Sep 17, 2026
Hukum

AS — Trump Rencanakan Kirim Bom Berat ke Israel Senilai Rp44 Triliun

WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempersiapkan kesepakatan penjualan senjata bernilai fantastis ke Israel.

AS — Trump Rencanakan Kirim Bom Berat ke Israel Senilai Rp44 Triliun

WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempersiapkan kesepakatan penjualan senjata bernilai fantastis ke Israel. Paket persenjataan senilai 2,8 miliar dolar AS (sekitar Rp44,5 triliun) tersebut mencakup pengiriman bom berdaya ledak tinggi seberat 2.000 pon (sekitar 900 kilogram), yang sebelumnya sempat ditangguhkan pengirimannya oleh pemerintahan Joe Biden akibat kekhawatiran jatuhnya korban sipil massal di Jalur Gaza.

Langkah ini menandai pergeseran drastis dalam kebijakan luar negeri dan militer Washington terhadap konflik di Timur Tengah, mempertegas komitmen pemerintahan Trump untuk memberikan dukungan tanpa syarat kepada militer Israel.

Kronologi Perubahan Kebijakan Pengiriman Senjata Berat

Perubahan sikap Gedung Putih ini menjadi sorotan internasional mengingat riwayat penundaan senjata tersebut dalam dua tahun terakhir:

  1. Mei 2024 (Era Biden): Pemerintahan Presiden Joe Biden secara resmi menahan pengiriman bom seberat 2.000 pon ke Israel karena kekhawatiran amunisi berdaya rusak masif tersebut digunakan di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Rafah dan Gaza City.
  2. Akhir 2024 – Awal 2025: Terjadi transisi kekuasaan di AS menyusul kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden, yang menjanjikan pendekatan lebih longgar dan agresif dalam menyokong sekutu utama AS di Timur Tengah.
  3. Maret 2025 (Era Trump): Pemerintahan Trump merampungkan rencana paket penjualan senjata komprehensif senilai 2,8 miliar dolar AS, mencakup amunisi berpemandu presisi serta bom berat berbobot 2.000 pon yang sebelumnya dilarang.
"Pengiriman bom berdaya ledak 2.000 pon ke kawasan dengan kepadatan penduduk ekstrem seperti Gaza selalu memicu kekhawatiran mendalam terkait kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional," ujar analis militer internasional France 24, Philip Turle.

Daya Hancur Bom 2.000 Pon dan Kekhawatiran Kemanusiaan

Bom seberat 2.000 pon—seperti seri Mark 84 (MK-84)—merupakan salah satu amunisi konvensional paling mematikan dalam persenjataan udara AS. Bom jenis ini mampu menembus lapisan beton tebal, meruntuhkan gedung bertingkat, dan menghasilkan radius ledakan mematikan yang menyebar hingga ratusan meter dari titik benturan.

Aktivis kemanusiaan dan sejumlah pejabat internasional telah berulang kali memperingatkan bahwa penggunaan bom seberat ini di lingkungan perkotaan secara praktis mustahil dilakukan tanpa menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Implikasi Strategis dan Geopolitik Regional

Keputusan administrasi Trump ini diprediksi akan memicu perdebatan sengit di Kongres AS serta menuai kecaman dari berbagai organisasi hak asasi manusia global. Sejumlah poin kunci terkait implikasi penjualan senjata ini meliputi:

  • Penguatan Kapabilitas Ofensif Israel: Meningkatkan kemampuan serangan udara Israel terhadap infrastruktur bawah tanah dan target terbentengi.
  • Tantangan Terhadap Upaya Gencatan Senjata: Memperumit negosiasi gencatan senjata dan pembebasan sandera di kawasan Timur Tengah.
  • Kritik Hukum Humaniter: Meningkatnya tekanan internasional terhadap AS atas dugaan keterlibatan tidak langsung dalam pelanggaran hukum perang di Jalur Gaza.

Hingga kini, proses formal persetujuan penjualan senjata ini tengah berjalan melalui mekanisme tinjauan legislatif di Washington sebelum pengiriman logistik militer benar-benar direalisasikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User