban," tegas pihak Humas Polresta Denpasar.
Koordinasi Diplomatik dan Langkah Lanjutan
Mengingat para korban merupakan warga negara asing, Polresta Denpasar bergerak cepat menjalin komunikasi intensif dengan pihak Konsulat Jenderal Australia di Bali. Langkah ini diambil untuk memberikan pendampingan diplomasi serta penanganan formalitas pemberitahuan kepada pihak keluarga besar di Australia.
Beberapa poin kunci yang menjadi fokus investigasi aparat kepolisian saat ini meliputi:
- Data Identitas: Verifikasi lengkap identitas wanita berinisial SDJ (57) beserta kedua anaknya bersama pihak imigrasi dan konsulat.
- Pemeriksaan Saksi Kunci: Polisi telah memeriksa beberapa saksi, termasuk karyawan penginapan, saksi yang pertama kali masuk ke kamar, dan pihak medis darurat.
- Uji Labfor: Menunggu hasil uji sampel makanan, minuman, serta obat-obatan yang diamankan dari TKP oleh Laboratorium Forensik Polda Bali.
Kepolisian mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak menghembuskan spekulasi liar atau melempar asumsi yang belum terverifikasi mengenai penyebab kematian korban hingga seluruh tahapan investigasi medis dan kepolisian selesai dilakukan secara transparan.
Comments (0)