Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Ditarget Beroperasi Pertengahan Juli 2026
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menunjukkan progres yang menggembirakan. Berdasarkan pantauan Apaberita.com di lokasi, pembangunan fasilitas pendidikan gratis
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menunjukkan progres yang menggembirakan. Berdasarkan pantauan Apaberita.com di lokasi, pembangunan fasilitas pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu ini telah mencapai 90 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada 14 Juli 2026.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, usai melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan di Jombor, Bendosari, Sukoharjo. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono.
"Alhamdulillah, sudah 90 persen lebih, kita bersyukur SD, SMP, SMA sudah tinggal 10 persen. Itu artinya, pembukaan mulai 14 Juli masa penerimaan siswa sudah bisa dilakukan, sehingga tahun ajaran tahun ini sudah mulai bisa dilaksanakan," kata Muhaimin Iskandar.
Fasilitas Pendidikan Gratis Terintegrasi
Sekolah Rakyat Sukoharjo merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bermutu bagi masyarakat tidak mampu. Kompleks pendidikan ini dirancang untuk menampung jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan terpadu. Tidak hanya menyediakan ruang kelas standar, sekolah ini juga dibangun dengan fasilitas penunjang seperti asrama, laboratorium, perpustakaan, dan sarana olahraga yang memadai.
Dengan capaian 90 persen yang terpantau oleh tim Apaberita.com, pengerjaan kini memasuki tahap akhir seperti penyelesaian instalasi listrik, pengecatan, dan penataan lanskap. Progres ini dinilai cukup signifikan mengingat kompleksitas pembangunan fasilitas untuk tiga jenjang pendidikan sekaligus.
Sistem pendidikan di Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum nasional yang dipadukan dengan penguatan karakter dan keterampilan vokasional. Seluruh biaya pendidikan, seragam, buku, hingga kebutuhan asrama ditanggung oleh negara melalui skema bantuan sosial terpadu. Siswa yang diterima merupakan hasil seleksi dari keluarga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Harapan Pemerintah dan Masyarakat
Kehadiran Sekolah Rakyat di Sukoharjo diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pemerintah daerah setempat menyambut baik pembangunan ini karena dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah di wilayah selatan Jawa Tengah yang selama ini masih menghadapi kendala akses dan biaya pendidikan.
Dengan target operasional pada pertengahan Juli 2026, proses penerimaan peserta didik baru dijadwalkan mulai dibuka dalam waktu dekat. Panitia penerimaan akan berkoordinasi dengan dinas sosial setempat untuk menjaring calon siswa yang benar-benar membutuhkan. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan dan kesiapan Sekolah Rakyat Sukoharjo menjelang hari operasionalnya.
Comments (0)