Sep 17, 2026
Hukum

WASHINGTON — Pemimpin Smithsonian Lonnie Bunch Mengundurkan Diri Usai Diincar Trump

Sekretaris Smithsonian Institution, Lonnie Bunch III, secara mengejutkan mengumumkan rencana pengunduran dirinya dari jabatannya pada Selasa. Keputusan tok

WASHINGTON — Pemimpin Smithsonian Lonnie Bunch Mengundurkan Diri Usai Diincar Trump

Sekretaris Smithsonian Institution, Lonnie Bunch III, secara mengejutkan mengumumkan rencana pengunduran dirinya dari jabatannya pada Selasa. Keputusan tokoh berusia 73 tahun tersebut diambil di tengah meningkatnya perselisihan dengan administrasi Presiden Donald Trump terkait cara kompleks museum terbesar di dunia itu menyajikan narasi sejarah Amerika Serikat. Bunch merupakan sosok fenomenal yang mencatatkan sejarah sebagai pemimpin berkulit hitam pertama yang memimpin lembaga penelitian dan museum berusia 179 tahun ini, sekaligus pendiri Museum Nasional Sejarah dan Kebudayaan Afrika-Amerika (NMAAHC).

Kepemimpinan Bunch di Smithsonian menandai era penting dalam dinamika kebudayaan di Amerika Serikat. Dilantik sebagai Sekretaris ke-14 pada tahun 2019, ia mengawasi jaringan raksasa yang mencakup 21 museum, 9 pusat penelitian, serta Taman Satwa Nasional. Sebelum menduduki posisi puncak tersebut, Bunch memimpin pembangunan NMAAHC dari nol hingga resmi dibuka pada 2016, yang kini berdiri sebagai salah satu museum paling populer dan berdampak di Washington D.C.

Kronologi Ketegangan dan Pengunduran Diri

Perselisihan antara pihak manajemen museum dan kelompok politik konservatif yang didukung administrasi Trump telah berlangsung selama beberapa waktu, namun semakin menguat dalam beberapa bulan terakhir. Berikut adalah urutan peristiwa penting yang melatarbelakangi ketegangan tersebut:

  1. Tahun 2016: Lonnie Bunch sukses meresmikan National Museum of African American History and Culture yang berfokus pada peran warga kulit hitam serta isu rasial dalam sejarah AS.
  2. Juni 2019: Bunch diangkat menjadi Sekretaris Smithsonian Institution pertama dari kalangan minoritas.
  3. September 2020: Donald Trump mengkritik pengajaran sejarah yang dinilai memecah belah dan mulai mendorong agenda pendidikan patriotik di lembaga publik.
  4. Awal 2025: Tekanan politik terhadap Smithsonian meningkat tajam, terutama terkait narasi pameran mengenai perbudakan, hak sipil, dan ketimpangan rasial.
  5. Selasa: Lonnie Bunch secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Sekretaris Smithsonian.

Polarisasi Politik dan Independensi Lembaga Kebudayaan

Pengunduran diri Bunch menggarisbawahi persimpangan krusial antara kepentingan politik pemerintah dan independensi lembaga kebudayaan di AS. Administrasi Trump secara konsisten mendesak agar museum-museum yang didanai anggaran publik menyajikan sudut pandang sejarah yang lebih mengedepankan kejayaan nasional dibanding kritisisme sosial.

"Museum seharusnya menjadi ruang pembelajaran publik yang jujur dan inklusif untuk memahami masa lalu, bukan alat propaganda politik yang menyaring bagian-bagian kelam dari sejarah bangsa," ujar seorang analis kebijakan kebudayaan dari Georgetown University terkait tekanan politik terhadap institusi museum.

Perbedaan pendekatan antara visi kepemimpinan Lonnie Bunch dan tuntutan administrasi Trump dapat dilihat dalam tabel perbandingan berikut:

Aspek Kebijakan Pendekatan Lonnie Bunch / Smithsonian Pendekatan Administrasi Trump
Fokus Narasi Sejarah Inklusif, menyoroti isu hak sipil, perbudakan, dan dinamika sosial. Patriotik, menekankan pencapaian pendiri bangsa dan narasi kebangsaan positif.
Fungsi Museum Publik Ruang refleksi kritis, edukasi, dan dialog antar-warga. Sarana pemersatu nasional dan penguatan identitas kebangsaan.
Otonomi Kelembagaan Independensi riset akademis dari intervensi politik. Pengawasan ketat atas konten yang dibiayai dana federal ($1+ miliar/tahun).

Smithsonian Institution sangat bergantung pada dana alokasi Kongres AS untuk membiayai sekitar 60 persen dari total anggaran operasional tahunannya. Ketergantungan finansial yang besar ini membuat lembaga riset dan museum tersebut berada dalam posisi yang rentan terhadap tekanan dari Gedung Putih maupun Capitol Hill. Kepergian Bunch kini menyisakan tantangan besar bagi dewan wali amanat Smithsonian untuk menemukan pengganti yang mampu mempertahankan kebebasan akademis di tengah iklim politik Amerika Serikat yang semakin terpolarisasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User