Sep 16, 2026
Nasional

Pemprov DKI Siapkan Pelican Crossing di JPO Dewi Sartika

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat merespons keluhan warga terkait fasilitas penyeberangan di Jakarta Timur. Akses masuk Jembatan Pen

Pemprov DKI Siapkan Pelican Crossing di JPO Dewi Sartika

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat merespons keluhan warga terkait fasilitas penyeberangan di Jakarta Timur. Akses masuk Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Dewi Sartika yang membingungkan publik karena berlokasi di tengah jalan kini segera dilengkapi dengan fasilitas pelican crossing. Langkah ini diambil sebagai solusi cepat untuk menjamin keselamatan pejalan kaki yang hendak memanfaatkan fasilitas tersebut.

Tangga JPO Dewi Sartika belakangan menjadi perbincangan hangat di masyarakat setelah posisinya yang janggal terungkap. Akses tangga turun penyeberangan tersebut bermuara di pulau jalan atau separator yang dihimpit arus lalu lintas kendaraan bermotor dari dua arah. Kondisi ini membuat pejalan kaki harus mempertaruhkan keselamatan mereka saat menyeberang jalan raya hanya untuk menjangkau tangga naik JPO.

Kronologi Masalah dan Urutan Penanganan Pemprov DKI

Kerumitan akses penyeberangan di Jalan Dewi Sartika memicu respons berantai dari instansi teknis Pemprov DKI Jakarta melalui beberapa tahapan penting:

  1. Keluhan Warga dan Media Sosial: Pengguna jalan menyuarakan kekhawatiran terkait posisi tangga JPO yang mendarat di area berisiko tinggi tanpa proteksi trotoar sambungan.
  2. Tinjauan Lapangan Gabungan: Petugas teknis dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan melakukan inspeksi bersama di lokasi untuk mengukur tingkat kerawanan lalu lintas.
  3. Keputusan Rekayasa Lalu Lintas: Pemprov DKI memutuskan untuk memasang fasilitas 1 unit pelican crossing sebagai penyeberangan sebidang ber-sinyal guna mengamankan akses warga menuju tangga JPO.
  4. Proses Instalasi dan Marka Jalan: Pemasangan lampu lalu lintas penyeberangan, penanda tombol tekan (*push button*), serta pembuatan garis *zebra cross* baru segera direalisasikan di lokasi.

Analisis Komparatif Solusi Penyeberangan Jalan

Penerapan *pelican crossing* dinilai jauh lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas, jika dibandingkan dengan struktur JPO konvensional.

Parameter Perbandingan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pelican Crossing
Aksesibilitas Warga Membutuhkan stamina ekstra untuk menaiki anak tangga Sangat mudah karena berada sebidang dengan jalan raya
Kecepatan Realisasi Memerlukan waktu konstruksi fisik yang panjang Dapat dipasang dan dioperasikan dalam waktu singkat
Dampak Arus Lalu Lintas Arus kendaraan mengalir tanpa henti Menghentikan kendaraan sementara saat tombol aktif

Evaluasi Tata Ruang dan Pandangan Pakar Transportasi

Kejadian di JPO Dewi Sartika memperlihatkan masih adanya celah integrasi antara perancangan fasilitas pejalan kaki dan rekayasa jalan raya di ibu kota. Para ahli menilai keselamatan pejalan kaki harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan tata ruang perkotaan.

"Fasilitas penyeberangan tidak boleh memutus rantai keselamatan warga. Penempatan tangga di tengah jalan tanpa jalur pedestrian yang tersambung merupakan kekeliruan desain yang harus segera dikoreksi melalui pendekatan jalan aman."

Pengamat Transportasi Perkotaan menyatakan bahwa keberadaan pelican crossing merupakan langkah darurat yang sangat tepat. Namun, ia mengingatkan agar Pemprov DKI Jakarta menyertakan penanda peringatan awal (*early warning sign*) sekitar 50 meter sebelum titik penyeberangan agar pengendara dapat mengantisipasi lampu merah dengan aman.

Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen menyelesaikan penataan infrastruktur penyeberangan ini secara bertahap. Selain perbaikan fasilitas fisik, pembongkaran atau redefinisi struktur tangga JPO Dewi Sartika tetap masuk dalam agenda jangka panjang demi mewujudkan ruang publik yang aman, inklusif, dan ramah bagi pejalan kaki di seluruh pelosok wilayah Jakarta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User