Sep 16, 2026
Hukum

Tim SAR Terjunkan 4 Unit Cari Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Operasi pencarian terhadap kapal cepat (speedboat) yang membawa rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda kini memasuki fase intensif. Tim Search and Resc

Tim SAR Terjunkan 4 Unit Cari Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Operasi pencarian terhadap kapal cepat (speedboat) yang membawa rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda kini memasuki fase intensif. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan memutuskan untuk memperluas radius penyisiran dengan membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) setelah kapal tersebut dilaporkan hilang kontak sejak beberapa jam lalu.

Pencarian skala besar ini melibatkan personel terpadu dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Ditpolairud Polda Banten, TNI Angkatan Laut, serta relawan nelayan setempat. Seluruh armada dikerahkan guna melacak keberadaan kapal yang ditumpangi awak media saat tengah melakukan agenda peliputan maritim tersebut.

Kronologi dan Urutan Kejadian Hilang Kontak

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun otoritas pelabuhan dan pos Basarnas, kapal cepat tersebut berangkat dalam kondisi cuaca yang dinamis sebelum akhirnya kehilangan komunikasi radio dan radar. Berikut kronologi operasi yang berlangsung:

  1. Pukul 08.30 WIB: Rombongan jurnalis bertolak dari dermaga penyeberangan menuju wilayah perairan terbuka untuk peliputan khusus.
  2. Pukul 11.45 WIB: Komunikasi terakhir tercatat antara nakhoda kapal dan petugas darat, sebelum sinyal radio dan telepon satelit terputus secara mendadak.
  3. Pukul 13.00 WIB: Pihak keluarga dan instansi media melaporkan insiden hilang kontak setelah kapal tidak tiba di titik koordinat yang telah ditentukan.
  4. Pukul 14.15 WIB: Basarnas resmi menetapkan status kedaruratan dan menerjunkan tim pendahulu ke area perairan Selat Sunda.

Strategi Penyisiran Melalui Empat Unit SAR

Guna memaksimalkan efektivitas operasi di laut lepas, Tim SAR gabungan membagi strategi operasi ke dalam empat sektor utama dengan dukungan armada laut bertenaga tinggi:

  • SRU 1: Menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas untuk menyisir area koordinat terakhir kapal terdeteksi (last known position).
  • SRU 2: Kapal Patroli Ditpolairud Polda Banten bergerak ke arah selatan mendekati gugusan pulau-pulau kecil di sekitar Selat Sunda.
  • SRU 3: Unsur Kapal Angkatan Laut (KAL) TNI AL memperluas penyisiran di perairan lepas menuju alur penyeberangan utama.
  • SRU 4: Tim darat dan relawan menyisir garis pantai serta berkoordinasi intensif dengan komunitas nelayan pesisir Banten dan Lampung.
"Kami membagi empat sektor pencarian agar tidak ada titik buta di perairan. Fokus utama kami adalah menemukan koordinat fisik kapal secepat mungkin sebelum kondisi cuaca memburuk menjelang petang," ujar juru bicara tim SAR gabungan di Posko Darurat.

Tantangan Arus Kuat dan Cuaca Ekstrem

Karakteristik perairan Selat Sunda yang memiliki pertemuan arus laut kuat menjadi tantangan terbesar dalam operasi penyelamatan ini. Ketinggian gelombang laut yang dilaporkan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter serta angin kencang membuat tim evakuasi harus memperhitungkan pergerakan hanyut (drift pattern) secara cermat.

Otoritas pelabuhan juga telah mengeluarkan peringatan maritim (Notice to Mariners) kepada seluruh kapal niaga dan kapal feri yang melintasi Selat Sunda agar turut memantau dan segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan kapal rombongan jurnalis tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User