SURABAYA, Apaberita.com — Sistem pemantauan maritim berbasis teknologi pintar, Automatic Identification System of ITS (AISITS), berhasil merekonstruksi dan mengungkap kronologi lengkap pergerakan KM Virgo Transport 8 sebelum kapal tersebut berhenti memancarkan sinyal di perairan Selat Madura, Jawa Timur.
Data pergerakan kapal barang dan penumpang ini terekam secara terperinci melalui integrasi perangkat Remote Base Station (RBS) serta server pusat AISITS sesaat setelah armada bertolak dari dermaga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Pakar Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Eng. Dhimas Widhi Handani, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa pelacakan digital ini memberikan gambaran riil mengenai aktivitas teknis pelayaran sejak kapal angkat jangkar hingga mengalami anomali sinyal.
"Perjalanan KM Virgo Transport 8 terekam secara kontinu melalui data yang diterima stasiun pemantau kami sejak kapal resmi bertolak dari Terminal Jamrud Selatan," ungkap Dhimas dalam keterangan resminya.
Rekonstruksi Kronologis Pelayaran KM Virgo Transport 8
Berdasarkan rekaman telemetri dan log navigasi yang dihimpun oleh tim AISITS, dinamika pelayaran kapal dapat dirinci ke dalam urutan waktu berikut:
- Pukul 10.00 WIB — Bertolak dari Pelabuhan: KM Virgo Transport 8 mulai bergerak meninggalkan area dermaga Terminal Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pada fase olah gerak awal di perairan kolam pelabuhan, kapal melaju perlahan dengan kecepatan navigasi rendah antara 0,3 hingga 3,5 knot.
- Pukul 10.30 - 11.15 WIB — Memasuki Jalur APBS: Kapal mulai bermanuver mengarungi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Begitu memasuki koridor jalur pelayaran utama, nakhoda menaikkan daya jelajah hingga kecepatan kapal stabil pada kisaran 12 hingga 14 knot.
- Pukul 12.00 WIB — Anomali di Karang Jamuang: Saat armada mendekati kawasan perairan sekitar Karang Jamuang di Selat Madura, perangkat AISITS mencatat adanya perubahan transmisi data sebelum akhirnya pancaran sinyal pelacak kapal hilang total dari sistem monitor.
Analisis Sinyal dan Keselamatan Maritim
Dhimas menerangkan bahwa pemantauan melalui AIS menjadi instrumen krusial dalam mitigasi kedaruratan laut. Sinyal yang mendadak tidak terdeteksi di sekitar perairan Karang Jamuang mengindikasikan kemungkinan matinya suplai daya perangkat pelacak atau adanya peristiwa darurat yang menimpa badan kapal secara mendadak di laut lepas.
Wilayah Karang Jamuang sendiri dikenal sebagai salah satu titik krusial di jalur perairan Jawa Timur dengan karakteristik arus bawah laut yang dinamis dan intensitas lalu lintas kapal yang padat. Data AISITS ini kini menjadi rujukan penting bagi tim SAR dan otoritas kesyahbandaran guna menentukan radius koordinat pencarian serta investigasi lebih lanjut.
Pihak akademisi ITS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung instansi maritim nasional melalui penyediaan data navigasi yang presisi guna mempercepat proses analisis kecelakaan laut dan peningkatan standar keselamatan pelayaran di Indonesia.
Comments (0)