Sep 18, 2026
Hukum

Pembunuh Dua Anak Kandung, Guy Turcotte Ajukan Izin Keluar Penjara

QUEBEC — Mantan dokter spesialis jantung asal Kanada, Guy Turcotte, yang divonis bersalah atas pembunuhan tingkat dua terhadap kedua anak kandungnya, dilap

Pembunuh Dua Anak Kandung, Guy Turcotte Ajukan Izin Keluar Penjara

QUEBEC — Mantan dokter spesialis jantung asal Kanada, Guy Turcotte, yang divonis bersalah atas pembunuhan tingkat dua terhadap kedua anak kandungnya, dilaporkan telah mengajukan permohonan izin keluar sementara dari lembaga pemasyarakatan. Kabar ini kembali membuka luka mendalam bagi publik Kanada atas salah satu kasus kriminal paling menggemparkan dalam sejarah modern negara tersebut.

Turcotte saat ini tengah menjalani vonis penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat selama minimal 17 tahun. Permohonan izin keluar sementara (temporary absence) tersebut diajukan kepada otoritas pemasyarakatan federal sebagai langkah awal sebelum narapidana memenuhi syarat pembebasan bersyarat penuh di masa mendatang.

Kronologi Tragedi Pembunuhan dan Babak Persidangan

Kasus yang melibatkan Guy Turcotte menyita perhatian dunia internasional lantaran latar belakang pelaku sebagai dokter terpandang serta kekejaman tindakan yang dilakukan terhadap darah dagingnya sendiri. Berikut adalah linimasa perjalanan kasus tersebut:

  1. Februari 2009: Turcotte menikam kedua anaknya, Olivier (5 tahun) dan Anne-Sophie (3 tahun), sebanyak puluhan kali di rumah sewaan di kawasan Piedmont, Quebec, saat proses perceraian dengan istrinya, Isabelle Gaston.
  2. Juli 2011: Pada persidangan pertama, juri menyatakan Turcotte tidak bertanggung jawab secara pidana akibat gangguan mental sesaat setelah meminum cairan pembersih kaca mobil. Vonis ini memicu gelombang protes besar di seluruh Kanada.
  3. November 2013: Pengadilan Banding Quebec membatalkan putusan bebas tersebut dan memerintahkan digelarnya pengadilan ulang atas dasar kesalahan instruksi hukum kepada juri.
  4. Desember 2015: Juri pengadilan kedua menyatakan Turcotte bersalah atas dua dakwaan pembunuhan tingkat dua (second-degree murder).
  5. Januari 2016: Hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dengan masa tunggu pembebasan bersyarat minimal 17 tahun.

Penolakan Publik dan Prosedur Pembebasan Bersyarat

Permohonan izin keluar sementara, baik dengan pengawalan maupun tanpa pengawalan, biasanya digunakan oleh lembaga pemasyarakatan Kanada untuk keperluan medis, administratif, atau rehabilitasi sosial secara bertahap. Namun, pengajuan dari terpidana kasus pembunuhan anak berkategori keji seperti Turcotte hampir selalu menghadapi resistensi keras dari keluarga korban dan masyarakat umum.

"Luka akibat kehilangan Olivier dan Anne-Sophie tidak akan pernah sembuh. Setiap kali ada pengajuan izin atau peninjauan hukum, trauma itu dipaksa terbuka kembali," ungkap pernyataan yang kerap disuarakan pihak keluarga korban dalam berbagai kesempatan persidangan sebelumnya.

Komisi Pembebasan Bersyarat Kanada (Parole Board of Canada) memiliki kewenangan mutlak untuk menyetujui atau menolak permohonan tersebut. Pihak dewan wajib mempertimbangkan sejumlah aspek kunci sebelum mengambil keputusan:

  • Tingkat risiko residivisme atau potensi bahaya narapidana terhadap keselamatan masyarakat luas.
  • Perilaku dan perkembangan psikologis terpidana selama menjalani masa kurungan di fasilitas pemasyarakatan federal.
  • Dampak psikologis dan rasa aman bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

Hingga kini, otoritas berwenang belum mengumumkan tanggal pasti pelaksanaan sidang dengar pendapat terkait permohonan izin sementara Turcotte. Jika ditolak, Turcotte harus menunggu periode tertentu sebelum dapat mengajukan permohonan serupa kembali di bawah pengawasan ketat sistem peradilan Kanada.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User