Pemerintah Pakistan Naikkan Harga Bensin Rs3,81 dan Solar Rs3,59
ISLAMABAD — Pemerintah Pakistan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam penyesuaian harga terbaru. Harga bensin naik sebesar Rs3,81 per liter, semen
ISLAMABAD — Pemerintah Pakistan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam penyesuaian harga terbaru. Harga bensin naik sebesar Rs3,81 per liter, sementara harga solar berkecepatan tinggi (high-speed diesel/HSD) naik sebesar Rs3,59 per liter.
Kenaikan ini menjadi penyesuaian terbaru setelah harga BBM Pakistan bergejolak sepanjang 2026. Data resmi dari Otoritas Regulasi Minyak dan Gas (OGRA) serta Kementerian Energi menunjukkan harga ex-depot resmi dalam rupee Pakistan per liter mengalami fluktuasi tajam sejak akhir Februari hingga pertengahan Agustus 2026.
Penyesuaian harga BBM di Pakistan biasanya diumumkan oleh Kementerian Energi berdasarkan rekomendasi OGRA dan langsung berlaku setelah pengumuman resmi. Pemerintah juga memberlakukan kebijakan harga diferensial untuk sektor tertentu agar dampak kenaikan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah dapat diredam.
Kronologi Pergerakan Harga BBM 2026
Sepanjang 2026, harga BBM di Pakistan mencatat pergerakan yang dramatis. Berikut kronologi lengkapnya berdasarkan data OGRA dan Kementerian Energi:
- 28 Februari 2026: periode awal pencatatan data harga resmi dimulai dengan harga BBM pada level dasar sebelum krisis.
- 3 April 2026: harga melonjak ke puncaknya akibat krisis Selat Hormuz. Bensin menyentuh Rs458,41 per liter dan solar menembus Rs520,35 per liter.
- 4 Juli 2026: harga bensin turun drastis ke Rs297,53 per liter setelah tekanan krisis mulai mereda.
- 24 Juli 2026: harga kembali naik ke Rs331,52 per liter menyusul diterapkannya mekanisme penetapan harga harian yang baru.
- 14–18 Agustus 2026: harga bertahan stabil dengan bensin di Rs325,43 per liter dan solar di Rs383,95 per liter.
- Penyesuaian terbaru: bensin naik Rs3,81 per liter dan solar naik Rs3,59 per liter.
Puncak Krisis: Lonjakan Harga Akibat Selat Hormuz
Titik tertinggi pergerakan harga terjadi pada 3 April 2026, ketika krisis Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak global. Saat itu, harga bensin di Pakistan sempat menyentuh Rs458,41 per liter, sementara solar mencapai Rs520,35 per liter. Lonjakan tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah pencatatan harga BBM di Pakistan.
Sebagai perbandingan, sebelum krisis, harga dasar bensin berada di level Rs266,17 per liter dan solar di Rs280,86 per liter. Artinya, pada puncak krisis, harga bensin sempat melonjak hingga sekitar 72 persen dibandingkan level sebelum krisis, sementara harga solar melonjak lebih dari 85 persen.
Mekanisme Penetapan Harga Harian yang Baru
Memasuki akhir Juli, pemerintah Pakistan menerapkan mekanisme penetapan harga harian yang baru. Mekanisme ini menggantikan pola penyesuaian harga berkala yang sebelumnya digunakan. Pada 24 Juli 2026, harga bensin ditetapkan di level Rs331,52 per liter di bawah mekanisme baru tersebut.
Setelah itu, harga bergerak turun secara bertahap hingga stabil di angka Rs325,43 per liter untuk bensin dan Rs383,95 per liter untuk solar pada periode 14 hingga 18 Agustus 2026. Stabilitas tersebut berlangsung beberapa hari sebelum pemerintah akhirnya mengumumkan kenaikan terbaru pada pekan ini.
Dampak Kenaikan terhadap Ekonomi
Kenaikan harga BBM hampir selalu berdampak langsung pada inflasi dan biaya transportasi di Pakistan. Solar (HSD) merupakan bahan bakar utama bagi sektor transportasi barang dan pertanian, sehingga kenaikan Rs3,59 per liter berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dan biaya logistik. Sementara itu, bensin banyak digunakan oleh kendaraan pribadi dan angkutan umum.
Pemerintah belum merinci alasan di balik kenaikan terbaru ini. Namun, penyesuaian harga BBM di Pakistan umumnya mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupee Pakistan terhadap dolar Amerika Serikat. Publik kini menanti pengumuman resmi OGRA mengenai harga ex-depot yang berlaku setelah penyesuaian ini.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Energi mengenai durasi berlakunya harga baru tersebut. Para pengamat memprediksi pergerakan harga BBM Pakistan ke depan masih akan sangat bergantung pada situasi geopolitik kawasan, khususnya dinamika di Selat Hormuz, serta stabilitas nilai tukar rupee.
[SOCIAL_TWEET]: Harga BBM Pakistan naik: bensin +Rs3,81 dan solar +Rs3,59 per liter. Sebelumnya harga sempat menyentuh rekor Rs458 saat krisis Selat Hormuz. #HargaBBM #Pakistan[SOCIAL_TG]: ⛽ ISLAMABAD — Harga BBM Pakistan naik lagi! Bensin +Rs3,81, solar +Rs3,59 per liter. Puncak krisis April lalu: bensin tembus Rs458. Baca analisis lengkapnya di Apaberita.com
Comments (0)