Airlangga Hartarto Temui Menteri Perdagangan China di Shanghai

SHANGHAI — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat China, Wang

Jul 19, 2026 - 19:51
0 0
Airlangga Hartarto Temui Menteri Perdagangan China di Shanghai

SHANGHAI — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat China, Wang Wentao, di Shanghai pada Jumat (17/7/2025). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan mitra dagang utama di kawasan Asia Timur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Perdagangan China tersebut, kedua pejabat tinggi membahas sejumlah agenda strategis, termasuk percepatan realisasi investasi China di Indonesia, peningkatan ekspor produk unggulan Indonesia, serta peluang kerja sama di bidang hilirisasi industri dan ekonomi digital. Delegasi Indonesia juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi investor asing, khususnya dari Tiongkok.

Pertemuan ini merupakan rangkaian dari kunjungan kerja Menteri Airlangga ke Shanghai yang berlangsung sejak Kamis (16/7/2025). Selain pertemuan bilateral, ia juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah kawasan industri dan bertemu dengan kalangan pengusaha China guna mendorong realisasi investasi baru di Indonesia.

Kronologi Pertemuan

  1. Kamis, 16 Juli 2025 — Kedatangan dan Pertemuan Awal
    Menteri Airlangga tiba di Shanghai pada sore hari setempat. Ia langsung mengadakan pertemuan informal dengan perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) China untuk membahas potensi kerja sama di sektor manufaktur dan energi terbarukan. Delegasi Indonesia mencatat bahwa nilai perdagangan bilateral Indonesia-China pada semester pertama 2025 mencapai US$ 62,3 miliar, meningkat 8,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
  2. Jumat, 17 Juli 2025, Pukul 09.00 WST — Pertemuan Bilateral Resmi
    Pertemuan dimulai dengan jamuan teh dan sambutan hangat dari Menteri Wang Wentao. Kedua menteri kemudian duduk dalam forum terbatas yang dihadiri oleh pejabat senior dari kementerian masing-masing. Pembahasan utama meliputi:
    - Penuntasan hambatan tarif dan non-tarif terhadap produk pertanian dan perikanan Indonesia.
    - Percepatan proyek investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti KEK Kendal dan KEK Gresik yang telah menarik minat investor China.
    - Kolaborasi di bidang kendaraan listrik dan baterai, di mana Indonesia menawarkan cadangan nikel sebagai bahan baku utama.
  3. Jumat, 17 Juli 2025, Pukul 11.30 WST — Penandatanganan Nota Kesepahaman
    Kedua negara menandatangani dua nota kesepahaman (MoU), yaitu:
    - MoU tentang Peningkatan Perdagangan Produk Halal dan Pertanian, yang menargetkan peningkatan ekspor produk halal Indonesia ke China sebesar 15% dalam dua tahun.
    - MoU tentang Kerja Sama Pengembangan Sumber Daya Manusia di Bidang Teknologi Digital, yang mencakup program beasiswa untuk 500 mahasiswa Indonesia belajar di universitas-universitas terkemuka China.
  4. Jumat, 17 Juli 2025, Pukul 14.00 WST — Konferensi Pers
    Usai pertemuan, Menteri Airlangga menggelar jumpa pers. Ia menyatakan bahwa China akan meningkatkan kuota impor buah tropis Indonesia, seperti manggis dan durian, hingga 20% pada tahun 2026. "Ini adalah langkah nyata untuk menyeimbangkan neraca perdagangan kita," ujarnya. Sementara itu, Menteri Wang menyebut bahwa pertemuan ini "sangat produktif" dan menegaskan komitmen China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia selama delapan tahun berturut-turut.
  5. Jumat, 17 Juli 2025, Pukul 16.00 WST — Kunjungan ke Zona Industri
    Setelah konferensi pers, rombongan mengunjungi Shanghai Zhangjiang Hi-Tech Park, salah satu pusat riset dan inovasi terbesar di China. Delegasi Indonesia melihat langsung teknologi battery swapping untuk kendaraan listrik dan sistem manajemen rantai pasok berbasis AI yang akan diadopsi di dua kawasan industri di Batam dan Bintan.

Dampak Strategis bagi Indonesia

Pertemuan ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga membuka peluang konkret bagi peningkatan investasi China di sektor hilirisasi. Nilai investasi China di Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar US$ 7,8 miliar, dan target tahun 2025 ditetapkan naik menjadi US$ 9,2 miliar. Sektor andalan meliputi smelter nikel, industri komponen kendaraan listrik, dan pabrik panel surya.

Selain itu, kerja sama di bidang digital membuka akses bagi startup Indonesia untuk bermitra dengan perusahaan teknologi China seperti Alibaba dan Tencent dalam pengembangan ekosistem e-commerce dan fintech. Menteri Airlangga juga menyinggung potensi kerja sama di Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya dalam pengembangan infrastruktur hijau dan smart city.

Respons Pelaku Usaha

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang hubungan internasional, Shinta Widjaja Kamdani, menyambut baik hasil pertemuan ini. "Kami berharap realisasi investasi cepat terwujud, terutama di sektor hilirisasi yang butuh teknologi tinggi dari China," katanya dalam siaran pers terpisah. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tetap memperhatikan keseimbangan antara investasi asing dan perlindungan industri dalam negeri.

Sementara itu, analis ekonomi dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai peningkatan kuota impor buah tropis adalah langkah positif. "Namun, jangan sampai Indonesia hanya menjadi pemasok bahan mentah. Kita harus pastikan produk olahan juga masuk pasar China," tegasnya.

[SOCIAL_TWEET]: Menko Airlangga bertemu Menteri Perdagangan China di Shanghai. Hasil: peningkatan kuota impor buah tropis 20% dan dua MoU baru. #Airlangga #China #EkonomiIndonesia[SOCIAL_TG]: 🔴 BREAKING: Airlangga Hartarto temui Wang Wentao di Shanghai! China setuju naikkan kuota impor buah tropis Indonesia 20% dan tandatangani MoU perdagangan digital. Baca selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User