Wabah Salmonella di Eropa Tembus 106 Kasus, Penggunaan Mi Instan Mentah Disorot
Apaberita – Lebih dari 100 orang di Eropa terkonfirmasi terinfeksi bakteri Salmonella Stanley dalam kurun waktu delapan bulan terakhir. Berdasarkan laporan
Apaberita – Lebih dari 100 orang di Eropa terkonfirmasi terinfeksi bakteri Salmonella Stanley dalam kurun waktu delapan bulan terakhir. Berdasarkan laporan yang dihimpun redaksi, sebanyak 106 kasus tercatat di 13 negara Eropa dan Inggris Raya antara November 2025 hingga Juni 2026.
Dari total kasus tersebut, 49 pasien memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Kelompok yang paling terdampak adalah anak-anak dan dewasa muda. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat wabah ini.
Inggris Raya mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 29 pasien terkonfirmasi. Lithuania menyusul dengan 23 kasus, Jerman 14 kasus, dan Denmark 10 kasus. Sembilan negara lainnya melaporkan masing-masing kurang dari 10 kasus.
Otoritas kesehatan Eropa mengidentifikasi bahwa sebagian besar pasien mengaku mengonsumsi mi instan dalam kondisi mentah sebelum mengalami gejala infeksi.
Investigasi epidemiologis menunjukkan pola konsumsi mi instan mentah sebagai alternatif camilan renyah menjadi titik temu di antara para pasien. Produk mi instan yang dimaksud diduga berasal dari satu produsen yang sama, meskipun otoritas belum merilis identitas merek secara resmi.
Gejala infeksi Salmonella Stanley meliputi diare, demam, kram perut, dan mual yang muncul 6 hingga 72 jam setelah konsumsi. Mayoritas pasien sembuh dalam 4 hingga 7 hari tanpa pengobatan khusus, namun 46,2% pasien dalam wabah ini memerlukan rawat inap—proporsi yang tergolong tinggi dibandingkan wabah Salmonella pada umumnya.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) merekomendasikan agar konsumen memasak mi instan sesuai petunjuk kemasan dan menghindari konsumsi dalam kondisi mentah. Proses perebusan pada suhu minimal 70 derajat Celsius efektif membunuh bakteri Salmonella.
Comments (0)