PDIP Vs PSI Lagi, Kali Ini Urusan 'Kandang Gajah' Dibalas Pansos

Ketegangan politik antara PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali memanas. Setelah berbagai isu saling sindir, kini polemik terbaru antara kedua partai ini menyentuh isu

Jul 07, 2026 - 23:01
0 0
PDIP Vs PSI Lagi, Kali Ini Urusan 'Kandang Gajah' Dibalas Pansos

Ketegangan politik antara PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali memanas. Setelah berbagai isu saling sindir, kini polemik terbaru antara kedua partai ini menyentuh isu simbolis yang cukup sensitif: status Jawa Tengah sebagai 'kandang banteng' yang ikonik bagi PDIP, dan upaya PSI di bawah Kaesang Pangarep untuk mengklaim provinsi tersebut sebagai 'kandang gajah'.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Jumat (14/2/2025), perdebatan ini bermula dari rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk melanjutkan safari politiknya ke Jawa Tengah. PSI, yang karena dipimpin oleh putra bungsu Jokowi, Kaesang, dan menggunakan lambang gajah sebagai identitas partainya, dengan percaya diri menyambut rencana tersebut. Mereka bahkan siap memastikan kepada Jokowi bahwa Jawa Tengah kini bukan lagi milik PDIP.

Sikap PSI ini sontak menuai reaksi dari kader PDIP. Jawa Tengah selama ini diakui sebagai basis massa terkuat partai berlambang banteng moncong putih itu, sehingga klaim PSI dianggap sebagai sebuah provokasi politik yang berlebihan. Beberapa pihak di internal PDIP menyebut langkah PSI tidak lebih dari sekadar "panjat sosial" atau pansos politik untuk mendongkrak popularitas partai besutan Kaesang yang masih terbilang baru dan minim pengalaman elektoral di provinsi tersebut.

Manuver Politik di Tanah Basis

Upaya PSI untuk mengklaim Jawa Tengah sebagai "kandang gajah" memang terkesan ambisius. Dalam berbagai kesempatan, Kaesang Pangarep sering menyapa pendukungnya dengan sapaan "gajah-gajah" dan memproyeksikan partainya sebagai kekuatan baru yang segar. Kendati demikian, secara faktual, PDIP masih mendominasi perolehan suara di hampir seluruh pemilihan umum di provinsi itu selama beberapa dekade terakhir.

Namun, safari politik Jokowi dipandang PSI sebagai momentum untuk menunjukkan eksistensi mereka di tengah peta politik Jawa Tengah. Kehadiran Jokowi, yang juga merupakan kader PDIP, diyakini bisa memberikan efek elektoral ganda—baik bagi keberlanjutan pengaruh politik keluarga Jokowi lewat PSI, maupun sebagai bentuk "restu" tidak langsung terhadap partai yang dipimpin anaknya itu.

"Ini bagian dari strategi komunikasi politik PSI untuk membangun persepsi bahwa mereka memiliki basis yang kuat di Jateng. Padahal, klaim 'kandang gajah' masih jauh panggang dari api jika dibandingkan dengan realitas suara yang dimiliki PDIP di sana," ujar seorang analis politik yang diwawancarai media kami.

PDIP sendiri belum melontarkan pernyataan resmi yang terlalu tajam menanggapi manuver ini, namun sejumlah elite mereka memberi isyarat bahwa klaim sepihak seperti itu tidak lebih dari gimmick politik tanpa substansi. Mereka mengingatkan bahwa membangun basis massa yang solid membutuhkan kerja-kerja politik yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar pencitraan sesaat menjelang kontestasi politik.

Polemik "kandang gajah" versus "kandang banteng" ini diperkirakan akan terus bergulir seiring dengan memanasnya suhu politik menjelang pemilu mendatang. Baik PDIP maupun PSI sama-sama berkepentingan untuk mengamankan dan memperluas basis dukungan di wilayah-wilayah strategis seperti Jawa Tengah. Publik pun akan menyaksikan bagaimana duel narasi ini berkembang menjadi adu kekuatan elektoral yang sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User