Reykjavik – Industrialisasi aset kripto terus bergerak ke wilayah dengan sumber daya energi berlimpah. Di dekat Reykjavik, Islandia, sebuah fasilitas bernama 'Genesis Farming' berdiri sebagai salah satu sentra penambangan Bitcoin terbesar di dunia, memanfaatkan lanskap vulkanik yang dingin untuk menjaga operasional ribuan komputer super tetap optimal.
Berdasarkan laporan kontributor Apaberita di lapangan, fasilitas ini bukan sekadar gudang server biasa. Genesis Farming mengoperasikan puluhan ribu unit ri
Berdasarkan laporan kontributor Apaberita di lapangan, fasilitas ini bukan sekadar gudang server biasa. Genesis Farming mengoperasikan puluhan ribu unit rig penambangan yang bekerja tanpa henti selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Deretan rak metal yang tertata rapi di lorong-lorong panjang dipenuhi lampu indikator hijau dan biru yang berkedip, menandakan perangkat keras sedang memproses algoritma kompleks untuk memvalidasi transaksi di jaringan blockchain.
Seorang teknisi terpantau melakukan perawatan berkala pada rig pertambangan di dalam pabrik tersebut pada 16 Maret lalu. Tampak dengan alat pelindung diri, teknisi itu memeriksa konektivitas kabel daya dan mengganti kipas pendingin yang aus. Aktivitas perbaikan ini krusial mengingat tingginya suhu operasional yang dihasilkan oleh unit Application-Specific Integrated Circuit (ASIC). Meskipun suhu luar di Islandia kerap menyentuh titik beku, bagian dalam fasilitas tetap memerlukan sistem pendingin tambahan untuk menghindari kebakaran atau degradasi chip.
Skala dan Infrastruktur Fasilitas
Manajemen Genesis Farming mengonfirmasi bahwa kapasitas listrik terpasang di fasilitas ini menembus angka 60 Megawatt (MW). Angka tersebut menempatkan pabrik ini sejajar dengan konsumsi energi beberapa kota kecil. Untuk menopang kebutuhan itu, perusahaan mengandalkan campuran energi dari pembangkit listrik tenaga air dan geotermal yang diambil langsung dari grid nasional Islandia. Data internal menunjukkan bahwa lebih dari 99% listrik di negara itu berasal dari sumber terbarukan, menjadikannya lokasi ideal bagi operasi penambangan yang kerap dikritik karena isu lingkungan.
Rig ASIC terbaru yang digunakan di sini memiliki hash rate gabungan yang mencapai puluhan Exahash per detik (EH/s). Meski manajemen enggan menyebut angka pasti total Bitcoin yang diproduksi harian, estimasi berdasarkan konsumsi daya menunjukkan fasilitas ini mampu menambang sekitar 4 hingga 6 Bitcoin per hari, bergantung pada tingkat kesulitan jaringan global dan biaya transaksi yang ada.
Strategi Lokasi di Kutub Utara
Islandia dipilih bukan tanpa alasan. Suhu lingkungan yang rendah secara alami membantu menekan biaya pendinginan yang biasanya menjadi beban terbesar kedua setelah listrik dalam penambangan kripto. Teknisi di Genesis Farming mencatat bahwa efisiensi daya meningkat signifikan karena server tidak perlu melawan suhu ruang yang panas, berbeda dengan pabrik serupa di kawasan beriklim tropis. Selain itu, regulasi pemerintah Islandia yang relatif terbuka terhadap industri pusat data turut menjadi katalis ekspansi fasilitas ini.
Namun, operasi Genesis Farming tetap dibayangi oleh rencana pemerintah setempat yang tengah mengkaji ulang alokasi energi untuk industri kripto. Laporan redaksi menyebutkan otoritas Islandia sedang menimbang prioritas pasokan listrik untuk sektor perumahan dan pangan di tengah musim dingin, yang berpotensi mempengaruhi stabilitas operasional pabrik-pabrik serupa di masa depan.
Comments (0)