Norwegia Singkirkan Brasil, Haaland-Sorloth Duo Mematikan di Piala Dunia 2026
EAST RUTHERFORD, APABERITA — Tim nasional Norwegia menorehkan salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia 2026. Setelah menghancurkan Senegal
EAST RUTHERFORD, APABERITA — Tim nasional Norwegia menorehkan salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia 2026. Setelah menghancurkan Senegal 3–1 di laga pembuka Grup I, pasukan Ståle Solbakken kembali membuat dunia terpana dengan menyingkirkan raksasa Brasil pada babak 16 besar. Erling Haaland dan Alexander Sørloth menjadi pusat perhatian sebagai duo penyerang paling mematikan di turnamen ini, sementara Vinícius Júnior harus pulang dengan kepala tertunduk setelah Brasil takluk 2–1.
Awal Sempurna: Norwegia Hancurkan Senegal
Laga pembuka Grup I di Stadion New York/New Jersey pada 23 Juni 2026 langsung memperlihatkan taji Norwegia. Menghadapi Senegal, sang juara Afrika, skuad Viking bermain tanpa beban. Erling Haaland membuka keran gol pada menit ke-19 melalui sundulan keras yang tak mampu dijangkau kiper. Senegal sempat menyamakan skor lewat aksi individu Ismaila Sarr pada menit ke-34, namun Haaland kembali mencatatkan namanya di papan skor empat menit sebelum turun minum, memanfaatkan umpan tarik Martin Ødegaard yang menembus kotak penalti.
Alexander Sørloth, yang beroperasi sebagai penyerang lubang di belakang Haaland, akhirnya ikut menggetarkan jala Senegal pada menit ke-67. Gol tersebut lahir dari skema serangan balik cepat—ciri khas Norwegia sepanjang babak grup. Duet Haaland–Sørloth telah mengoleksi total 7 gol dalam tiga pertandingan fase grup, menjadikan mereka tandem paling produktif di antara 48 kontestan.
"Kami tahu Senegal tim yang kuat secara fisik. Tapi kami punya kecepatan dan determinasi lebih tinggi. Erling dan Alexander adalah mimpi buruk bagi bek lawan," ujar pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, dalam konferensi pers usai laga.
Jantung Perjuangan: Kunci Sukses Norwegia
Bukan sekadar keberuntungan, performa Norwegia dibangun di atas fondasi taktik yang matang. Solbakken meracik formasi 4-2-3-1 yang bertransformasi menjadi 4-4-2 saat menyerang. Haaland menjadi ujung tombak, sementara Sørloth turun sedikit lebih dalam untuk menyambut bola kedua dan membuka ruang. Di belakang mereka, Ødegaard bertugas mengatur ritme dan mengirim umpan-umpan terobosan.
Berikut adalah tiga pilar utama yang membuat Norwegia mampu melangkah sejauh ini:
- Duet Haaland–Sørloth: Total 9 gol dan 5 assist dalam empat pertandingan. Kolaborasi tinggi badan (Haaland 194 cm, Sørloth 195 cm) membuat bola-bola udara menjadi senjata mematikan.
- Solidnya lini belakang: Kapten Leo Østigård memimpin pertahanan dengan 12 tekel sukses dan 23 sapuan di fase gugur. Kiper Ørjan Nyland mencatatkan dua penyelamatan krusial saat melawan Brasil.
- Mentalitas tak kenal takut: Norwegia tidak gentar meski berstatus underdog. Mereka justru tampil menekan dan memegang penguasaan bola hingga 48% saat melawan Brasil—angka yang cukup tinggi bagi tim non-unggulan.
Babak 16 Besar: Derita Brasil di MetLife Stadium
Pertemuan Norwegia vs Brasil di babak 16 besar pada 6 Juli 2026 mempertemukan dua tim dengan karakter bertolak belakang. Brasil, dengan segudang bintang termasuk Vinícius Júnior, Rodrygo, dan Endrick, diunggulkan untuk lolos. Namun, di Stadion MetLife, East Rutherford, drama kembali berpihak pada tim kuda hitam.
Brasil sebenarnya memulai dengan dominan. Vinícius Júnior membuka skor pada menit ke-12 lewat tusukan dari sisi kiri yang diakhiri tembakan melengkung ke tiang jauh. Namun, selebrasi itu hanya bertahan 14 menit. Haaland menyamakan kedudukan melalui titik penalti setelah handball yang dilakukan bek Marquinhos di kotak terlarang. Haaland sendiri yang mengeksekusi dengan dingin ke pojok kiri bawah.
Paruh kedua berjalan lebih intens. Brasil meningkatkan tekanan, menciptakan tiga peluang emas melalui sundulan Endrick dan tendangan jarak jauh Bruno Guimarães. Namun, lini pertahanan Norwegia tetap kokoh. Petaka bagi Brasil datang pada menit ke-78. Sørloth, yang baru masuk menggantikan Jørgen Strand Larsen sembilan menit sebelumnya, menyundul bola hasil tendangan sudut Ødegaard. Gol tersebut tercatat sebagai sundulan dengan kecepatan 72 km/jam—statistik yang menjadi bukti fisik superior para pemain Nordik.
Vinicius Junior: Jejak Kesedihan Sang Bintang
Tak ada yang lebih memilukan dari pemandangan Vinícius Júnior berjalan keluar lapangan dengan wajah tertunduk setelah peluit panjang. Bintang Real Madrid itu tampil gemilang sepanjang turnamen dengan tiga gol dan dua assist, tapi mimpinya membawa Brasil ke tangga juara harus kandas lebih awal. Brasil tersingkir di babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 1990, sebuah rekor buruk yang langsung memicu kritik tajam dari media dan suporter Samba.
Sorotan tertuju pada kegagalan lini tengah Brasil mengimbangi fisik pemain Norwegia. Vinícius sendiri beberapa kali tampak frustrasi karena minim suplai bola dari sektor gelandang. Meski begitu, ia tetap meninggalkan turnamen sebagai salah satu pemain paling berbahaya dengan total lima kontribusi gol.
Apa Selanjutnya untuk Norwegia?
Dengan melajunya ke perempat final, Norwegia akan menghadapi pemenang antara Prancis dan Inggris. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026 di Philadelphia. Dukungan publik mulai mengalir deras, dan tagar #VikingDreams menjadi trending di media sosial. Erling Haaland, dengan tujuh golnya, kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara dan difavoritkan meraih Sepatu Emas.
Bagi Brasil, hasil ini menandai kegagalan kelima secara beruntun bagi negara Amerika Selatan itu untuk mencapai semifinal sejak terakhir kali juara pada 2002. Evaluasi besar-besaran diperkirakan akan dilakukan oleh Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF), termasuk kemungkinan pergantian pelatih.
[SOCIAL_TWEET]: Norwegia kembali bikin kejutan! 🇳🇴⚽ Duet Haaland-Sørloth hancurkan Brasil 2-1 di 16 besar #PialaDunia2026. Vinícius Júnior harus pulang lebih awal. Mampukah pasukan Solbakken lanjutkan mimpi ke semifinal? #VikingDreams #WorldCup2026[SOCIAL_TG]: ⚽️🔥 Norwegia hancurkan Brasil 2-1! Haaland cetak penalti, Sørloth sundulan mematikan. Vinicius cuma bisa tunduk lesu. Selanjutnya: perempat final vs Prancis/Inggris. #PialaDunia2026
Comments (0)