Sep 17, 2026
Hukum

ARGENTINA — Mantan Kapolsek Maciel Tuding Jaksa Lambat Usut Kasus Loan

Ruang sidang Pengadilan Federal Corrientes, Argentina, mendadak tegang ketika Walter Maciel, mantan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) 9 de Julio, memberi

ARGENTINA — Mantan Kapolsek Maciel Tuding Jaksa Lambat Usut Kasus Loan

Ruang sidang Pengadilan Federal Corrientes, Argentina, mendadak tegang ketika Walter Maciel, mantan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) 9 de Julio, memberikan kesaksian lanjutannya. Dengan raut wajah penuh amarah dan status sebagai tahanan, Maciel melepaskan rentetan tuduhan keras terhadap jaksa pertama yang menangani kasus hilangnya bocah laki-laki berusia lima tahun, Loan Danilo Peña. Maciel mengklaim adanya pengabaian instruksi krusial yang dinilainya memperkeruh proses pencarian korban sejak hari pertama.

Kasus hilangnya Loan telah mengguncang publik Argentina dan memicu sorotan internasional atas dugaan persekongkolan serta kelalaian aparat penegak hukum setempat. Maciel, yang kini berstatus terdakwa atas dugaan merintangi penyidikan, menuding kinerja kejaksaan sangat lamban dan tidak responsif terhadap temuan awal di lapangan.

Kesaksian Panas di Pengadilan Federal

Dalam persidangan yang berlangsung marathon tersebut, Maciel membeberkan bahwa dirinya telah berulang kali mendesak pihak kejaksaan untuk mengambil tindakan tegas terhadap Laudelina Peña, bibi dari Loan yang dinilai menyimpan informasi kunci. Namun, desakan tersebut berkali-kali diabaikan oleh penanggung jawab awal penyidikan.

"Sedikitnya tujuh kali saya meminta kepada Jaksa Juan Carlos Castillo untuk segera menahan Laudelina. Namun permintaan itu tidak pernah didengar pada saat-saat paling krusial," tegas Walter Maciel di hadapan majelis hakim.

Kehadiran Maciel di persidangan memberikan sudut pandang baru yang semakin menyudutkan proses hukum di tingkat awal. Ia menegaskan bahwa keraguan dan penundaan dari pihak kejaksaan telah memberi ruang bagi hilangnya jejak-jejak vital di lokasi kejadian.

Lambatnya Respon Kejaksaan dan Kegagalan Olah TKP

Selain mendesak penangkapan Laudelina, Maciel juga menyoroti keterlambatan fisik dari Jaksa Juan Carlos Castillo dalam mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Menurut kesaksiannya, sang jaksa baru menampakkan diri di lokasi penyelewengan satu hari setelah laporan kehilangan resmi diterbitkan.

Keterlambatan selama 24 jam tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian berat yang merusak integritas penyidikan. Dalam kasus penanganan anak hilang, masa-masa awal atau golden hours merupakan waktu paling menentukan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat.

Tabel Analisis Dinamika Kesaksian Kasus Loan

Untuk memahami benturan peryataan antara pihak kepolisian lokal dan kejaksaan dalam kasus ini, berikut adalah rincian perbandingan poin utama kesaksian Walter Maciel terhadap tindakan kejaksaan awal:

Aspek Penyidikan Keterangan Walter Maciel Respon / Tindakan Kejaksaan
Tindakan terhadap Laudelina Meminta penangkapan sebanyak 7 kali Menunda penahanan pada hari-hari awal penyidikan
Kehadiran Jaksa di TKP Mendesak kehadiran jaksa sejak hari pertama Baru tiba di lokasi 1 hari setelah laporan
Status Hukum Saat Ini Ditahan atas dugaan merintangi penyidikan Jaksa Castillo ditarik dari penanganan utama kasus

Retaknya Kepercayaan pada Aparat Penegak Hukum

Kasus hilangnya Loan Danilo Peña kini bukan sekadar pencarian anak hilang, melainkan gambaran retaknya koordinasi antarlembaga penegak hukum di Provinsi Corrientes. Para pengamat hukum menilai bahwa pertikaian antara mantan Kapolsek dan Jaksa Castillo menunjukkan betapa bobroknya komunikasi birokrasi penegakan hukum di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, majelis hakim masih terus mendalami apakah kesaksian Maciel murni bentuk frustrasi seorang perwira lapangan ataukah bagian dari skenario pembelaan diri untuk melepaskan jeratan hukum dari tuduhan penutupan kasus. Sementara itu, publik Argentina terus menanti titik terang atas nasib Loan yang hingga kini belum ditemukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User