Petugas Padamkan Kebakaran Pabrik ATK di Bekasi Utara
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi berhasil memadamkan api yang melalap sebuah pabrik alat tulis kantor di wilayah Bekasi Utara, Jawa Barat, pada Jumat, 5 September 2025, setelah m...
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi berhasil memadamkan api yang melalap sebuah pabrik alat tulis kantor di wilayah Bekasi Utara, Jawa Barat, pada Jumat, 5 September 2025, setelah melakukan upaya pemadaman selama lebih dari empat jam. Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut telah ditangani dengan mengerahkan belasan unit armada pemadam kebakaran dari berbagai pos wilayah. Hingga saat ini, petugas tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan api menyala kembali dan memastikan kondisi bangunan telah aman secara menyeluruh.
Upaya Pemadaman Berlangsung Intensif
Dalam rapat koordinasi darurat di lokasi kejadian, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Budi Santoso, menegaskan bahwa pihaknya menerima laporan pertama melalui call center 112 pada pukul 14.35 WIB. Berdasarkan informasi awal, api pertama kali terlihat dari bagian gudang penyimpanan bahan baku kertas dan plastik di lantai dua bangunan pabrik yang berlokasi di Jalan Industri Raya, Kelurahan Kaliabang, Kecamatan Bekasi Utara. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya segera mengerahkan 15 unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit tangga hidrolik dari tiga pos terdekat, yakni Pos Bekasi Utara, Pos Harapan Baru, dan Pos Perwira.
"Kami mengerahkan total 85 personel yang bekerja secara bergantian untuk memastikan titik api benar-benar padam. Kondisi bangunan yang padat dengan material mudah terbakar memerlukan penanganan ekstra hati-hati agar tidak terjadi perluasan kebakaran ke bangunan lain di sekitarnya," ujar Budi Santoso dalam keterangan resmi di lokasi kejadian, Jumat malam.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat sulitnya akses menuju sumber api di bagian dalam gudang serta tebalnya asap hitam yang menghalangi pandangan petugas. Tim penyelamat terpaksa menggunakan peralatan breathing apparatus dan membobok dinding bagian belakang untuk menciptakan jalur ventilasi. Upaya tersebut berhasil menekan perkembangan api sebelum akhirnya sepenuhnya padam pada pukul 18.45 WIB.
Tidak Ada Korban Jiwa, Petugas Tetap Bersiaga
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi, dr. H. Ahmad Rifai, menyatakan bahwa berdasarkan data sementara, peristiwa kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh pekerja pabrik yang berjumlah 42 orang berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan sebelum api menjalar luas. Tiga orang mengalami sesak napas akibat menghirup asap dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi untuk menjalani observasi medis.
"Kepala Pabrik telah menyatakan bahwa seluruh pekerja berada di luar gedung sebelum proses evakuasi formal dilakukan. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kami tetap menempatkan tim medis dan relawan di posko darurat untuk mengantisipasi setiap kemungkinan," ungkap Ahmad Rifai.
Setelah api padam, petugas dari TNI-Polri bersama Satpol PP menetapkan radius pengamanan sepanjang 50 meter dari lokasi kebakaran. Akses masuk ke area pabrik dibatasi secara ketat hanya untuk tim investigasi dan petugas pemadam kebakaran yang melakukan penyiraman susulan. Langkah tersebut diambil untuk mencegah masyarakat dari bahaya bangunan yang labil dan sisa material yang masih memiliki potensi terbakar.
Investigasi Penyebab Kebakaran Dilakukan
Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Dedi Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim gabungan untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dalam pleno awal di TKP, tim gabungan dari kepolisian, Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu memeriksa kondisi instalasi listrik serta prosedur keselamatan kerja yang diterapkan di pabrik tersebut. "Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran hingga laporan forensik dari tim Labfor selesai dilakukan. Sementara, kami mengamankan sejumlah saksi termasuk penjaga malam dan supervisor produksi untuk dimintai keterangan," tegas Dedi Kurniawan.
Pemilik pabrik, yang diwakili oleh Direktur Operasional PT Cipta Stationery Nusantara, Hendra Wijaya, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh tim investigasi. Menurutnya, perusahaan telah mengasuransikan bangunan dan inventori kepada perusahaan asuransi swasta nasional. "Kami fokus pada keselamatan pekerja dan koordinasi dengan pihak berwenang. Kerugian material masih dalam penghitungan, namun prioritas utama adalah memastikan tidak ada ancaman bagi lingkungan sekitar," ujar Hendra dalam pernyataan tertulisnya.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi juga telah mengirimkan tim untuk mengukur kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran. Hasil pemantauan sementara menunjukkan kadar partikel debu masih berada di atas ambang batas normal, sehingga warga di radius 200 meter diimbau untuk mengenakan masker. Pemerintah Kecamatan Bekasi Utara membuka posko pengaduan di balai kelurahan setempat untuk menampung laporan warga terdampak. Seluruh proses evakuasi barang berharga dari dalam pabrik baru akan dilakukan setelah kepolisian menyatakan TKP aman dan berdasarkan izin tertulis dari penyidik.
Comments (0)