Teheran/Irak — Presiden Iran Percepat Kepulangan dari Irak usai Serangan Militer AS

Baghdad, Apaberita — Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara mendadak mempersingkat kunjungan kenegaraannya di Irak dan langsung kembali ke Teheran pada Rab

Jul 08, 2026 - 14:23
0 0
Teheran/Irak — Presiden Iran Percepat Kepulangan dari Irak usai Serangan Militer AS
Baghdad, Apaberita — Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara mendadak mempersingkat kunjungan kenegaraannya di Irak dan langsung kembali ke Teheran pada Rabu (8/7/2026). Keputusan ini diambil setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah titik di wilayah Iran.

Kronologi Kepulangan Mendadak

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pezeshkian diketahui telah berada di Najaf, Irak, sejak awal pekan ini. Kunjungannya ke negara tetangga tersebut semula direncanakan berlangsung selama tiga hari, dengan agenda utama menghadiri rangkaian prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat pada akhir pekan lalu. Jenazah Khamenei dijadwalkan diarak menuju Kota Suci Najaf dan Karbala dalam prosesi kenegaraan yang melibatkan ribuan peziarah.

Namun, eskalasi situasi keamanan berubah drastis pada Rabu dini hari waktu setempat. Sekitar pukul 03.15 waktu Teheran, militer AS melancarkan serangan presisi ke tiga lokasi strategis di wilayah Iran. Menurut sumber keamanan yang enggan disebutkan namanya, serangan tersebut menyasar fasilitas militer di Provinsi Kerman, pusat pengembangan rudal di dekat Isfahan, dan satu titik pantau perbatasan di Khuzestan.

Begitu menerima laporan serangan tersebut melalui saluran komunikasi darurat, tim protokoler kepresidenan Iran langsung mengaktifkan protokol keamanan level tertinggi. Pezeshkian, yang saat itu sedang bersiap menuju Karbala, segera dialihkan rutenya menuju Bandar Udara Internasional Baghdad. Pesawat kepresidenan yang telah disiagakan sebelumnya lepas landas pada pukul 06.45 waktu setempat.

"Presiden Pezeshkian telah meninggalkan wilayah Irak dan saat ini dalam perjalanan kembali ke Teheran. Kunjungan tingkat tinggi dengan para pejabat Irak yang sedianya dijadwalkan sore ini terpaksa ditunda," ujar juru bicara Kantor Kepresidenan Iran dalam pernyataan singkatnya kepada media.

Agenda yang Batal dan Dampak Diplomatik

Selain menghadiri prosesi pemakaman Khamenei, Pezeshkian semula memiliki agenda padat di Irak. Berikut adalah poin-poin utama yang terdampak:

  • Pembicaraan bilateral dengan Presiden Irak Abdul Latif Rashid dan Perdana Menteri Mohammed Shia' Al Sudani yang diagendakan membahas kerja sama energi dan keamanan perbatasan.
  • Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perdagangan senilai 4,7 miliar dolar AS yang mencakup sektor minyak, gas, dan infrastruktur listrik.
  • Pertemuan trilateral dengan perwakilan Suriah untuk membahas stabilitas kawasan, yang kini dipastikan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Kementerian Luar Negeri Irak mengonfirmasi penundaan seluruh agenda bilateral tersebut. Dalam keterangan resminya, pihak Irak menyatakan "memahami sepenuhnya urgensi situasi yang dihadapi Teheran saat ini."

Konteks Serangan dan Situasi Terkini

Departemen Pertahanan AS, melalui juru bicaranya, membenarkan otorisasi serangan tersebut. Menurut Pentagon, operasi ini merupakan respons langsung terhadap dugaan keterlibatan Iran dalam serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz yang terjadi pada 2 Juli 2026.

Data awal yang dihimpun Apaberita dari otoritas Iran menunjukkan sedikitnya 12 personel militer dilaporkan gugur dalam serangan di tiga lokasi tersebut. Kerusakan infrastruktur masih dalam tahap asesmen, namun laporan awal menyebutkan dua hanggar penyimpanan peralatan militer dan satu menara komunikasi hancur total.

Dewan Keamanan Nasional Iran telah menggelar rapat darurat yang dipimpin langsung oleh Pezeshkian seusai mendarat di Teheran pada pukul 09.20 waktu setempat. Kantor Berita IRNA melaporkan bahwa rapat tersebut masih berlangsung hingga berita ini diturunkan.

Pasar minyak global langsung bereaksi terhadap eskalasi ini. Harga minyak mentah Brent melonjak 4,8 persen ke level 92,35 dolar AS per barel pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, tertinggi dalam kurun waktu 14 bulan terakhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User