JAKARTA — Suasana haru sekaligus penuh ketabahan menyelimuti keluarga Bagus Khairunnas, salah seorang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di kawasan perairan Selat Sunda. Di tengah penantian kabar dari tim penyelamat, sang ayah, Mansyur Suryana, menegaskan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi serta profesi mulia yang dipilih oleh sang putra.
Mansyur memandang aktivitas peliputan lapangan yang dijalani Bagus bukan sekadar rutinitas mencari nafkah, melainkan sebuah bentuk pengabdian kepada publik dan bernilai ibadah. Keteguhan hati ini ia tunjukkan saat menerima berbagai dukungan moril dari kerabat serta rekan-rekan seprofesi anaknya.
Dedikasi Jurnalistik sebagai Jalan Ibadah
Bagi keluarga, profesi jurnalis yang ditekuni Bagus Khairunnas menuntut tanggung jawab moral yang besar dalam menyampaikan kebenaran dan informasi kepada masyarakat luas. Mansyur menegaskan bahwa risiko pekerjaan tersebut senantiasa diiringi dengan keikhlasan keluarga yang mendukung penuh langkah perjuangannya di lapangan.
"Kerja jurnalistik anak saya itu ibadah, dia mencari nafkah halal sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat. Saya serahkan sepenuhnya nasib dan keselamatan Bagus kepada Allah SWT," ungkap Mansyur dengan nada tegar.
Ia menambahkan, sejak awal memilih jalan sebagai pewarta, Bagus dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya. Rasa tanggung jawab yang tinggi tersebut membuat keluarga selalu mendoakan keselamatannya di mana pun ia ditugaskan, termasuk dalam peliputan di wilayah perairan yang memiliki tantangan geografis dan cuaca yang berat.
Harapan Terhadap Operasi Pencarian
Keluarga besar saat ini terus memantau perkembangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang dilakukan oleh aparat gabungan di perairan Selat Sunda. Mansyur berharap upaya optimal terus dilakukan agar keberadaan putranya dan rekan-rekan yang berada di lokasi segera menemukan titik terang.
Berikut adalah poin penting terkait respons keluarga dan situasi pencarian:
- Sikap Pasrah dan Optimistis: Pihak keluarga menyerahkan seluruh takdir kepada Tuhan Yang Maha Esa sembari tetap memanjatkan doa terbaik untuk keselamatan Bagus.
- Apresiasi kepada Tim Penolong: Keluarga mengapresiasi kesigapan Basarnas, Polairud, serta potensi SAR lokal yang bergerak melakukan penyisiran di titik koordinat hilang kontak.
- Dukungan Komunitas Pers: Berbagai organisasi jurnalis terus mengawal perkembangan proses evakuasi serta memberikan pendampingan moral bagi keluarga korban.
Solidaritas dan Pengingat Keselamatan Jurnalis
Insiden hilang kontaknya jurnalis di wilayah perairan Selat Sunda menjadi pengingat penting mengenai tingginya risiko profesi pewarta, terutama saat melakukan liputan investigasi atau bencana di medan yang ekstrem. Komunitas pers di tanah air terus menyerukan pentingnya standardisasi keselamatan dan mitigasi risiko bagi setiap awak media yang bertugas di lapangan.
Mansyur menutup pernyataannya dengan permohonan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar operasi pencarian berjalan lancar dan seluruh awak media yang bertugas dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Comments (0)