Kekalahan telak 3-0 Tottenham Hotspur dari Brentford pada Sabtu lalu di Stadion Gtech Community menjadi alarm besar bagi klub asal London Utara itu. Bukan hanya skor yang memalukan, melainkan penampilan para pemain yang tampak jauh dari kebugaran terbaiknya. Manajer Roberto De Zerbi tidak ragu membongkar masalah ini di depan publik, bahkan berani menyebut nama-nama pemain yang dinilainya belum berada di level fisik yang dibutuhkan.
De Zerbi Berani Sebut Nama Pemain
Dalam konferensi pers setelah laga, De Zerbi secara blak-blakan mengkritisi kondisi fisik sejumlah pemain anyar klub. Salah satu yang disebut adalah bek Jan Paul van Hecke yang dituding belum berada di level fisik yang tepat. Kritik serupa juga ditujukan kepada Marcos Senesi dan Sandro Tonali, dua rekrutan baru lainnya yang dianggap belum siap tampil penuh.
"Mereka belum berada di level fisik yang tepat. Ini bukan sesuatu yang mengejutkan bagi kami, tetapi kami harus segera memperbaikinya," ujar De Zerbi.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa masalah kebugaran para pemain baru sebenarnya sudah diketahui sejak awal. De Zerbi menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah kejutan baginya, yang mengindikasikan bahwa manajemen klub telah memperhitungkan risiko ini jauh sebelum bursa transfer ditutup.
Akar Masalah: Tur Australia dan Jadwal Padat
Ada dua faktor utama yang menjadi biang keladi menurunnya kebugaran skuad Spurs: turnamen Piala Dunia dan tur pramusim ke Australia. Kombinasi keduanya membuat para pemain kehilangan ritme dan waktu persiapan yang ideal menjelang kompetisi musim ini.
Tur pramusim ke Australia memang menarik secara komersial, namun secara fisik membebani pemain akibat perjalanan jauh dan perbedaan zona waktu. Sementara itu, pemain yang tampil di Piala Dunia butuh waktu pemulihan lebih panjang. Ketika keduanya digabung dalam satu musim, hasilnya adalah skuad yang tidak sinkron dan kebugaran yang timpang antarpemain.
Dampak di Lapangan
Kekalahan telak dari Brentford menjadi bukti nyata dari masalah ini. Lini belakang Spurs tampak rapuh, lini tengah kesulitan menguasai bola, dan serangan mereka kehilangan ketajaman. Ketimpangan kebugaran antar pemain membuat taktik De Zerbi yang mengandalkan tekanan tinggi dan penguasaan bola sulit dijalankan.
| Faktor | Dampak pada Skuad |
|---|---|
| Tur Australia | Perjalanan jauh, jet lag, waktu adaptasi kurang |
| Piala Dunia | Pemulihan fisik lebih lama bagi pemain inti |
| Kombinasi keduanya | Kebugaran timpang, ritme permainan hilang |
Jadwal padat juga menjadi ancaman nyata. Spurs harus menghadapi laga Carabao Cup melawan Charlton dan pertandingan penting kontra Newcastle dalam waktu berdekatan. Beban ini diperkirakan akan semakin menguji kedalaman skuad yang saat ini tengah dalam masa transisi kebugaran.
Langkah ke Depan
De Zerbi tampaknya sadar bahwa tidak ada solusi instan untuk masalah ini. Yang bisa dilakukan adalah memberi waktu pemulihan yang cukup bagi para pemain dan mengelola menit bermain secara hati-hati. Para pengamat menilai bahwa Spurs harus realistis dalam target di awal musim ini dan fokus membangun fondasi kebugaran sebelum mengejar hasil maksimal.
Pertandingan melawan Newcastle dan laga Carabao Cup akan menjadi ujian sesungguhnya apakah Spurs mampu bangkit dari keterpurukan fisik ini. Jika tidak segera diatasi, kekalahan dari Brentford bisa menjadi awal dari musim yang jauh lebih pahit bagi klub besutan De Zerbi.
Comments (0)