Sep 16, 2026
Jawa Tengah

BALI — Edi Wirawan Raih Dua Medali Kejurnas Biliar Meski Terkendala Dana

Pebiliar andalan Bali, Edi Wirawan, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menyumbangkan dua medali sekaligus untuk Kontingen Bali pada Kejuaraan Nasio

BALI — Edi Wirawan Raih Dua Medali Kejurnas Biliar Meski Terkendala Dana

Pebiliar andalan Bali, Edi Wirawan, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menyumbangkan dua medali sekaligus untuk Kontingen Bali pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Biliar. Pencapaian ini diraih melalui perjuangan sengit pada dua nomor pertandingan cabang snooker, yaitu nomor Snooker Single dan Snooker Six Reds Single. Namun, di balik torehan manis tersebut, tersimpan realitas pahit di mana seluruh koleksi medali Kontingen Bali pada ajang Kejurnas kali ini murni berasal dari perjuangan satu atlet tunggal.

Dalam kompetisi yang berlangsung ketat tersebut, Edi Wirawan sukses mengamankan medali perak pada kategori Snooker Single. Langkah impian Edi menuju tangga juara tertinggi harus terhenti di partai puncak usai mengakui keunggulan pebiliar asal Kalimantan Selatan, Gebby Adi Wibawa Putra. Sementara itu, pada kategori Snooker Six Reds Single, Edi membawa pulang medali perunggu, sedangkan medali emas di nomor ini diraih oleh atlet Jawa Tengah, Yoni Rachmanto.

Evaluasi Hasil dan Perbandingan Capaian Kontingen

Hasil yang diraih oleh Edi Wirawan menghadirkan dinamika ganda bagi Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Bali. Di satu sisi, torehan medali tersebut menjadi catatan positif yang membuktikan kualitas individu atlet. Di sisi lain, fakta bahwa hanya satu atlet yang menyumbangkan medali menjadi bahan evaluasi mendalam terkait sistem pembinaan serta kedalaman skuat biliar Bali secara keseluruhan.

Kategori Nomor Pertandingan Capaian Atlet Bali (Edi Wirawan) Peraih Medali Emas
Snooker Single Medali Perak Gebby Adi Wibawa Putra (Kalimantan Selatan)
Snooker Six Reds Single Medali Perunggu Yoni Rachmanto (Jawa Tengah)

Keterbatasan Anggaran dan Tantangan Biaya Mandiri

Pelatih POBSI Bali, Welly Soedarno, menegaskan bahwa pencapaian Edi Wirawan merupakan bukti ketangguhan mental dan kemampuan individu atlet yang luar biasa. Meski demikian, Welly memberikan catatan kritis mengenai berbagai kendala mendasar yang masih membayangi persiapan hingga keberangkatan tim Bali ke ajang tingkat nasional tersebut.

"Pertama, pengalaman bermain, jam terbang itu perlu. Yang kedua, sarana dan prasarana, fasilitas, juga dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali itu sangat diperlukan," tegas Welly Soedarno saat memberikan evaluasi resmi pada Minggu (13/9/2026).

Welly mengungkapkan tantangan terberat yang dihadapi kontingen Bali pada Kejurnas tahun ini adalah minimnya alokasi anggaran dari pihak terkait. Bahkan, keberangkatan atlet Bali ke ajang bergengsi tingkat nasional tersebut terpaksa dilakukan secara swadaya atau biaya mandiri untuk yang kedua kalinya.

"Karena kita berangkat di Kejurnas kali ini dengan perhatian dana yang sangat sangat sangat sangat minim sekali. Boleh bilang nyaris ini Kejurnas yang kedua kali dengan biaya mandiri," ungkap sang pelatih dengan nada prihatin.

Langkah Strategis Pembinaan Biliar Bali ke Depan

Keterbatasan finansial dan sarana prasarana dinilai berpotensi mengikis potensi pembinaan atlet muda di daerah. POBSI Bali mendorong agar pemerintah daerah serta federasi olahraga terkait segera mengambil langkah konkret demi menjaga keberlanjutan prestasi olahraga di Pulau Dewata. Beberapa poin utama yang menjadi fokus perbaikan mencakup:

  1. Peningkatan Jam Terbang Pertandingan: Memperbanyak keikutsertaan atlet dalam kejuaraan regional dan nasional untuk mengasah mental bertanding.
  2. Modernisasi Sarana dan Prasarana: Menyediakan fasilitas latihan snooker yang memenuhi standar kompetisi internasional.
  3. Kepastian Support Anggaran: Mengalokasikan dana hibah dan insentif keberangkatan yang layak agar atlet tidak lagi menanggung beban biaya mandiri.
  4. Jaminan Kesejahteraan Atlet: Memberikan perhatian penuh terhadap masa depan dan kesejahteraan atlet berprestasi secara berlanjut.

Welly menambahkan bahwa keterbatasan dukungan finansial tidak hanya berdampak pada teknis keberangkatan, tetapi juga memengaruhi seluruh jalur pembinaan atlet secara menyeluruh. Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih membuka mata terhadap perjuangan para atlet yang telah mempertaruhkan segalanya untuk mengharumkan nama Bali di kancah nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User