ANTARA Gelar Pameran Fotografi Jurnalistik 'Negeri Bola'
Jakarta, 15 Maret 2025 – Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA secara resmi membuka pameran fotografi jurnalistik bertajuk “Negeri Bola” di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Jakarta Pusat, ...
Jakarta, 15 Maret 2025 – Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA secara resmi membuka pameran fotografi jurnalistik bertajuk “Negeri Bola” di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Jakarta Pusat, Jumat pagi. Pameran yang digelar hingga 16 April 2025 ini menampilkan 75 karya dari 23 fotografer ANTARA yang merekam denyut sepak bola Tanah Air dari berbagai sudut dan periode. Pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Dewan Pengawas ANTARA Achmad Munir, didampingi Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar, serta Wakil Pemimpin Redaksi Bidang Foto dan Grafika.
Pameran ini hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap sepak bola Indonesia yang bukan sekadar olahraga, melainkan cerminan identitas sosial dan budaya masyarakat. Selebrasi di tribune, ketegangan di lapangan, hingga potret anak-anak bermain bola di gang sempit, semua tersaji dalam bingkai jurnalistik yang ketat. Achmad Munir dalam sambutannya menekankan bahwa pameran ini merupakan bagian dari tanggung jawab ANTARA sebagai kantor berita nasional untuk terus merawat memori kolektif bangsa.
“Foto jurnalistik adalah arsip sejarah yang hidup. Lewat pameran ‘Negeri Bola’, kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa sepak bola Indonesia memiliki cerita yang kaya, penuh dinamika, dan layak diabadikan dengan standar jurnalistik tertinggi. Setiap foto yang dipamerkan telah melewati kurasi ketat dan merepresentasikan peristiwa faktual yang terjadi di lapangan,”
tegas Achmad Munir.
Ragam Karya Lintas Generasi
Kurator pameran Prima Harja mengungkapkan bahwa karya yang dipamerkan dipilih dari ribuan dokumen foto yang tersimpan di arsip digital ANTARA, mencakup periode 1990-an hingga 2025. Tema besar “Negeri Bola” dipecah ke dalam empat subtema, yaitu Selebrasi dan Emosi, Laga dan Luka, Bola di Pelosok Negeri, serta Potret Tim Nasional. Setiap subtema disusun secara kronologis dan kontekstual sehingga pengunjung dapat membaca perkembangan sepak bola nasional dari masa ke masa.
Dalam subtema “Selebrasi dan Emosi”, pengunjung disuguhi momen-momen euforia suporter di stadion maupun di ruang publik. Salah satu foto ikonik menampilkan lautan pendukung timnas yang memadati Bundaran HI saat Indonesia menembus final Piala AFF 2020. Adapun “Laga dan Luka” menyajikan intensitas duel di lapangan, termasuk insiden benturan antarpemain yang memerlukan penanganan medis, tanpa menghilangkan sisi humanisnya. Kurator memastikan seluruh foto telah memenuhi Kode Etik Jurnalistik, termasuk menghormati privasi dan martabat subjek yang dirugikan.
Yang membedakan pameran ini dari pameran foto pada umumnya adalah hadirnya subtema “Bola di Pelosok Negeri”. Di sini, foto-foto karya pewarta ANTARA di daerah—dari Aceh hingga Papua—menampilkan bagaimana sepak bola begitu menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah foto yang cukup menyita perhatian menggambarkan sekelompok anak di pedalaman Kalimantan yang menggunakan buah kelapa sebagai bola, diambil oleh fotografer ANTARA Biro Pontianak pada 2018. Foto lain menampilkan kompetisi tarkam (antarkampung) di Sumba yang tetap ramai meski hanya menggunakan lapangan tanah berdebu.
Dukungan Penuh bagi Jurnalisme Visual Olahraga
Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa pameran ini juga menjadi ruang apresiasi bagi fotografer olahraga yang kerap bekerja di bawah tekanan tinggi. Menurutnya, fotografer lapangan harus memiliki insting tajam untuk menangkap momen puncak dalam hitungan detik, sekaligus menjaga keselamatan diri di tengah situasi pertandingan yang tidak selalu terkendali.
“Fotografer olahraga itu ibarat striker di kotak penalti. Satu detik terlambat memencet rana, momen emas hilang selamanya. Karena itu, pameran ini juga menjadi penghargaan bagi dedikasi para pewarta foto kami yang sudah bertahun-tahun mengawal liputan sepak bola nasional dalam kondisi apa pun. Kami berharap publik semakin menghargai kerja jurnalistik yang profesional,”
ujar Benny.
