Sep 17, 2026
Nasional

SINGAPURA — Malone Lam Mengaku Salah atas Perampokan Kripto Terbesar

WASHINGTON — Malone Lam, seorang pemuda berusia 20 tahun asal Singapura, secara resmi mengaku bersalah di Pengadilan Federal Amerika Serikat atas tuduhan k

SINGAPURA — Malone Lam Mengaku Salah atas Perampokan Kripto Terbesar

WASHINGTON — Malone Lam, seorang pemuda berusia 20 tahun asal Singapura, secara resmi mengaku bersalah di Pengadilan Federal Amerika Serikat atas tuduhan konspirasi pemerasan dan pencucian uang dalam kasus pencurian mata uang kripto raksasa. Pengakuan bersalah ini menandai titik balik salah satu pengungkapan kasus kejahatan siber bernilai fantastis yang pernah menyasar pemilik aset kripto individu, dengan total kerugian mencapai USD 230 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun.

Dalam berkas dakwaan yang diajukan oleh Departemen Kehakiman AS, Lam yang dikenal di ruang obrolan peretas dengan nama alias "Greed" atau "Anne", bertindak sebagai dalang utama bersama rekannya, Jeandiel Serrano. Mereka mengorganisir operasi peretasan psikologis canggih yang menargetkan seorang investor kripto kawakan yang berdomisili di Washington, D.C., pada 19 Agustus 2024 lalu.

Kronologi Eksekusi Perampokan Kripto Terbesar

Berdasarkan pengakuan tersangka dan dokumen pengadilan, skema kejahatan ini dirancang secara cermat melalui serangkaian tindakan manipulatif yang memanfaatkan kelalaian manusia. Berikut adalah tahapan kronologis aksi kejahatan tersebut:

  1. Kontak Awal dan Penyamaran: Para pelaku menghubungi korban secara bertahap melalui panggilan telepon dan pesan pribadi, dengan menyamar sebagai tim dukungan keamanan resmi dari platform Google dan bursa kripto Gemini.
  2. Ciptakan Kepanikan Palsu: Pelaku menyebarkan narasi palsu bahwa akun korban sedang diretas oleh pihak tak dikenal, sehingga korban terdesak untuk mengamankan asetnya dengan cepat.
  3. Pengambilalihan Akses: Pelaku mengarahkan korban untuk membagikan kunci privat (private key) serta kredensial otentikasi dua faktor (2FA) di bawah kendali alat peretas.
  4. Pemindahan Dana Masif: Begitu otoritas akses didapatkan, para pelaku menguras 4.100 Bitcoin dalam satu rangkaian transaksi kilat ke jaringan dompet penampung yang sulit dilacak.

Pencucian Uang dan Gaya Hidup Mewah Pelaku

Setelah memperoleh aset curian dalam jumlah fantastis, Lam dan komplotannya melancarkan strategi pencucian uang yang kompleks. Mereka memanfaatkan layanan pencampur transaksi (crypto mixer) serta bursa kripto terdesentralisasi untuk mengaburkan asal-usul dana sebelum mengonversinya menjadi uang tunai.

Hasil kejahatan tersebut kemudian dihabiskan secara agresif untuk mendanai gaya hidup super mewah di Los Angeles dan Miami. Lam dilaporkan membeli armada mobil sport mewah seperti Lamborghini, Ferrari, dan Porsche, membeli jam tangan mewah bernilai jutaan dolar, serta menyewa rumah mewah dengan biaya ratusan ribu dolar per bulan.

Parameter Kasus Rincian Data
Identitas Terdakwa Malone Lam (Alias "Greed" / "Anne"), 20 Tahun
Total Kerugian Korban USD 230 Juta (sekitar Rp 3,6 Triliun)
Jumlah Aset Kripto Sekitar 4.100 Bitcoin
Ancaman Hukuman Maksimal 20 Tahun Penjara Federal

Analisis Keamanan Siber dan Pelajaran Bagi Industri

Kasus Malone Lam menyoroti kelemahan krusial dalam ekosistem aset digital saat ini, di mana pertahanan sistem kriptografi yang kuat sering kali dapat ditembus bukan melalui kelemahan kode program, melainkan eksploitasi psikologis terhadap pengguna.

"Kejahatan siber sektor kripto kini semakin bergeser dari eksploitasi kode pintar ke peretasan psikologis atau social engineering yang menargetkan individu pemegang aset besar," tegas pengamat keamanan siber independen.

Biro Investigasi Federal (FBI) bersama otoritas kejaksaan federal menegaskan bahwa kolaborasi intelijen finansial siber internasional menjadi kunci utama dalam melacak pergerakan aset dan menangkap Lam di California. Lam kini menanti persidangan pembacaan vonis dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara di penjara federal AS serta kewajiban pengembalian seluruh kerugian korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User