Oct 08, 2026
Hukum

Pindah ke Prime Video, Emmy Awards Tinggalkan Televisi

Setelah lebih dari 75 tahun menghiasi layar televisi siar, ajang penghargaan bergengsi dunia televisi, Emmy Awards, resmi meninggalkan jalur broadcast dan

Pindah ke Prime Video, Emmy Awards Tinggalkan Televisi

Setelah lebih dari 75 tahun menghiasi layar televisi siar, ajang penghargaan bergengsi dunia televisi, Emmy Awards, resmi meninggalkan jalur broadcast dan penuh ke ranah streaming. Television Academy sebagai penyelenggara dan Amazon Prime Video mengumumkan kemitraan bersejarah berdurasi enam tahun yang menjadikan layanan streaming raksasa itu sebagai rumah baru upacara tahunan tersebut.

Pengumuman itu disampaikan pada Selasa waktu setempat dan langsung menarik perhatian industri hiburan global. Pasalnya, keputusan ini menandai perubahan paling signifikan dalam sejarah Emmy Awards sejak pertama kali digelar pada 1949. Selama puluhan tahun, ajang ini menjadi tontonan utama jaringan televisi seperti NBC, CBS, ABC, dan Fox, lengkap dengan tayangan iklan dan jangkauan penonton ratusan juta orang.

Kesepakatan Bersejarah Prime Video

Dalam keterangan resmi yang dirilis bersama, kedua pihak menyebut kerja sama ini sebagai "historic, multiyear deal" — kesepakatan multi tahun bersejarah. Prime Video akan menjadi tuan rumah siaran penuh Emmy Awards, termasuk seluruh segmen pra-acara, karpet merah, serta konten pendukung eksklusif yang tidak bisa ditemukan di platform lain.

"Kesepakatan ini mencerminkan evolusi alami cara penonton mengonsumsi hiburan. Kami ingin membawa Emmy Awards ke penonton baru sambil tetap menghormati warisan panjang acara ini," ujar perwakilan Television Academy dalam pernyataan resminya.

Langkah ini sejalan dengan tren yang berlangsung bertahun-tahun di industri. Perlahan tapi pasti, kompetisi penghargaan besar mulai berpindah ke platform digital. Bahkan sebelum keputusan ini, sebagian besar peminat Emmy di kawasan Asia dan Eropa sudah menyaksikan acara tersebut melalui layanan streaming ketimbang stasiun televisi lokal.

Mengapa Emmy Meninggalkan Televisi?

Sejumlah analis industri menilai ada beberapa alasan strategis di balik perpindahan ini:

  • Perubahan pola menonton — penonton muda semakin banyak meninggalkan televisi siar dan memilih platform on-demand.
  • Jangkauan global — Prime Video menjangkau lebih dari 240 negara, sesuatu yang sulit dicapai oleh satu jaringan televisi nasional.
  • Nilai komersial — model langganan memberi potensi pendapatan stabil di luar ketergantungan pada iklan.
  • Fleksibilitas produksi — platform streaming memungkinkan format acara yang lebih dinamis dan interaktif.
"Amazon tidak sekadar membeli slot tayang. Mereka membeli ikon budaya pop, dan itu nilai yang sangat besar bagi Prime Video," ungkap seorang analis media yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, Television Academy mengatakan kemitraan ini akan memastikan acara tetap relevan di era digital. Organisasi tersebut menegaskan bahwa standar penilaian dan integritas kompetisi tidak akan berubah, meskipun platform penyiarannya berganti total.

Tantangan di Depan Mata

Namun, perpindahan ini tidak tanpa risiko. Ajang sebesar Emmy Awards selama ini menarik jutaan penonton gratis melalui televisi terbuka. Beralih ke layanan berlangganan berpotensi memangkas jumlah penonton secara drastis, terutama di negara-negara dengan penetrasi Prime Video rendah.

Selain itu, sebagian kalangan kreator khawatir momentum publisitas Emmy sebagai sorotan industri bisa berkurang jika tidak lagi tayang di kanal televisi arus utama. Di sisi lain, Amazon diyakini akan agresif mempromosikan acara ini ke basis pelanggannya yang mencapai ratusan juta akun di seluruh dunia.

Kesepakatan enam tahun ini akan mulai berlaku pada musim penghargaan mendatang. Detail teknis siaran, termasuk apakah akan tersedia secara gratis bagi pelanggan Prime, masih menunggu pengumuman lanjutan dari kedua pihak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User