Benny juga menyoroti bahwa ANTARA terus berinvestasi pada peningkatan kapasitas jurnalis di bidang fotografi olahraga. Sepanjang 2024, ANTARA menggelar tiga kali pelatihan fotografi olahraga yang melibatkan mentor dari kantor berita internasional. Hal ini sejalan dengan misi transformasi digital ANTARA yang mendorong konvergensi teks, foto, dan video dalam satu platform. Pameran “Negeri Bola”, tambah Benny, juga telah diintegrasikan dengan katalog daring sehingga publik di luar Jakarta dapat menikmati karya-karya tersebut secara virtual melalui situs resmi ANTARA.
Antusiasme Pengunjung dan Rencana untuk Daerah
Pada hari pertama pembukaan, lebih dari 150 pengunjung telah menghadiri pameran, termasuk mahasiswa jurusan jurnalistik, pegiat media sosial, serta komunitas suporter. Sejumlah pengunjung tampak serius mengamati detail setiap foto, bahkan beberapa di antaranya mencatat informasi yang tertera pada label karya. Panitia juga menyediakan sesi tur bersama kurator pada setiap akhir pekan untuk memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai proses peliputan dan pemilihan gambar.
Ketua Panitia Pameran Dita Arlina mengabarkan bahwa ANTARA berencana membawa pameran ini ke empat kota besar lainnya setelah periode di Jakarta berakhir. Kota-kota tersebut meliputi Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan. Penjadwalan masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis. Dita menambahkan, setiap kota akan mendapatkan materi kuratorial tambahan yang disesuaikan dengan konteks lokal, seperti foto-foto kompetisi daerah dan klub kebanggaan setempat.
“Kami ingin ‘Negeri Bola’ benar-benar menjadi milik seluruh rakyat Indonesia. Sepak bola tidak berpusat di Jakarta, begitu pula narasi yang kami bangun. Dengan menghadirkan pameran ini ke daerah, kami berharap makin banyak warga yang memiliki akses terhadap dokumentasi visual berkualitas tentang olahraga yang mereka cintai,” kata Dita.
Sementara itu, salah satu fotografer yang karyanya dipamerkan, Rangga Firmansyah, mengaku bangga dapat terlibat dalam pameran ini. Foto miliknya yang menampilkan pemain timnas sedang sujud syukur setelah mencetak gol ke gawang Vietnam di Piala AFF 2024 menjadi salah satu karya yang paling sering dibagikan di media sosial. Rangga mengisahkan bahwa momen tersebut diambil dengan lensa telefoto 400 mm di tengah guyuran hujan deras, sementara ia sendiri tidak memakai pelindung kamera yang memadai.
“Saat itu hujan sangat lebat, saya khawatir kamera rusak. Tapi insting saya mengatakan momen ini terlalu berharga untuk dilewatkan. Alhamdulillah hasilnya bisa dinikmati publik dan sekarang menjadi bagian dari pameran ini. Semoga foto ini bisa menginspirasi generasi muda untuk mencintai sepak bola Indonesia,”
pungkas Rangga.
Komitmen ANTARA terhadap Dokumentasi Bangsa
Pameran “Negeri Bola” bukanlah kerja dokumentasi pertama yang dilakukan ANTARA. Sejak didirikan pada 13 Desember 1937, kantor berita ini telah mengarsipkan jutaan foto yang merekam perjalanan bangsa, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan, pembangunan, hingga era digital. Achmad Munir menegaskan bahwa pameran seperti ini akan terus digelar secara berkala dengan tema-tema yang relevan dengan denyut nadi kehidupan masyarakat.
“Arsip foto ANTARA adalah harta karun bangsa. Tugas kami tidak hanya memproduksi berita hari ini, tetapi juga menjaga agar generasi mendatang memiliki jendela untuk melihat masa lalunya secara faktual. Pameran ‘Negeri Bola’ ini bukti bahwa jurnalisme visual tetap relevan dan memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan, mengedukasi, dan membanggakan,” tandas Achmad.
Pameran dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB tanpa dipungut biaya masuk. Pengunjung diimbau untuk mengisi buku tamu daring dan dapat membeli katalog cetak edisi terbatas di lokasi. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi ANTARA dan kanal media sosial @antaranews.
Comments (0)