Sep 17, 2026
Hukum

WASHINGTON — Gedung Putih Rilis Gim Arcade Retro untuk Propaganda

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump secara resmi merilis fitur permainan video interaktif berformat arcade retro di situs web res

WASHINGTON — Gedung Putih Rilis Gim Arcade Retro untuk Propaganda

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump secara resmi merilis fitur permainan video interaktif berformat arcade retro di situs web resmi Gedung Putih, whitehouse.gov/arcade. Peluncuran ini menandai langkah baru yang dinilai ekstrem oleh berbagai pihak dalam memanfaatkan budaya populer dan media interaktif sebagai instrumen propaganda politik serta alat penyebaran narasi ideologis bagi publik luas.

Fitur permainan berbasis peramban dengan estetika pixel art ala era awal 1990-an tersebut mengadaptasi mekanik permainan kasual populer yang sudah dikenal luas masyarakat. Namun, alih-alih menyajikan hiburan murni, gim-gim ini diisi dengan pesan-pesan tajam yang selaras dengan agenda politik pemerintahan Trump, khususnya terkait isu imigrasi, kebijakan pangan nasional, dan retorika politik elektoral.

Kronologi Peluncuran dan Variasi Permainan Arcade

Pengembangan arena gim mini di situs pemerintah ini tidak terjadi secara mendadak, melainkan bagian dari eksperimen media digital yang diorganisir secara terstruktur. Berikut adalah kronologi dan rincian mengenai gim yang dirilis dalam portal tersebut:

  1. Peluncuran Portal Arcade (Hari Kamis): Gedung Putih secara mendadak mengaktifkan domain khusus gim yang menyajikan sejumlah permainan berbasis peramban secara gratis kepada publik.
  2. Kehadiran 'Flappy Bill': Gim ini merupakan adaptasi langsung dari gim telepon seluler populer Flappy Bird. Dalam versi pemerintah ini, pemain mengendalikan seekor burung elang yang membawa gulungan naskah resmi, melintasi berbagai rintangan politik.
  3. Permainan 'Supply Line': Mengusung konsep penyortiran bahan makanan di pabrik. Pemain berperan sebagai karakter petinju yang bertugas memukul dan membuang makanan olahan berlebih (ultra-processed food) serta minyak biji-bijian (seed oils) ke tempat sampah demi mendukung narasi pola makan nasionalis.

Eskalasi Eksploitasi Memes dan Gim untuk Perekrutan

Pemanfaatan media gim oleh Gedung Putih bukanlah fenomena baru dalam strategi komunikasi politik Trump. Sebelumnya, pihak administrasi telah beberapa kali memanfaatkan memik (*meme culture*) berbasis waralaba gim populer untuk mendukung operasi lembaga penegak hukum imigrasi (ICE).

Dalam kampanye iklan rekrutmen ICE terdahulu, pihak administrasi sempat mengadaptasi elemen visual dari gim ternama seperti Halo dan Pokémon. Slogan ikonik seperti "catch 'em all" (tangkap semuanya) dan imbauan untuk "stop the flood" (hentikan banjir pendatang) digunakan secara terbuka untuk merekrut personel baru dalam menangkap imigran tidak berdokumen.

"Penggunaan narasi gim retro yang terkesan tidak berdosa ini sebenarnya merupakan taktik berbahaya untuk melegitimasi dan melunakkan retorika politik yang keras di mata generasi muda," ujar seorang pengamat media digital.

Kritik Atas Persenjataan Budaya Gim oleh Negara

Pengamat media dan pengkritik budaya gim menyoroti bahwa politisasi permainan video oleh instansi resmi pemerintah merupakan bentuk weaponization atau persenjataan budaya hiburan yang mengkhawatirkan. Visual nostalgia yang dihadirkan dianggap sengaja menyembunyikan maksud utama propaganda negara.

Beberapa poin penting terkait dampak dari penggunaan gim oleh Gedung Putih meliputi:

  • Normalisasi Narasi Radikal: Pengubahan isu imigrasi dan kebijakan sosial menjadi permainan kasual berisiko menumpulkan rasa empati publik terhadap isu kemanusiaan yang kompleks.
  • Penyerapan Budaya Populer: Pemerintah secara aktif menyerap tren media sosial dan budaya *gamer* untuk menciptakan kedekatan semu dengan kelompok pemilih muda.
  • Penggunaan Fasilitas Negara: Memanfaatkan domain resmi pemerintah whitehouse.gov untuk konten bernuansa partisan memicu perdebatan etis mengenai batas kewenangan komunikasi publik.

Hingga saat ini, keberadaan arena gim di situs resmi pemerintahan AS terus mendapat sorotan tajam dari publik internasional. Fenomena ini membuktikan bahwa batas antara hiburan digital, budaya pop, dan propaganda politik negara kini semakin kabur di era pemerintahan modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User