Sabtu malam mendatang di Eden Park, Auckland, sosok yang pernah memimpin Australia sebagai pelatih akan berdiri di sisi lawan. Dave Rennie, kini sebagai asisten pelatih All Blacks, menghadapi Bledisloe Cup pertama tanpa beban emosional sedikit pun. Ia menegaskan tak menyimpan dendam setelah tiga musim kepemimpinannya berakhir secara mendadak di tim nasional Australia.
Pelatih asal Selandia Baru itu dilengserkan dari kursi pelatih Wallabies hanya delapan bulan sebelum Piala Dunia Rugbi 2023, digantikan oleh Eddie Jones. Keputusan itu sempat dianggap tak elegan oleh sebagian pengamat. Namun Rennie menepis segala spekulasi tentang motivasi pribadi menjelang laga pembuka Bledisloe Cup, di mana All Blacks akan mempertahankan rekor tak terkalahkan selama 23 tahun di Auckland.
"Ini bukan tentang saya. Saya tidak punya penyesalan. Saya sempat bekerja dengan orang-orang hebat yang masih saya hormati. Ini hanya bagian dari permainan yang kita jalani."
Fokus pada Tim, Bukan Masa Lalu
Dalam jumpa pers terbarunya, Rennie berkali-kali mengalihkan pembicaraan dari kisah pribadinya menuja ke kebutuhan tim. "Saya sangat menikmati kembali ke sini dan bekerja bersama para pemain ini," ujarnya. "Kami sangat termotivasi pekan ini, tapi ini bukan tentang saya."
Fokus utamanya kini tertuju pada penentuan susunan pemain menghadapi badai cedera. Kabar terbaru menyebutkan bintang playmaker Richie Mo'unga mengalami cedera betis yang membuatnya absen dari laga pembuka sekaligus pertandingan pekan depan di Sydney. Akibatnya, Damian McKenzie bergeser dari fullback ke posisi fly-half, sementara veteran 150 cap Beauden Barrett mengisi fullback dalam start pertamanya tahun ini.
| Posisi | Pemain Utama | Catatan |
|---|---|---|
| Fly-half | Damian McKenzie | Geser dari fullback |
| Fullback | Beauden Barrett | Start pertama 2024, 145 cap |
| Captain | Codie Taylor | Penjabat, Savea cedera |
| Lock | Scott Barrett | Kembali setelah operasi punggung |
Kembalinya Scott Barrett Jadi Sorotan
Ada enam perubahan di starting XV dibanding kekalahan 43-28 atas Afrika Selatan di Baltimore sebulan lalu. Perubahan paling mencolok adalah kembalinya veteran barisan depan Scott Barrett, kakak dari Beauden Barrett, setelah hampir satu tahun absen dari panggung Test rugby. Barrett terakhir bermain sebagai kapten Selandia Baru sebelum menjalani operasi punggung pada Mei dan digantikan oleh Ardie Savea.
Kini, pada usia 32 tahun, Barrett kembali untuk pertandingan Test ke-90 meski baru tampil dua kali di level provinsi. Rennie menilai sang bek tengah langsung memberi dampak nyata, terutama dalam sesi latihan pagi. "Scott kembali dengan sangat baik. Ketika kami berlatih tadi pagi, pengaruh dan kepemimpinannya langsung terlihat jelas," ujar Rennie.
- Leroy Carter kembali di posisi winger
- Quinn Tupaea mengisi lini tengah (centre)
- Wallace Sititi comeback ke lini belakang
- Josh Lord berpasangan dengan Scott Barrett di lock
Ketiadaan Ardie Savea karena cedera membuat hooker berpengalaman Codie Taylor dipercaya mengemban ban kapten. Kombinasi antara pemain-pemain senior seperti Barrett dan Taylor dengan wajah-wajah baru diharapkan menjaga kesinambungan permainan All Blacks.
Motivasi Ganda Jelang Bledisloe
Bagaikan dua sisi mata uang, pertandingan di Eden Park ini menyimpan motivasi ganda. Bagi Rennie, ini adalah momen pembuktian bahwa ia tetap profesional meski perpisahan dengan Australia terasa pahit. Bagi All Blacks, ini kesempatan memperpanjang rekor fenomenal selama lebih dari dua dekade di markas mereka sendiri.
"Kami sangat termotivasi pekan ini. Tim ini tahu arti penting Bledisloe Cup,"
tekad Rennie. Dengan susunan pemain yang kembali menyegarkan lini belakang dan kepulangan pemimpin di lini depan, Selandia Baru tampak siap menghadapi Wallabies yang kini berada di bawah asuhan Eddie Jones — pria yang pernah menggantikannya.
Pertandingan pembuka Bledisloe Cup ini bukan sekadar pertarungan dua rival abadi, melainkan juga panggung bagi seorang pelatih yang memilih melangkah maju tanpa membawa beban masa lalu. Dalam dunia olahraga yang keras, sikap Rennie mungkin menjadi pelajaran berharga: menerima kenyataan adalah bagian tak terpisahkan dari permainan itu sendiri.
Comments (0)