Sosok Komjen Suyudi Ario Seto di Balik Penangkapan Buronan Interpol
Jakarta, Apaberita – Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, menjadi figur sentral di balik penangkapan seorang buronan Interpol yang te...
Jakarta, Apaberita – Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, menjadi figur sentral di balik penangkapan seorang buronan Interpol yang tergolong dalam daftar High-Value Target (HVT) jaringan narkotika transnasional. Operasi yang digelar pada Minggu, 23 Maret 2025, pukul 02.15 WIB, di sebuah vila di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, itu mengamankan seorang pria berkewarganegaraan ganda berinisial A.X., yang telah masuk dalam Red Notice Interpol sejak 2023. Penangkapan tersebut menandai babak baru dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika dan menegaskan komitmen BNN di bawah kepemimpinan Suyudi yang dikenal tegas dan tak kenal kompromi terhadap para bandar besar.
Operasi yang melibatkan 45 personel gabungan dari Direktorat Penindakan dan Pengejaran BNN serta Detasemen Khusus 88 Antinarkoba Polri itu, turut menyita barang bukti berupa 12 kilogram sabu-sabu kemasan teh China, 5.000 butir ekstasi, serta uang tunai senilai Rp3,2 miliar dalam pecahan rupiah dan dolar AS. A.X. sendiri diketahui sebagai pemasok utama bahan baku narkotika untuk laboratorium gelap di wilayah Sumatera Utara dan Riau, yang telah beroperasi selama empat tahun terakhir.
Jejak Karier: Dari Polri Hingga Pucuk Pimpinan BNN
Karier Suyudi Ario Seto di kepolisian dimulai setelah ia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1990. Ia kemudian menapaki berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat pada tahun 2010, lalu Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada 2014. Keberhasilannya membongkar pabrik narkoba berskala besar di Cikande, Serang, pada 2016 membuat namanya melambung dan dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala BNN pada 2018. Setelah bertugas di Kepolisian Daerah Jawa Timur sebagai Kapolda sejak 2021, ia kemudian dipromosikan menjadi Kepala BNN pada 1 April 2024 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 45/Polri/2024. Pangkat Komisaris Jenderal disandangnya bersamaan dengan pelantikan tersebut.
Berdasarkan catatan kinerja, selama setahun memimpin BNN, Suyudi telah menginisiasi Program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang kini diterapkan di 74 kabupaten/kota, serta menjalin kerja sama pertukaran intelijen dengan Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat dan Australian Federal Police (AFP). ‘Pendekatan holistik yang menggabungkan penindakan, pencegahan, dan rehabilitasi adalah kunci,’ ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional BNN pada 12 Februari 2025.
Kronologi Penangkapan: Intelijen dan Koordinasi Lintas Negara
Buronan A.X. diketahui masuk ke Indonesia melalui jalur laut di Batam pada 17 Maret 2025, menggunakan identitas palsu dengan nama Christopher Lee. Informasi pergerakan ini diperoleh BNN dari hasil kolaborasi dengan Kantor Pusat Interpol di Lyon, Prancis, serta Kepolisian Kerajaan Malaysia. ‘Sejak awal masuk, seluruh pergerakan yang bersangkutan sudah dalam pantauan kami. Kami sengaja menunggu waktu yang tepat untuk meminimalkan risiko,’ kata Suyudi dalam konferensi pers di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (24/3).
Pada hari penangkapan, tim bergerak cepat setelah memastikan target berada di vila yang disewa melalui perantara lokal. Sekitar pukul 01.45 WIB, 30 personel menyebar mengelilingi vila, sementara 15 personel lainnya melakukan penyergapan dari pintu depan dan belakang. A.X. yang saat itu tengah bersama seorang perempuan warga negara Indonesia tidak melakukan perlawanan berarti. Petugas langsung mengamankan telepon satelit, dua ponsel pintar, serta laptop yang diduga berisi data transaksi keuangan sindikat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) yang ancaman hukumannya maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Respons Publik dan Langkah Tindak Lanjut
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto, dalam keterangannya di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (25/3), mengapresiasi kinerja BNN di bawah Suyudi. ‘Penangkapan ini menunjukkan bahwa kapasitas intelijen dan penindakan BNN semakin profesional dan mampu berkolaborasi di level global. Pemerintah akan terus mendukung penguatan alat utama sistem pertahanan keamanan rakyat semesta di bidang narkotika,’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Internasional BNN, Brigjen Pol. Dr. Niken Larasati, menambahkan bahwa pihaknya tengah memproses ekstradisi A.X. ke negara peminta, meskipun proses hukum di Indonesia akan diprioritaskan terlebih dahulu.
Suyudi menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak akan membuat BNN lengah. Dalam rapat terbatas dengan jajaran Deputi Pemberantasan, ia memerintahkan pengembangan kasus untuk membongkar jaringan pemasok dan penerima di dalam negeri. ‘Kami sudah mengantongi nama-nama yang terafiliasi dengan tersangka. Ini hanya masalah waktu sebelum seluruh jaringannya kita lumpuhkan,’ tegasnya. Berdasarkan data yang dihimpun Apaberita, BNN sepanjang Januari–Maret 2025 telah mengungkap 127 kasus narkotika, menangkap 198 tersangka, dan menyita aset senilai Rp1,02 triliun. Angka itu meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan capaian ini, profil Suyudi Ario Seto semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin lembaga antinarkotika yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam diplomasi keamanan internasional. Pengamat kepolisian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Adrianus Pramudianto, menilai Suyudi sebagai figur yang mampu menjembatani pendekatan represif dan preventif. ‘Kita berharap, di bawah kepemimpinannya, Indonesia bisa benar-benar keluar dari darurat narkotika yang telah merenggut 12.000 nyawa per tahun,’ ujarnya. Sementara itu, publik pun menanti langkah selanjutnya dari perwira tinggi kelahiran Surabaya, 10 November 1968, yang dikenal gemar olahraga tinju ini.
Comments (0)