Sep 16, 2026
Hukum

Andrew Hastie Diserang Politik Usai Bersaksi di Sidang Pencemaran Nama Baik

Anggota Parlemen Australia dari Partai Liberal sekaligus mantan prajurit Special Air Service (SAS), Andrew Hastie, kini menuai kecaman dan serangan politik

Andrew Hastie Diserang Politik Usai Bersaksi di Sidang Pencemaran Nama Baik

Anggota Parlemen Australia dari Partai Liberal sekaligus mantan prajurit Special Air Service (SAS), Andrew Hastie, kini menuai kecaman dan serangan politik dari partai sayap kanan One Nation. Tekanan tersebut datang menyusul kepatuhannya terhadap panggilan pengadilan (subpoena) untuk memberikan kesaksian dalam sidang perdata pencemaran nama baik yang diajukan oleh veteran perang Ben Roberts-Smith pada tahun 2022.

Hastie, yang pernah bertugas bersama Roberts-Smith di Afghanistan, menegaskan bahwa kehadirannya di kursi saksi Pengadilan Federal bukanlah atas kehendak pribadi, melainkan kewajiban hukum yang mutlak dipatuhi oleh setiap warga negara.

Kronologi Keterlibatan Hastie dalam Persidangan

Kasus pencemaran nama baik yang melibatkan Ben Roberts-Smith menjadi salah satu persidangan paling menyita perhatian publik di Australia. Berikut adalah urutan kejadian keterlibatan Andrew Hastie:

  1. Penerbitan Laporan Investigasi (2018): Sejumlah media Australia menerbitkan laporan mendalam mengenai dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan khusus di Afghanistan.
  2. Gugatan Pencemaran Nama Baik: Ben Roberts-Smith mengajukan gugatan hukum terhadap media-media tersebut ke Pengadilan Federal Australia.
  3. Pemanggilan Paksa (2022): Andrew Hastie menerima subpoena resmi dari pengadilan yang mewajibkannya hadir untuk memberikan keterangan di bawah sumpah.
  4. Putusan Pengadilan (2023): Pengadilan menolak gugatan Roberts-Smith setelah hakim menilai tuduhan substansial mengenai pelanggaran hukum perang terbukti secara perdata.

Kesaksian di Bawah Sumpah dan Rasa Enggan

Di ruang sidang pada tahun 2022, Hastie secara terbuka mengungkapkan keengganannya untuk terlibat dalam perseteruan hukum tersebut. Kendati demikian, ia terikat sumpah peradilan untuk menyampaikan kebenaran secara jujur dan lugas tanpa memihak.

"Saya sama sekali tidak membenci Mr Roberts-Smith. Saya mengasihani Mr Roberts-Smith. Saya mengasihani seluruh proses ini. Saya tidak ingin berada di sini," ungkap Andrew Hastie saat memberikan kesaksiannya di hadapan majelis hakim.

Keterangan Hastie di persidangan dinilai sangat krusial karena posisinya sebagai mantan perwira komando pasukan elit yang memahami dinamika operasional militer di medan laga. Hakim persidangan mencatat keterangannya sebagai kesaksian yang lugas, terpercaya, dan objektif meski disampaikan dengan berat hati.

Tekanan Politik Pascapersidangan

Meski proses peradilan telah usai, langkah Hastie yang mematuhi hukum justru dipolitisasi oleh pihak lawan. Partai One Nation melancarkan kritik tajam dan menuding Hastie berkhianat terhadap sesama mantan prajurit.

Menanggapi serangan tersebut, sejumlah pengamat hukum dan politik menegaskan poin-poin penting:

  • Kewajiban Subpoena: Menolak panggilan pengadilan di bawah subpoena dapat dikategorikan sebagai penghinaan terhadap pengadilan (contempt of court) yang berimplikasi pidana.
  • Integritas Hukum: Kesaksian di bawah sumpah adalah fondasi peradilan yang tidak boleh dikompromikan demi kepentingan loyalitas kelompok atau politik.
  • Perlindungan Saksi: Menyerang saksi yang mematuhi perintah pengadilan dinilai berpotensi merusak supremasi hukum di Australia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User