QRIS Indonesia Kini Dibahas untuk Pasar India

Jakarta, 7 Januari 2026 – Standar kode QR pembayaran digital nasional, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), semakin menegaskan posisinya sebagai

QRIS Indonesia Kini Dibahas untuk Pasar India

Jakarta, 7 Januari 2026 – Standar kode QR pembayaran digital nasional, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), semakin menegaskan posisinya sebagai teknologi kebanggaan Indonesia yang mendunia. Setelah sukses merambah Thailand, Malaysia, dan Singapura, kini Bank Indonesia (BI) bersama otoritas moneter India tengah membahas kemungkinan penggunaan QRIS di pasar India. Pembahasan ini menandai ekspansi terbaru dalam memperkuat konektivitas pembayaran antarnegara di Asia.

Di tengah aktivitas pasar yang ramai, seperti suasana transaksi jual-beli di Pasar Kombongan, Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/1/2026), QRIS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Dari pedagang kecil hingga pusat perbelanjaan modern, teknologi ini memudahkan jutaan transaksi setiap harinya. Kini, cakrawala baru menanti: India, dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa dan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, menjadi target strategis berikutnya.

Perjalanan QRIS dari Nasional ke Regional

Untuk memahami momentum ini, kita perlu menelusuri perjalanan QRIS sejak awal. Lahir dari kebutuhan menyatukan fragmen pembayaran digital di Tanah Air, QRIS memulai langkahnya pada 17 Agustus 2019 sebagai standar nasional yang diwajibkan bagi seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Kini, setelah lebih dari enam tahun beroperasi, QRIS telah mencatat pencapaian yang signifikan:

  1. Peluncuran perdana QRIS pada 17 Agustus 2019, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, dengan tujuan menyederhanakan transaksi non-tunai dan mendorong inklusi keuangan.
  2. Hingga Desember 2025, tercatat lebih dari 45 juta merchant yang menggunakan QRIS di seluruh Indonesia, dengan volume transaksi tahunan mencapai lebih dari Rp580 triliun.
  3. Langkah internasional pertama terjadi pada Januari 2022 melalui kerja sama cross-border QR payment antara Bank Indonesia dan Bank of Thailand, memungkinkan wisatawan Indonesia bertransaksi di Thailand menggunakan QRIS, dan sebaliknya.
  4. Pada Agustus 2023, QRIS resmi diadopsi di Malaysia melalui kolaborasi dengan Bank Negara Malaysia, menyusul penjajakan yang intens sejak tahun sebelumnya.
  5. Ekspansi berlanjut ke Singapura pada Juni 2024 setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Indonesia dan Monetary Authority of Singapore (MAS), menghubungkan sistem pembayaran QR kedua negara.
  6. Desember 2025 menjadi tonggak baru saat delegasi Reserve Bank of India (RBI) mengunjungi Jakarta untuk memulai diskusi teknis awal tentang integrasi QRIS dengan infrastruktur pembayaran India, termasuk United Payments Interface (UPI).

Pembahasan dengan India: Potensi dan Persiapan

Diskusi yang dimulai pada Desember 2025 itu semakin intens pada awal Januari 2026. Sumber internal BI mengungkapkan bahwa kedua pihak sedang membangun kerangka kerja teknis yang memungkinkan interoperabilitas antara QRIS dan sistem pembayaran domestik India. Tahapan yang sedang dibahas meliputi:

  1. Penyesuaian standar keamanan dan spesifikasi kode QR antarnegara.
  2. Mekanisme penyelesaian transaksi (settlement) dalam mata uang lokal (rupiah dan rupee) untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
  3. Uji coba terbatas (pilot project) yang direncanakan pada kuartal I 2026 dengan melibatkan beberapa bank dan merchant terpilih di India dan Indonesia.
  4. Implementasi penuh yang ditargetkan paling lambat pada semester II 2026, mencakup kemungkinan penggunaan QRIS oleh wisatawan Indonesia di India serta turis India di Indonesia.

