Sep 17, 2026
Hukum

SEOUL — Bos SK Group Terima Pembagian Harta Cerai 700 Miliar Won

Ketua SK Group, Chey Tae-won, dilaporkan siap menerima keputusan pembagian harta gono-gini senilai 700 miliar won (sekitar Rp8,1 triliun) dalam proses perc

SEOUL — Bos SK Group Terima Pembagian Harta Cerai 700 Miliar Won

Ketua SK Group, Chey Tae-won, dilaporkan siap menerima keputusan pembagian harta gono-gini senilai 700 miliar won (sekitar Rp8,1 triliun) dalam proses perceraian tingkat tinggi yang telah berlangsung bertahun-tahun melawan mantan istrinya, Roh Soh-yeong. Penyelesaian ini menandai titik balik penting dari salah satu kasus perceraian termahal dan paling banyak disorot dalam sejarah korporasi Korea Selatan, yang kini menanti pertimbangan akhir di Mahkamah Agung.

Perselisihan hukum yang melibatkannya tidak hanya menjadi urusan pribadi, tetapi juga mengguncang struktur kepemilikan SK Group, konglomerat (chaebol) terbesar kedua di Korea Selatan yang membawahi raksasa teknologi SK Hynix dan SK Telecom. Pembayaran tunai dalam jumlah yang sangat besar sebelumnya sempat memicu kekhawatiran pasar terkait potensi erosi kontrol manajemen Chey atas induk perusahaan.

Kronologi Sengketa Hukum Perselisihan Pernikahan

Kasus hukum yang rumit ini telah melewati perjalanan panjang di sistem peradilan Korea Selatan. Berikut adalah urutan kronologis perjalanan sengketa perceraian tersebut:

  1. Tahun 1988: Chey Tae-won menikahi Roh Soh-yeong, putri dari mantan Presiden Korea Selatan Roh Tae-woo, yang menyatukan elit bisnis dan politik negara tersebut.
  2. Desember 2015: Chey secara terbuka mengungkapkan keberadaan anak di luar nikah dan menyatakan niatnya untuk berpisah secara resmi dari Roh.
  3. Desember 2022: Pengadilan Keluarga Seoul mengabulkan gugatan cerai dan memerintahkan Chey membayar 66,5 miliar won dalam pembagian harta serta 1 miliar won untuk tunjangan. Keputusan ini dinilai terlalu kecil oleh pihak Roh dan berlanjut ke tingkat banding.
  4. Mei 2024: Pengadilan Tinggi Seoul membuat keputusan mengejutkan dengan melonjakkan angka pembagian harta menjadi 1,38 triliun won tunai dan tunjangan 2 miliar won, dengan pertimbangan dana rahasia keluarga Roh berkontribusi pada pertumbuhan awal SK Group.
  5. September 2024: Kasus mencapai babak akhir di Mahkamah Agung, di mana angka kompromi dan penyesuaian nominal sekitar 700 miliar won menjadi fokus utama untuk mengakhiri perselisihan hukum secara permanen.

Analisis Implikasi Finansial dan Kontrol Perusahaan

Keputusan pembagian harta ini membawa implikasi langsung terhadap stabilitas kepemilikan saham SK Inc. Jika keputusan Pengadilan Tinggi sebesar 1,38 triliun won diterapkan sepenuhnya tanpa kompromi, Chey berisiko harus menjual sebagian besar sahamnya di SK Inc., yang berpotensi melunakkan kendalinya atas grup korporasi tersebut.

"Sengketa perceraian ini bukan sekadar urusan domestik, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas manajerial salah satu chaebol terbesar di Korea Selatan," ungkap seorang analis senior pasar keuangan dari Seoul Financial Research.

Berikut adalah perbandingan skenario dampak finansial dari putusan hukum yang dihadapi oleh Chey Tae-won:

Parameter Putusan Pengadilan Tinggi (Mei 2024) Estimasi Kompromi Akhir (700 Miliar Won)
Total Pembagian Harta 1,38 Triliun Won 700 Miliar Won
Tunjangan (Alimony) 2 Miliar Won Disesuaikan
Risiko Penjualan Saham SK Inc. Sangat Tinggi (Ancaman takeover) Moderat (Dapat ditutupi pinjaman)
Stabilitas Manajemen Terancam Terdisrupsi Relatif Terkendali

Dampak Terhadap Pasar dan Masa Depan SK Group

Pasar saham merespons dinamika hukum ini dengan kecemasan yang terukur. Kejelasan nilai pembayaran gono-gini sebesar 700 miliar won memberikan kepastian yang sangat dibutuhkan investor. Angka ini dinilai lebih realistis bagi Chey untuk dihimpun melalui skema pinjaman dengan jaminan saham tanpa harus melepas porsi kepemilikan pengendalinya di SK Inc.

Secara keseluruhan, penyelesaian sengketa di tingkat Mahkamah Agung ini diharapkan memutus ketidakpastian hukum yang menyelimuti SK Group. Kasus ini juga menjadi preseden baru di Korea Selatan mengenai bagaimana kontribusi politik dan domestik diperhitungkan dalam pembagian aset korporasi raksasa pada era modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User