Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua PBNU, KH Ipul, dalam pertemuan resmi dengan jajaran kepolisian pada Jumat (11/10/2026), yang menegaskan komitmen organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu untuk bersinergi dengan aparat penegak hukum dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, bukan semata tugas kepolisian. Ia menilai langkah Kapolri Suyudi yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai prioritas utama merupakan keputusan strategis yang sejalan dengan cita-cita penyelamatan masa depan bangsa.
"Kami mengapresiasi kepemimpinan Kapolri yang serius memberantas narkoba. Ini bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi persoalan kemanusiaan dan masa depan generasi muda kita," ujar Gus Ipul.
Sinergi Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan
Wakil Ketua PBNU itu menyatakan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Ia menyerukan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing kepada aparat berwenang. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkotika yang kerap menyasar kalangan remaja dan pelajar.
Gus Ipul juga menyoroti pentingnya penguatan nilai keagamaan dan pendidikan karakter sebagai benteng preventif terhadap penyalahgunaan narkoba. Ia menyatakan bahwa pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk ketahanan moral generasi muda sehingga tidak mudah terjerumus pada praktik yang merusak tersebut.
"Pencegahan tidak cukup dengan penindakan hukum. Kita harus membangun kesadaran kolektif, memperkuat iman, dan menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat," tegasnya.
Transformasi Polri Dinilai Langkah Tepat
Selain memberikan apresiasi terhadap program pemberantasan narkoba, PBNU turut mendukung agenda transformasi institusi Polri yang sedang dijalankan Kapolri Suyudi. Transformasi tersebut mencakup pembenahan sumber daya manusia, peningkatan profesionalisme, serta penguatan integritas dan akuntabilitas jajaran kepolisian di seluruh tingkatan.
Menurut Gus Ipul, transformasi Polri merupakan keniscayaan untuk memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat semakin dipercaya dan dirasakan manfaatnya. Ia menilai Kapolri memiliki komitmen kuat untuk menjadikan Polri sebagai institusi yang bersih, profesional, dan dekat dengan rakyat.
PBNU, lanjutnya, siap mendukung program tersebut melalui kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, serta penyuluhan kepada masyarakat. Kolaborasi antara ulama dan aparat keamanan dinilai sebagai model kemitraan yang efektif dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat kohesi sosial.
"Polri yang kuat dan dipercaya adalah aset bangsa. Kami akan terus mendukung upaya transparansi dan perbaikan institusi demi kepentingan rakyat banyak," kata Gus Ipul.
Komitmen Perlindungan Generasi Muda
Dukungan PBNU terhadap Kapolri Suyudi menegaskan posisi organisasi keagamaan tersebut sebagai mitra aktif negara dalam menjaga ketertiban dan melindungi warga, khususnya anak-anak dan remaja. Gus Ipul menekankan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat menghancurkan potensi generasi penerus, sehingga seluruh komponen bangsa wajib bersatu menghadapinya.
Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan di daerah untuk memperkuat koordinasi dengan kepolisian setempat. Menurutnya, langkah-langkah preventif dan edukatif harus dijalankan secara masif, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang publik.
PBNU menyatakan akan menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan menyusun program konkret bersama kepolisian, termasuk kampanye antinarkoba berbasis pesantren dan kegiatan pembinaan remaja di berbagai daerah. Program itu diharapkan menjadi bagian dari upaya nasional menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Dengan sinergi yang terbangun antara PBNU dan Polri, Gus Ipul optimistis bahwa pemberantasan narkoba dan transformasi institusi kepolisian dapat berjalan efektif. Ia menegaskan bahwa keselamatan bangsa dan masa depan anak-anak Indonesia merupakan kepentingan bersama yang harus diperjuangkan tanpa henti oleh seluruh elemen negara dan masyarakat.
Comments (0)