Ajaib Cetak Laba, TipTip Balik Modal, Danantara Akuisisi Saham GoTo
JAKARTA, 16 Juni 2025 — Ekosistem teknologi Indonesia minggu ini menyuguhkan tiga sinyal penguatan sekaligus: platform investasi ritel Ajaib akhirnya mence
Ajaib: Dari Pertumbuhan Pesat ke Profitabilitas
Ajaib, startup investasi yang sebelumnya dikenal dengan ekspansi agresif, mengumumkan bahwa perusahaan telah membukukan laba bersih untuk pertama kalinya pada kuartal II 2025. Dalam pernyataan resmi yang diterima Apaberita, manajemen menyebut realisasi laba bersih tersebut merupakan hasil dari efisiensi biaya akuisisi nasabah serta peningkatan volume transaksi harian yang melampaui rata-rata industri.
- Pada awal 2025, Ajaib masih mencatat rugi operasional sekitar Rp 85 miliar, terutama akibat investasi besar-besaran di pemasaran digital dan pengembangan platform.
- Memasuki triwulan pertama, perusahaan mulai mengerem belanja iklan dan beralih ke strategi pertumbuhan organik melalui fitur komunitas dan edukasi keuangan.
- Per Juni 2025, Ajaib melaporkan laba bersih Rp 150 miliar, dengan pendapatan operasional tumbuh 40% _year-on-year_ menjadi Rp 1,2 triliun.
CEO Ajaib menyebut pencapaian ini sebagai momentum transformasi dari sekadar pertumbuhan _top-line_ menuju keberlanjutan bisnis. “Kami telah membuktikan bahwa model bisnis investasi ritel di Indonesia tidak hanya bisa berkembang, tetapi juga menguntungkan tanpa ketergantungan pada subsidi besar-besaran,” ujarnya dalam konferensi pers virtual.
TipTip: Platform Konten Lokal Cetak Titik Impas
Tak kalah penting, platform konten video pendek asli Indonesia, TipTip, mengumumkan keberhasilannya mencapai EBITDA positif pada Mei 2025. Artinya, startup yang selama ini bersaing ketat dengan TikTok dan SnackVideo ini telah mampu menutupi biaya operasional dan mulai menghasilkan arus kas positif.
- Hingga akhir 2024, TipTip masih membukukan kerugian operasional sekitar Rp 65 miliar per kuartal akibat biaya infrastruktur _streaming_ dan program insentif kreator.
- Dengan fokus pada monetisasi konten melalui fitur _live shopping_ dan langganan premium, TipTip berhasil mendongkrak pendapatan kuartal pertama 2025 menjadi Rp 200 miliar, naik dari Rp 120 miliar di kuartal sebelumnya.
- Pada Juni 2025, perusahaan resmi mengumumkan titik impas operasional, menandai langkah krusial menuju profitabilitas penuh tahun ini.
“TipTip membuktikan bahwa konten lokal punya daya tarik ekonomi yang kuat jika didukung teknologi tepat guna dan model bisnis yang adaptif,” kata seorang analis industri. Keberhasilan ini juga sejalan dengan tren regional di mana platform video pendek mulai meninggalkan perang subsidi beralih ke monetisasi langsung.
Danantara Masuk ke GoTo: Sinyal Baru dari Sovereign Wealth Fund
Langkah paling mengejutkan pekan ini adalah terungkapnya kepemilikan saham Danantara, sovereign wealth fund (SWF) Indonesia yang baru beroperasi, di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Berdasarkan pengumuman keterbukaan informasi, Danantara resmi menggenggam sekitar 5% saham GoTo setelah membeli sebagian porsi milik investor lama, termasuk dari SoftBank.
- Transaksi ini dilakukan secara _block trade_ di luar bursa dengan nilai diperkirakan mencapai Rp 12,5 triliun.
- Danantara disebut membeli saham pada harga diskon terhadap harga pasar saat ini, memanfaatkan momentum koreksi minor saham GoTo di awal kuartal.
- Masuknya SWF ini dikonfirmasi oleh sumber internal Danantara yang menyebut bahwa portofolio ekonomi digital menjadi salah satu pilar strategis dana kelolaan mereka.
Analis pasar menilai langkah ini sebagai upaya pemerintah untuk memiliki pengaruh langsung di perusahaan teknologi terbesar Indonesia. Sebelumnya, Danantara juga telah menyuntikkan dana ke proyek infrastruktur digital melalui Kementerian BUMN. Dengan GoTo, dana negara kini menyentuh ekosistem konsumen langsung, yang dipandang dapat memberikan stabilitas dan sinergi dengan program digitalisasi nasional.
Aliran Modal Hyperscale dan B2B Tech Asia Expo 2026
Di sisi lain, investasi pada pusat data _hyperscale_ di wilayah Jabodetabek terus mengalir deras. Beberapa penyedia layanan global mengkonfirmasi ekspansi di kawasan industri Cikarang dan Karawang, dengan total komitmen investasi baru mencapai Rp 8 triliun sepanjang semester pertama 2025. Tren ini mendukung pertumbuhan _cloud computing_ dan AI di Indonesia sekaligus menjadi bukti kepercayaan investor infrastruktur digital.
Selaras dengan maraknya investasi, B2B Tech Asia Expo 2026 akan kembali digelar pada 1–2 Juli 2026 di AXA Tower – Kuningan City Grand Ballroom, Jakarta. Acara yang diinisiasi VRIGroup dan DailySocial ini mengusung format baru dengan 10 zona industri khusus mencakup sektor keuangan, logistik, kesehatan, ritel, enterprise IT, dan lainnya. Didukung oleh sponsor seperti AWS, Salesforce, SoftBank, SMBC, Jenius, Mekari, dan Zoho, pameran ini menjadi wadah bagi para pengambil keputusan untuk menemukan solusi B2B yang tepat di tengah akselerasi digital.
Comments (0)