Sep 16, 2026
Nasional

Umat Islam Diimbau Amalkan Doa Bepergian demi Keselamatan Perjalanan

Aktivitas bepergian atau safar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari peradaban manusia sejak ribuan tahun silam. Jika pada zaman Rasulullah SAW masyara

Umat Islam Diimbau Amalkan Doa Bepergian demi Keselamatan Perjalanan

Aktivitas bepergian atau safar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari peradaban manusia sejak ribuan tahun silam. Jika pada zaman Rasulullah SAW masyarakat menempuh jarak ratusan kilometer melintasi padang pasir menggunakan unta dan kuda, kini mobilitas modern telah bertransformasi dengan kehadiran kereta cepat, mobil pribadi, hingga pesawat terbang. Kendati moda transportasi terus berevolusi, nilai spiritual berupa permohonan perlindungan kepada Sang Pencipta tetap menjadi fondasi utama bagi setiap musafir.

Para pemuka agama senantiasa mengingatkan pentingnya melafalkan doa bepergian sebelum melangkahkan kaki ke luar rumah. Tradisi profetik ini bukan sekadar ritual lisan, melainkan manifestasi dari rasa tawakal dan kepasrahan hamba atas segala dinamika dan potensi bahaya yang mengintai di sepanjang jalan.

Makna Filosofis dan Perlindungan Spiritual

Dalam khazanah Islam, bepergian dipandang sebagai momen krusial yang memerlukan kesiapan fisik, mental, sekaligus spiritual. Membaca doa diyakini mampu menghadirkan ketenangan batin serta menjauhkan pengendara maupun penumpang dari rasa cemas yang berlebihan.

“Doa safar merupakan perisai spiritual bagi seorang mukmin. Ketika kita menaiki kendaraan, kita mengakui keterbatasan diri bahwa tanpa kuasa dan pertolongan Allah, kita tidak akan sanggup mengendalikan sarana transportasi tersebut menuju tempat tujuan dengan selamat,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah, KH Ahmad Munir, dalam kajian adab perjalanan di Jakarta.

Membiasakan diri melantunkan doa safar juga memperkuat kesadaran etis pengemudi untuk tetap berhati-hati, menghormati sesama pengguna jalan, dan tidak bersikap ugal-ugalan selama perjalanan berlangsung.

Panduan Adab dan Bacaan Doa Perjalanan

Rasulullah SAW telah mewariskan tata cara dan bacaan doa yang komprehensif ketika seorang muslim hendak menempuh perjalanan. Berikut rangkaian amalan yang dianjurkan:

  • Membaca Doa Keluar Rumah: “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, la hawla wa la quwwata illa billah” (Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
  • Membaca Doa Menaiki Kendaraan: “Subhanalladzi sakh-khoro lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun” (Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami).
  • Melakukan Salat Sunnah Safar: Mengerjakan salat sunnah dua rakaat di rumah sebelum memulai perjalanan jauh sebagai bentuk permohonan keselamatan.
  • Memperbanyak Zikir dan Doa: Memanfaatkan waktu selama perjalanan untuk berdoa karena doa seorang musafir termasuk doa yang mustajab.

Relevansi Menjaga Spiritualitas di Era Modern

Di tengah pesatnya kemajuan teknologi navigasi dan sistem keselamatan transportasi, ketergantungan manusia kepada perlindungan Ilahi tidak boleh memudar. Mengawali perjalanan dengan doa menjadi sarana penyeimbang antara ikhtiar rasional—seperti mengecek kelaikan kendaraan dan mematuhi rambu lalu lintas—dengan kepasrahan spiritual.

Dengan mengintegrasikan doa ke dalam kebiasaan berkendara sehari-hari, setiap perjalanan tidak hanya menjadi perpindahan fisik semata, melainkan juga bernilai ibadah yang mendatangkan pahala dan keberkahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User