India sendiri telah memiliki sistem pembayaran digital yang masif melalui UPI, yang pada 2025 mencatat lebih dari 100 miliar transaksi per tahun. Integrasi QRIS dengan ekosistem India diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi kedua negara, khususnya dalam sektor pariwisata, perdagangan elektronik, dan remitansi.

Tanggapan dan Prospek

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam kesempatan terpisah menyatakan optimismenya. “QRIS adalah bukti bahwa inovasi sistem pembayaran Indonesia mampu bersaing secara global. Kerja sama dengan India akan menjadi lompatan besar bagi visi kami menciptakan konektivitas pembayaran yang inklusif di kawasan,” ujarnya awal pekan ini.

Di sisi lain, pelaku usaha Tanah Air menyambut baik rencana ini. “Kami berharap kemudahan transaksi di India dapat mendorong jumlah wisatawan dan pelaku UMKM untuk memperluas pasar, ” kata Ketua Asosiasi UMKM Indonesia, Arya Sandhi. Saat ini, sudah ada lebih dari 1,8 juta merchant UMKM yang menggunakan QRIS, dan angka ini diproyeksikan terus bertambah seiring ekspansi internasional.

Data Penting Seputar QRIS

  • Total pengguna aktif QRIS di Indonesia per Desember 2025: lebih dari 210 juta.
  • Negara yang telah terhubung: Thailand, Malaysia, Singapura, dan segera India.
  • Rata-rata transaksi harian QRIS pada 2025: sekitar 42 juta transaksi.
  • Jumlah Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang mendukung QRIS: 91 PJSP, termasuk bank dan fintech.

Dengan capaian tersebut, QRIS tidak hanya menjadi alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan digital Indonesia. Langkah menuju India menjadi bukti bahwa teknologi dalam negeri mampu melampaui batas-batas geografis dan berkontribusi pada tatanan ekonomi digital global.

Sementara itu, Bank Indonesia terus mendorong edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan QRIS di luar negeri, terutama bagi para pelaku usaha dan wisatawan. Panduan lengkap tersedia melalui situs resmi BI dan kanal informasi perbankan.

---

FAQ Esensial

Apa itu QRIS?
QRIS adalah standar kode QR nasional yang diluncurkan Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019 untuk menyatukan berbagai layanan pembayaran digital di Indonesia dalam satu platform yang mudah, cepat, dan aman.

Negara mana saja yang sudah menerima pembayaran dengan QRIS?
Saat ini QRIS dapat digunakan untuk transaksi di Thailand, Malaysia, dan Singapura melalui skema cross-border QR payment. India sedang dalam tahap pembahasan untuk segera bergabung dalam jaringan ini.

Kapan QRIS bisa digunakan di India?
Uji coba terbatas direncanakan pada kuartal I 2026, dengan target implementasi penuh pada semester II 2026. Jadwal pastinya akan diumumkan setelah kesepakatan final antara otoritas kedua negara tercapai.

--- [SOCIAL_FB]: Berita baik bagi pelaku usaha dan traveler Tanah Air! QRIS, teknologi pembayaran digital kebanggaan Indonesia, kini sedang dalam pembahasan serius untuk dapat digunakan di India. Ini akan menjadi negara keempat yang menerima QRIS setelah Thailand, Malaysia, dan Singapura. Uji coba dijadwalkan awal tahun ini. Dengan integrasi ini, wisatawan Indonesia bisa bertransaksi lebih mudah, dan UMKM dapat menjangkau pasar baru. Mari kita dukung terus inovasi dalam negeri! Baca selengkapnya di sini. Setelah sukses di Thailand, Malaysia, dan Singapura, sistem pembayaran QR andalan Indonesia terus berekspansi. Uji coba direncanakan Q1 2026. Detail selengkapnya di artikel. #QRIS #FintechIndonesia Indonesia benar-benar membuktikan bahwa teknologi dalam negeri bisa go international. Dari warung kecil di Kemayoran sampai merchant di Mumbai nanti, semuanya bisa terhubung dengan satu scan. Pembahasan sedang berjalan, dan kalau mulus, tahun ini traveler Indonesia dan India bisa transaksi pakai QRIS masing-masing. Keren nggak tuh? 🧳✨ #QRISGoGlobal

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User