Teheran — Serangan AS Kembali Tewaskan 14 Warga, 78 Luka

Langit malam Teheran kembali dipenuhi kilatan ledakan pada Rabu (8/7) waktu setempat, saat jet-jet tempur Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan ud

Jul 10, 2026 - 02:21
0 0
Teheran — Serangan AS Kembali Tewaskan 14 Warga, 78 Luka

Langit malam Teheran kembali dipenuhi kilatan ledakan pada Rabu (8/7) waktu setempat, saat jet-jet tempur Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara lanjutan. Ini menandai hari kedua eskalasi saling serang antara Washington dan Teheran, yang langsung memakan korban sipil dalam jumlah signifikan. Dentuman keras terdengar di sejumlah wilayah ibu kota, disusul kepulan asap hitam yang membubung tinggi di tengah jerit panik warga.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Iran yang dihimpun kantor berita AFP pada Kamis (9/7/2026), sedikitnya 14 orang tewas dan 78 lainnya luka-luka akibat bombardir AS sepanjang hari kedua. Angka korban ini menambah panjang daftar hitam konfrontasi langsung kedua negara, yang sempat mereda dalam beberapa bulan terakhir sebelum kembali meledak pekan ini.

Dapur Darurat Rumah Sakit Kewalahan

Di Rumah Sakit Imam Khomeini, salah satu fasilitas kesehatan utama Teheran, koridor dan lobi berubah menjadi bangsal darurat. Tandu-tandu berjajar dengan pasien yang sebagian besar mengalami luka bakar, sobekan selarik, dan patah tulang akibat reruntuhan bangunan. Raung ambulans tak henti meraung di jalanan, mengangkut korban dari puing-puing permukiman yang hancur.

Dari 78 korban luka, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 47 orang masih dirawat intensif di berbagai rumah sakit, sementara sisanya sudah diperkenankan pulang setelah memperoleh perawatan medis. Jumlah ini menandakan bahwa setidaknya 31 korban luka tergolong ringan, namun beban fasilitas kesehatan tetap berat karena pasien baru terus berdatangan dari lokasi serangan yang belum sepenuhnya dievakuasi.

Tim relawan PMI Iran turut dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban di bawah reruntuhan. “Kami masih mendengar suara ketukan dari bawah puing di distrik selatan,” ujar seorang sukarelawan yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan suasana getir yang menyelimuti kota.

Pernyataan Resmi dan Kronologi Serangan

Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, memberikan pernyataan resmi melalui akun media sosial X miliknya. Ia merinci distribusi korban dan kondisi terkini penanganan medis.

“Dari jumlah korban luka tersebut, sebanyak 47 orang masih dirawat di rumah sakit dan sisanya telah diperbolehkan pulang setelah menerima perawatan medis,” tulis Kermanpour, mengonfirmasi angka yang dilaporkan AFP.

Serangan dimulai pada Selasa (7/7) sebagai respons AS terhadap dugaan serangan proksi Iran terhadap aset militer Amerika di Teluk Persia. Dalam 48 jam, Washington melancarkan puluhan serangan udara yang menyasar infrastruktur pertahanan dan pusat komando Iran. Namun, laporan dari sumber lokal dan rekaman amatir menunjukkan bahwa beberapa proyektil meleset dan menghantam kawasan pemukiman padat, yang menjadi penyebab utama jatuhnya korban sipil.

Pemerintah Iran belum mengumumkan jumlah korban dari pihak militer, tetapi Garda Revolusi menyatakan akan melakukan “balasan yang setimpal” dalam pernyataan singkat yang disiarkan televisi nasional. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran telah mengajukan protes keras ke Dewan Keamanan PBB dan organisasi kemanusiaan internasional.

Kecaman Dunia dan Ketidakpastian Eskalasi

Gelombang serangan kedua ini memicu kecaman dari sejumlah negara dan organisasi kemanusiaan. Uni Eropa melalui pernyataan resmi menyebut serangan terhadap kawasan sipil sebagai “pelanggaran berat hukum humaniter internasional.” Palang Merah Internasional (ICRC) juga mendesak agar akses bantuan kemanusiaan segera dibuka untuk menjangkau daerah-daerah yang terdampak.

Di tengah situasi yang serba tak menentu, warga Teheran berusaha mempertahankan secercah kehidupan normal. Sekolah-sekolah diliburkan, toko-toko tutup lebih awal, dan pasokan listrik kerap terputus. Namun, di beberapa sudut kota, sekelompok pemuda terlihat menggelar doa bersama, menerangi kegelapan malam dengan cahaya lilin—simbol keletihan akan perang yang tak kunjung usai.

Kementerian Kesehatan Iran mengimbau agar seluruh fasilitas kesehatan di provinsi sekitar Teheran bersiaga penuh untuk menerima limpahan pasien. “Kami berjuang dengan segala sumber daya yang ada, tetapi situasi ini sangat mengkhawatirkan,” ucap seorang perawat kepada kantor berita lokal IRNA, menggambarkan tekanan psikologis yang dirasakan para tenaga medis.

Sejauh ini, korban tewas pada hari kedua tercatat mencapai 14 jiwa, menjadikan total korban jiwa sejak konflik terbuka ini mencapai sedikitnya 28 orang dengan ratusan luka. Belum ada indikasi de-eskalasi dari kedua belah pihak, sementara harga minyak dunia melonjak tajam di pasar internasional sebagai dampak langsung dari ketegangan di kawasan Teluk.

[TAGS]: Iran, AS, serangan udara, korban sipil, Teheran [SOCIAL_TWEET]: Serangan AS lanjutan di Teheran kembali menewaskan 14 warga sipil dan melukai 78 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Iran. 47 korban masih dirawat intensif. #Iran #USSerrangan #KrisisKemanusiaan [SOCIAL_FB]: Kilatan ledakan kembali menyelimuti Teheran. Hari kedua saling serang antara AS dan Iran mengakibatkan 14 orang tewas dan puluhan luka. Simak fakta lengkap dan pernyataan resmi dari pihak berwenang Iran di sini. [SOCIAL_TG]: 🔴 Teheran Kembali Dibombardir AS Sedikitnya 14 orang tewas, 78 luka pada hari kedua serangan. 47 korban masih dirawat di rumah sakit. 💔 Situasi medis makin kritis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User