WASHINGTON — Pemilu Senat negara bagian New Hampshire kembali memanas setelah hasil survei terbaru menunjukkan bahwa anggota Kongres dari Partai Demokrat, Chris Pappas, unggul tujuh poin atas calon dari Partai Republik, John E. Sununu, dalam perebutan kursi Senat yang kini lowong.
Survei yang dirilis pada Selasa itu digelar oleh New Hampshire Institute of Politics (NHIP) dan dipesan oleh organisasi nirlaba AARP. Temuan tersebut menempatkan Pappas sebagai kandidat yang lebih diunggulkan di antara pemilih yang diperkirakan akan menggunakan hak suaranya, sekaligus memberi tekanan politik baru bagi kubu Republik menjelang kampanye puncak.
Survei AARP Ukur Ketatnya Peta Politik
Menurut hasil jajak pendapat NHIP, Pappas memperoleh dukungan yang cukup untuk menjaga jarak sekitar tujuh poin persentase dari Sununu. Selisih tersebut dianggap signifikan dalam konteks New Hampshire, negara bagian yang dikenal sebagai wilayah pertarungan sengit dengan sejarah hasil pemilu yang selalu berada di garis tipis.
John E. Sununu sendiri merupakan nama politik mapan di New Hampshire. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai senator AS mewakili negara bagian yang sama, sehingga pemilih sudah mengenal rekam jejaknya. Namun, survei menunjukkan bahwa popularitas masa lalu belum tentu cukup untuk mengalahkan momentum yang dimiliki Pappas.
"Voter New Hampshire sangat teliti dan tidak mudah digoyah oleh iklan mahal. Mereka menilai kandidat berdasarkan rekam jejak nyata, isu lokal, dan kemampuan mewakili kepentingan warga," ujar seorang pengamat politik dari lembaga survei yang terlibat dalam riset tersebut.
Isu yang Diperhitungkan Pemilih
Dalam survei tersebut, isu-isu yang paling banyak disebut oleh responden meliputi akses layanan kesehatan, biaya kehidupan sehari-hari, perlindungan program pensiun, serta keamanan ekonomi bagi warga lanjut usia. AARP, sebagai lembaga yang mewakili kepentingan lansia, sengaja memesan survei ini untuk mengukur sejauh mana para calon senator memahami kebutuhan populasi tersebut.
Beberapa poin kunci dari hasil jajak pendapat antara lain:
- Pappas unggul 7 poin di kalangan pemilih yang diperkirakan akan hadir pada hari pemungutan suara.
- Isu kesehatan dan biaya hidup menjadi perhatian utama pemilih New Hampshire.
- Sununu memiliki basis dukungan loyal berkat nama besar dan pengalaman politik sebelumnya.
- Selisih masih berada dalam rentang yang bisa berubah mengingat masih tersedianya waktu kampanye.
Para analis menilai, meskipun tujuh poin terdengar nyaman, angka itu belum bisa dijadikan jaminan kemenangan. New Hampshire terkenal dengan pergeseran dukungan cepat di pekan-pekan terakhir, terutama setelah debat kandidat digelar dan isu nasional kembali menghangat.
Sununu Balik Menyerang lewat Kampanye Ekonomi
Menanggapi hasil survei, kubu Sununu menegaskan bahwa kampanye mereka akan terfokus pada persoalan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Menurut tim pemenangan Sununu, pemilih New Hampshire menginginkan senator yang mampu bekerja lintas partai dan membawa investasi ke negara bagian tersebut.
Sementara itu, tim Pappas justru memanfaatkan hasil survei sebagai bukti bahwa pesan mereka tentang perlindungan program sosial dan layanan kesehatan mulai menemukan resonance di kalangan pemilih. Pappas sejak awal kampanye menegaskan komitmennya untuk menjaga akses terhadap Medicare dan Social Security.
Dengan sisa waktu kampanye yang semakin menyempit, kedua kubu diperkirakan akan meningkatkan intensitas iklan, kunjungan ke daerah, serta mobilisasi pemilih. Bagi New Hampshire, hasil akhir pemilu Senat ini niscaya akan menjadi salah satu yang paling dipantau di seluruh Amerika Serikat.
Comments (0)