Ohio — Max Miller Tolak Mundur dari Pemilihan Meski Dituduh KDRT
WASHINGTON — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dari Partai Republik asal Ohio, Max Miller, menegaskan dirinya tidak akan mundur dari pertarun
WASHINGTON — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dari Partai Republik asal Ohio, Max Miller, menegaskan dirinya tidak akan mundur dari pertarungan pemilihan kembali (reelection) meskipun tengah diterpa tuduhan serius kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap mantan istri dan putri kandungnya yang masih kecil. Penegasan itu disampaikan Miller melalui siaran langsung (livestream) di platform X pada Minggu, sekaligus menjadi bantahan publik pertamanya atas tuduhan yang mengguncang kancah politik Ohio tersebut.
"Saya tidak akan keluar dari perlombaan ini, dan saya akan menang pada November," ujar Miller menjelang akhir siaran langsungnya, dalam nada yang tegas dan menantang.
Latar Belakang Tuduhan KDRT
Tuduhan terhadap Miller mencuat dari kesaksian mantan istrinya, Emily Moreno, yang menyebut sang politikus pernah melemparkan air panas dari wajan serta menyemprotnya dengan selang wastafel saat keduanya terlibat pertengkaran pada 2024. Kasus ini kian pelik karena Emily merupakan putri dari Senator Bernie Moreno (Republik-Ohio), sehingga konflik rumah tangga itu bertransformasi menjadi perpecahan terbuka di antara dua tokoh Republik Ohio yang sama-sama berhaluan Trump.
Dalam pembelaannya, Miller mengakui pernah menyemprot mantan istrinya dengan selang wastafel, tetapi membantah air tersebut dalam kondisi panas mendidih. Ia mengklaim tidak berniat melukai Emily dan menyebut insiden itu sekadar "horseplay" atau candaan fisik semata.
Pembelaan Miller dalam Livestream
Dalam siaran langsungnya, Miller menyusun sejumlah argumen pembelaan. Ia menegaskan bahwa tidak ada pengadilan maupun lembaga pemerintah mana pun yang pernah membuktikan tuduhan kekerasan terhadap dirinya. Ia juga menekankan belum pernah menghadapi dakwaan pidana terkait tuduhan tersebut.
Terkait dugaan kekerasan terhadap putrinya, Miller mengungkapkan bahwa lembaga kesejahteraan anak telah menyatakan dua laporan dugaan penganiayaan sebagai tidak terbukti (unsubstantiated). Namun demikian, terdapat satu laporan yang mencatat temuan berstatus "indicated" terkait kekerasan fisik — artinya penyelidik melihat adanya tanda-tanda kekerasan, tetapi tidak memiliki bukti yang cukup dan tidak dapat memastikan siapa pelakunya.
Kronologi Peristiwa
- 2024 — Terjadi pertengkaran antara Miller dan Emily Moreno yang kemudian menjadi dasar tuduhan pelemparan air panas dari wajan dan penyemprotan selang wastafel.
- Periode berikutnya — Dua laporan dugaan kekerasan terhadap putri Miller masuk ke lembaga kesejahteraan anak; keduanya dinyatakan tidak terbukti, sementara satu laporan lain berstatus "indicated".
- Minggu — Miller menggelar livestream di X, menegaskan tidak akan mundur dan yakin menang pada pemilihan November.
- Beberapa saat setelah livestream — Senator Bernie Moreno merilis kecaman keras terhadap mantan menantunya itu melalui akun X miliknya.
- Minggu yang sama — Presiden Donald Trump ditanya wartawan di dalam pesawat Air Force One soal apakah Miller seharusnya mundur.
- Beberapa hari ke depan — Ohio memasuki tenggat waktu untuk mengganti nama Miller di surat suara melalui mekanisme pemilihan khusus.
Serangan Keras Bernie Moreno
Tak berselang lama setelah livestream Miller berakhir, Senator Bernie Moreno melancarkan kecaman yang luar biasa tajam. Ia menyatakan perilaku Miller telah memaksanya angkat bicara secara terbuka, setelah selama ini berupaya melindungi privasi keluarganya.
"Ia adalah bahaya bagi putri saya, dan saya menahan napas setiap menit ketika ia memegang hak asuh atas cucu perempuan saya," tulis Moreno di akun X miliknya.
Lebih jauh, Moreno mempertanyakan kelayakan moral Miller sebagai pejabat publik. "Jika masih ada standar karakter paling dasar yang disyaratkan untuk memegang jabatan terpilih, Max Miller gagal memenuhinya. Ia tidak seharusnya bertugas di Dewan Perwakilan Rakyat," tegasnya. Pihak Emily Moreno, melalui juru bicaranya Stefan Mychajliw, juga turut memberikan respons atas pembelaan Miller tersebut.
Respons Presiden Donald Trump
Isu ini bahkan telah sampai ke telinga Gedung Putih. Seorang wartawan menanyakan langsung kepada Presiden Donald Trump di dalam Air Force One pada Minggu, apakah Miller seharusnya mengundurkan diri menyusul tuduhan tersebut.
"Saya akan meninjaunya," jawab Trump singkat. "Maksud saya, sejauh ini itu masih sebatas tuduhan. Saya akan melihatnya." Respons hati-hati Trump ini dinilai mencerminkan sensitivitas politik Gedung Putih, mengingat baik Miller maupun Moreno sama-sama merupakan sekutu politiknya di Ohio.
Dampak Politik bagi Partai Republik
Perpecahan terbuka antara dua politikus Republik Ohio yang berhaluan Trump ini terjadi pada momentum yang sangat krusial — hanya beberapa hari sebelum tenggat waktu negara bagian untuk mengganti nama Miller di surat suara melalui pemilihan khusus. Kontroversi ini diprediksi akan semakin memanaskan perebutan kursi yang memang telah menjadi target utama Partai Demokrat.
Dengan Miller bersikeras bertahan, sementara sang mantan mertua yang duduk di Senat menuntutnya hengkang, Partai Republik Ohio kini menghadapi dilema politik yang rumit. Publik pun menanti langkah apa yang akan diambil partai serta Gedung Putih dalam beberapa hari ke depan, sebelum tenggat penggantian kandidat benar-benar tertutup.
[SOCIAL_TWEET]: Max Miller tolak mundur dari pemilihan meski dituduh KDRT oleh mantan istri. Mantan mertuanya, Senator Bernie Moreno, menyebutnya "bahaya" dan tak layak menjabat. Trump: "Saya akan meninjaunya." #MaxMiller #Ohio #PolitikAS [SOCIAL_TG]: 🔴 Max Miller, politikus Republik Ohio, tolak mundur dari pemilihan meski dituduh KDRT. Senator Bernie Moreno — mantan mertuanya — menyebutnya "bahaya" bagi putrinya sendiri. Trump: "Sejauh ini masih tuduhan, saya akan meninjaunya." Selengkapnya di Apaberita.com
Comments (0)