Suara pukulan bola pingpong yang memantul ritmis di atas meja berpadu riuh dengan sorak-sorai warga yang memadati Wantilan Desa Adat Tembawu, Minggu (30/8/2026). Suasana hangat dan penuh keakraban begitu terasa ketika para peserta turnamen tenis meja saling beradu ketangkasan. Kemeriahan ini bukan sekadar perayaan olahraga biasa, melainkan panggung kebersamaan dalam memperingati HUT ke-39 LPD Desa Adat Tembawu.
Melalui perayaan ulang tahun kali ini, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Tembawu berupaya mendobrak stereotip lama. LPD tak lagi hanya dipandang sebagai tempat bertransaksi keuangan, simpan pinjam, atau urusan administratif nasabah semata, melainkan hadir sebagai jantung kehidupan sosial dan budaya masyarakat lokal.
Transformasi Peran LPD: Lebih dari Sekadar Lembaga Keuangan
Perayaan tahun 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi jajaran pengurus LPD Desa Adat Tembawu. Di bawah kepemimpinan baru, lembaga keuangan adat ini berkomitmen membangun kolaborasi yang erat dan inklusif bersama prajuru serta seluruh krama (warga) desa adat.
Kepala LPD Desa Adat Tembawu, I Made Sujana, menegaskan bahwa momentum usia ke-39 tahun ini dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan gairah baru di tengah masyarakat. Pendekatan berbasis kegiatan komunitas dipilih agar keberadaan LPD dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan warga.
“Ini merupakan kegiatan perdana yang kami selenggarakan. Kami ingin ada gairah dan semangat baru serta menjadikan momentum ini sebagai ruang kebersamaan dan persatuan antara desa adat dengan krama banjar di wewidangan Desa Adat Tembawu,” ujar Sujana dengan penuh optimisme.
Sujana menambahkan, integrasi antara nilai sosial-keagamaan dan aktivitas ekonomi adalah kunci keberlanjutan LPD. Kehadiran ruang-ruang perjumpaan seperti turnamen olahraga memperkuat fondasi rasa saling percaya (trust) antara nasabah dan pengelola lembaga.
Rangkaian Semarak HUT ke-39 Desa Adat Tembawu
Kemeriahan perayaan HUT ke-39 LPD Tembawu dirancang secara maraton sejak pertengahan Agustus hingga September 2026. Beragam kegiatan disusun melingkupi spektrum spiritual, olahraga tradisional, hingga kreativitas digital generasi muda. Khusus turnamen tenis meja pada akhir Agustus, panitia mempertandingkan tiga kategori utama:
- Tunggal antarprajuru banjar: Mengasah keakraban antar-pemimpin adat lokal.
- Ganda antarkrama banjar: Membangun kerja sama dan kesolidan warga banjar.
- Tunggal antarkrama banjar: Wadah penyaluran bakat olahraga tenis meja krama.
Berikut adalah rekapitulasi rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-39 LPD Desa Adat Tembawu:
| Tanggal Pelaksanaan | Jenis Kegiatan / Lomba | Fokus & Target Peserta |
|---|---|---|
| 16 Agustus 2026 | Tirta Yatra Bersama | Spiritualitas Prajuru & Desa Adat |
| 23 Agustus 2026 | Lomba Tradisional & Jalan Sehat | Krama Banjar (Nyuwun Botol, Tarik Tambang, Belut) |
| 30 Agustus 2026 | Turnamen Tenis Meja | Prajuru & Krama Banjar se-Desa Adat Tembawu |
| Tahap Lanjutan | Lomba Seni, Edukasi & Digital | Tata Rias, Udeng, Cerdas Cermat, & Video TikTok |
Menjaga Keberlanjutan Tradisi dan Ekonomi Krama
Penggabungan elemen seni tradisional seperti perlombaan pembuatan udeng dan tata rias, serta inklusi media sosial melalui lomba video TikTok, menunjukkan fleksibilitas LPD Tembawu dalam merangkul generasi lintas umur. Anak muda didorong untuk peduli pada lembaga adatnya, sementara generasi tua tetap dihormati nilai-nilai tradisinya.
Bagi I Made Sujana dan jajarannya, inovasi kegiatan ini adalah investasi jangka panjang. LPD yang sehat secara finansial harus diimbangi dengan masyarakat yang solid secara sosial. Keberadaan LPD diharapkan terus memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan bagi kesejahteraan desa adat melalui beragam karya kreatif dan inovatif di masa depan.
Comments (0)