SEOUL — Industri pertahanan Korea Selatan kembali mencatatkan keberhasilan strategis di kawasan Asia Tenggara. Galangan kapal terkemuka asal Korea Selatan, Hanwha Ocean Co., secara resmi mengumumkan bahwa perusahaan telah terpilih sebagai penawar prioritas (preferred bidder) untuk proyek pengadaan kapal perang jenis fregat baru bagi Angkatan Laut Kerajaan Thailand (Royal Thai Navy).
Kemenangan dalam proses tender ini memperkuat kemitraan pertahanan yang telah terjalin antara Hanwha Ocean dan militer Thailand. Sebelumnya, galangan kapal yang dahulu bernama Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) tersebut sukses menyerahkan kapal fregat multi-peran berbobot 3.700 ton, HTMS Bhumibol Adulyadej, kepada Angkatan Laut Thailand pada tahun 2018.
Analisis Keunggulan Strategis Hanwha Ocean di Pasar Global
Keberhasilan Hanwha Ocean menyingkirkan berbagai pesaing internasional dari Eropa dan Tiongkok tidak lepas dari kombinasi efisiensi biaya, jadwal pengiriman yang tepat, serta skema transfer teknologi yang fleksibel. Thailand yang memiliki garis pantai panjang di Teluk Thailand dan Laut Andaman terus memodernisasi armada maritimnya guna menjaga stabilitas jalur perdagangan vital di kawasan.
"Korea Selatan menawarkan kombinasi yang sangat kompetitif antara teknologi persenjataan berstandar NATO dan harga yang rasional jika dibandingkan dengan produsen asal Barat," ungkap seorang analis industri pertahanan maritim Asia-Pasifik.
Proyek alutsista strategis ini diproyeksikan mencakup paket integrasi sistem manajemen tempur modern, peranti radar canggih, serta dukungan logistik jangka panjang. Fregat baru ini dirancang untuk menjalankan misi anti-kapal selam (ASW), anti-kapal permukaan (ASuW), dan pertahanan udara (AAW).
| Parameter Proyek | Fregat Generasi Pertama (2018) | Proyek Fregat Baru |
|---|---|---|
| Nama / Tipe Kapal | HTMS Bhumibol Adulyadej | Desain Turunan Varian DW3000F |
| Deplasemen Air | 3.700 ton | 3.700 – 4.000 ton (Estimasi) |
| Estimasi Nilai Kontrak | ~USD 410 juta | USD 400 – 500 juta |
| Lokasi Pembuatan | Galangan Geoje, Korea Selatan | Galangan Geoje, Korea Selatan |
Timeline Negosiasi dan Tahapan Implementasi Proyek
Kendati status penawar prioritas telah diraih, pihak Hanwha Ocean masih harus menyelesaikan negosiasi teknis dan komersial tingkat akhir sebelum penandatanganan kontrak resmi (final contract agreement) dilakukan. Berikut adalah alur kronologis tahapan proyek pengadaan fregat ini:
- Tahap Evaluasi Dokumen dan Spesifikasi: Tim teknis Angkatan Laut Thailand melakukan audit menyeluruh terhadap proposal desain, kapabilitas sistem radar, dan persenjataan yang diajukan peserta tender.
- Penetapan Penawar Prioritas: Hanwha Ocean secara resmi diumumkan sebagai kandidat tunggal utama untuk memasuki fase negosiasi eksklusif.
- Negosiasi Kontrak Akhir: Pembahasan rinci mengenai nilai investasi, skema pembayaran, pemeliharaan, serta skema transfer teknologi bagi personil militer Thailand.
- Pelaksanaan Konstruksi: Proses pemotongan plat baja pertama (first steel cutting) akan dimulai di galangan kapal Geoje, Korea Selatan, segera setelah kesepakatan final ditandatangani.
Penunjukan ini juga menegaskan ambisi Hanwha Group sejak mengakuisisi DSME pada pertengahan 2023 lalu untuk memposisikan Hanwha Ocean sebagai pemain global utama dalam ekspor kapal perang permukaan dan kapal selam.
"Kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan solusi pertahanan maritim terbaik dan andal bagi Angkatan Laut Kerajaan Thailand demi menjaga kedaulatan perairan kawasan," tulis pernyataan resmi manajemen Hanwha Ocean.
Dengan estimasi nilai proyek mencapai USD 500 juta (sekitar Rp 7,7 triliun), kesepakatan ini diprediksi memberikan dorongan signifikan bagi rantai pasok industri manufaktur pertahanan di Kota Geoje, Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan.
Raksasa pertahanan Korea Selatan, Hanwha Ocean, resmi menjadi penawar prioritas untuk pengadaan kapal perang baru Thailand senilai puluhan triliun rupiah. Baca analisis selengkapnya di Apaberita.com!
Comments (0)