WASHINGTON — Situs resmi Gedung Putih mendadak menghapus sebuah permainan arkade propaganda anti-imigrasi yang memicu kontroversi luas dalam beberapa hari terakhir. Permainan video yang mengadopsi mekanisme permainan legendaris Tetris tersebut ditarik dari publik setelah pemilik lisensi resmi, The Tetris Company, melancarkan kecaman terbuka serta menegaskan bahwa mereka sangat serius dalam menangani kasus pelanggaran hak cipta.
Game berlabel "Build the Wall" tersebut meminta pemain untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai "pengepungan zombi perbatasan" dengan cara menumpuk balok-balok bergaya Tetris. Tujuan utamanya adalah untuk "mempertahankan garis batas" dari serbuan karakter piksel yang merepresentasikan imigran dari perbatasan selatan Amerika Serikat. Namun, berbeda dengan permainan asli yang diciptakan pada tahun 1984, balok yang berhasil disusun rapi dalam "Build the Wall" tidak akan menghilang. Setiap susunan justru dirancang untuk membentangkan barikade permanen yang tidak dapat ditembus.
Kronologi Penarikan Game Propaganda Gedung Putih
Pengembangan hingga penarikan game ini berlangsung relatif cepat setelah memicu protes keras dari berbagai pihak, baik dari industri kreatif maupun organisasi hak asasi manusia. Berikut adalah garis waktu peristiwa utama yang berujung pada penarikan permainan tersebut:
- Peluncuran Game: Gedung Putih mengunggah permainan "Build the Wall" di platform resminya sebagai sarana kampanye politik dan pembenaran atas kebijakan perbatasan yang ketat.
- Gelombang Protes Kemanusiaan: Organisasi hak asasi manusia mengecam narasi permainan yang dianggap mendegradasi martabat imigran dengan menggambarkan mereka sebagai figur "zombi".
- Pernyataan Resmi The Tetris Company: Pemilik hak cipta Tetris menerbitkan penolakan resmi atas keterlibatan mereka dan menegaskan siap mengambil langkah hukum atas dugaan pelanggaran kekayaan intelektual.
- Penghapusan Akses: Pengelola situs Gedung Putih secara diam-diam menghapus gim tersebut dari domain publik pada akhir pekan.
Analisis Komparatif dan Implikasi Hukum
Penggunaan karya intelektual tanpa izin untuk kepentingan propaganda politik menjadi sorotan utama dalam insiden ini. Pakar hukum menilai bahwa modifikasi mekanik permainan tanpa izin resmi jelas berpotensi melanggar undang-undang hak cipta yang berlaku di Amerika Serikat.
| Parameter Komparasi | Tetris Asli (The Tetris Company) | Build the Wall (Gedung Putih) |
|---|---|---|
| Mekanisme Baris | Baris menghilang saat terisi penuh untuk menambah skor | Baris tidak menghilang, bertumpuk menjadi dinding permanen |
| Visual & Narasi | Bentuk geometris murni (Tetrimino) tanpa pesan politik | Balok dinding dan karakter piksel "zombi" perbatasan |
| Status Lisensi | Hak cipta dan merek dagang terdaftar secara legal | Dihapus dari situs resmi akibat ancaman gugatan hukum |
Kritik tajam tidak hanya datang dari ranah hukum, tetapi juga dari kalangan aktivis kemanusiaan. Amerika Garcia Grewal, co-director dari kelompok hak-hak migran Texas Frontera Federation, menyatakan keprihatinan mendalam atas penggunaan media permainan digital untuk mempromosikan kebencian.
"Para pembuat permainan ini telah kehilangan sentuhan dengan apa artinya menjadi manusia dan kepedulian terhadap sesama," tegas Amerika Garcia Grewal dalam keterangannya kepada media.
Secara teknis, para pengamat permainan video juga menyoroti bahwa desain permainan yang dibuat Gedung Putih tersebut sangat cacat secara mekanik. Karena balok-balok yang dijatuhkan tidak pernah menghilang, area permainan dipastikan akan memenuhi layar secara cepat. Hal ini membuat setiap sesi permainan selalu berakhir dengan pesan kegagalan otomatis yang berbunyi "Border Breached" (Perbatasan Jebol), sebuah pesan yang justru dinilai ironis dan bertolak belakang dengan pesan propaganda yang ingin disampaikan.
Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan pasti di balik penghapusan gim tersebut maupun tanggapan terhadap ancaman hukum dari The Tetris Company.
Game propaganda "Build the Wall" resmi ditarik dari situs Gedung Putih. Langkah ini diambil setelah pemegang lisensi Tetris mengecam penggunaan elemen gim mereka secara ilegal. Selain masalah hukum, gim ini juga dikecam aktivis HAM karena menggambarkan imigran sebagai "zombi". Baca selengkapnya di Apaberita.com
Comments (0)