Sleman — Prabowo dan PM Modi Resmikan Restorasi Candi Prambanan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi, secara resmi menandai rampungnya proyek konservasi dan restora
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi, secara resmi menandai rampungnya proyek konservasi dan restorasi Candi Prambanan dalam sebuah seremoni kenegaraan yang khidmat di kompleks candi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Momen bersejarah ini bukan sekadar seremoni potong pita, melainkan simbol kokoh dari kerja sama bilateral yang telah terjalin erat selama puluhan tahun di bidang kebudayaan dan pelestarian warisan dunia. Situs yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia pada tahun 1991 ini menjadi saksi bisu perpaduan keahlian teknis arkeolog, insinyur, dan ahli konservasi dari kedua negara yang bahu-membahu memulihkan kemegahan peninggalan abad ke-9 tersebut.
Rangkaian Peresmian dan Jejak Historis Kerja Sama
Seremoni peresmian ini merupakan puncak dari hubungan diplomatik yang mendalam antara Jakarta dan New Delhi, khususnya dalam konteks diplomasi budaya. Candi Prambanan yang merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia memiliki ikatan historis yang tak terpisahkan dengan peradaban India.- Pukul 09.00 WIB: Rombongan Presiden Prabowo dan PM Modi tiba di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan. Keduanya disambut dengan tarian tradisional Ramayana yang menggambarkan kisah epik yang juga terpahat di relief dinding candi utama.
- Peninjauan Zona Restorasi: Kedua pemimpin melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik utama restorasi. Mereka mengamati teknik anastylosis—metode pemugaran dengan menyusun kembali batu-batu asli candi—yang telah diterapkan oleh tim gabungan Indonesia-India pada Candi Siwa dan Candi Brahma.
- Penandatanganan Prasasti: Momen kunci terjadi ketika Prabowo dan Modi menandatangani prasasti peresmian di area Candi Siwa, menandai selesainya proyek restorasi tahap ketiga yang dimulai sejak awal 2020.
- Pertukaran Cendera Mata: Kedua pemimpin saling memberikan cendera mata simbolis berupa replika artefak bersejarah. Modi menyerahkan miniatur stupa Sanchi, sementara Prabowo memberikan kipas batik bermotif Parang.
Detail Proyek Konservasi dan Anggaran
Proyek konservasi dan restorasi Candi Prambanan ini melibatkan lebih dari 150 tenaga ahli, terdiri dari arkeolog, ahli geologi, insinyur struktur, dan konservator dari kedua negara. Pemerintah India melalui Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) telah mengucurkan dana hibah sebesar 2,5 juta dolar AS atau sekitar Rp38,7 miliar untuk mendanai sebagian besar proyek ini, melengkapi alokasi dari APBN Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan. Fokus utama restorasi tahap ketiga ini mencakup penguatan struktur inti Candi Siwa setinggi 47 meter, pembersihan mikroorganisme pengganggu pada relief batu andesit menggunakan teknologi laser, serta penggantian sistem drainase bawah tanah di sekitar kompleks candi untuk mencegah genangan air yang selama ini menjadi ancaman serius pelapukan batuan. Teknologi pemindaian 3D dan fotogrametri juga diperkenalkan oleh tim dari Archaeological Survey of India (ASI) untuk mendokumentasikan setiap detail batu candi secara digital—sebuah langkah preventif untuk kemudahan restorasi di masa mendatang.Signifikansi Strategis: Lebih dari Sekadar Pemugaran Batu
Peresmian ini menegaskan kembali posisi strategis Indonesia dan India sebagai dua pusat peradaban maritim dan budaya di Asia. Candi Prambanan yang dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Mataram Kuno merupakan bukti nyata akulturasi agama Hindu dengan kearifan lokal Nusantara. Kolaborasi restorasi ini menjadi jembatan kontemporer yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan hubungan kedua negara.- Diplomasi Budaya: Kerja sama ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis India di Asia Tenggara dalam kerangka Act East Policy yang dicanangkan Modi sejak menjabat.
- Transfer Teknologi: Ahli konservasi Indonesia mendapatkan akses langsung terhadap teknologi restorasi terkini milik ASI yang telah teruji di puluhan situs warisan dunia di India, termasuk Taj Mahal dan Kuil Matahari Konark.
- Dampak Ekonomi Kreatif: Selesainya restorasi diproyeksikan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara hingga 25 persen dalam dua tahun ke depan, menciptakan ribuan lapangan kerja baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Usai seremoni, Presiden Prabowo menyampaikan pernyataan pers yang menekankan bahwa Indonesia dan India memiliki ikatan emosional dan spiritual yang kuat, tidak hanya dalam konteks sejarah tetapi juga dalam semangat gotong royong membangun masa depan. "Candi ini bukan hanya milik Indonesia, tetapi juga milik dunia. Hari ini kita membuktikan bahwa persahabatan sejati bisa memulihkan batu-batu yang nyaris runtuh menjadi monumen kebanggaan yang tegak kembali," ujarnya di hadapan awak media.
Comments (0)