Lisandro Martinez Bawa Argentina ke Perempat Final, Spanyol Kunci Semifinal
Gelombang kejutan dan drama tersaji di babak gugur Piala Dunia 2026. Dua raksasa sepak bola, Argentina dan Spanyol, sukses mengamankan tiket ke fase selanj
Gelombang kejutan dan drama tersaji di babak gugur Piala Dunia 2026. Dua raksasa sepak bola, Argentina dan Spanyol, sukses mengamankan tiket ke fase selanjutnya melalui laga-laga penuh emosi yang berlangsung di dua kota berbeda di Amerika Serikat. Lisandro Martinez menjadi ikon kebangkitan Argentina saat menundukkan Mesir 3-2, sementara Mikel Merino tampil sebagai pahlawan Spanyol lewat dua golnya yang menenggelamkan Belgia dan mengantar La Roja ke semifinal.
Argentina Susah Payah Taklukkan Mesir di Atlanta
Stadion Atlanta yang berkapasitas 71.000 penonton berubah menjadi lautan biru-putih pada Senin, 7 Juli 2026. Timnas Argentina, yang tampil dengan status juara bertahan, menghadapi ujian berat dari Mesir, tim yang sejak awal turnamen menunjukkan determinasi luar biasa. Para pendukung Argentina sempat terdiam ketika Mohamed Salah dan kolega mencuri keunggulan di menit 17 lewat serangan balik mematikan. Namun, Argentina membuktikan mental juara dunia mereka.
Babak pertama ditutup dengan kedudukan 1-1 setelah Lionel Messi, sang kapten, melepaskan tendangan bebas melengkung yang tak mampu dihentikan kiper. Memasuki babak kedua, Mesir kembali mengejutkan lewat sundulan bek jangkung mereka. Tertinggal 2-1, Argentina meningkatkan intensitas. Pada menit 67, sepakan keras dari luar kotak penalti menyamakan skor, sebelum akhirnya gol kemenangan tercipta di menit 84 melalui skema sepak pojok yang diselesaikan dengan sundulan mematikan.
Lisandro Martinez, bek tangguh bernomor punggung 6, menjadi salah satu aktor kunci. Tak hanya kokoh dalam bertahan, ia juga beberapa kali naik membantu serangan dan nyaris mencetak gol lewat tandukannya. Setelah peluit panjang berbunyi, Martinez bersama rekan-rekannya bertepuk tangan ke arah tribun sebagai bentuk penghormatan kepada para penggemar yang telah memberikan dukungan tanpa henti. Fotografer Elsa dari Getty Images mengabadikan momen itu—senyum lebar Martinez menjadi cerminan lega dan bangga seluruh Argentina.
“Kami tahu ini akan jadi laga yang sangat sulit. Mesir bermain luar biasa, tetapi kami tidak pernah menyerah. Terima kasih untuk para penggemar yang terus bernyanyi sepanjang 90 menit,” ujar Martinez singkat seusai pertandingan.
Merino Gila di Inglewood, Spanyol ke Semifinal dengan Gaya
Tiga hari berselang, tepatnya pada Jumat, 10 Juli 2026, giliran Spanyol yang memamerkan kualitasnya. Bertempat di Inglewood, California, dekat Los Angeles, La Roja menghadapi Belgia di perempat final. Pertandingan diprediksi berjalan sengit mengingat kedua tim sama-sama mengusung filosofi sepak bola menyerang. Namun, malam itu menjadi milik seorang Mikel Merino.
Gelandang tangguh asal Spanyol itu membuka keunggulan di menit 22 lewat skema umpan pendek dari kotak penalti. Belgia sempat menyamakan skor sebelum jeda lewat penalti Romelu Lukaku. Namun, di babak kedua, Merino kembali mencetak gol kedua yang sekaligus menjadi gol kemenangan timnya. Menerima bola liar di depan kotak penalti, ia melepas tembakan voli keras yang meluncur kencang ke pojok atas gawang tanpa bisa dijangkau kiper.
Merino merayakan gol itu dengan sujud syukur, sebuah gestur yang kemudian menjadi sampul berbagai media internasional. Fotografer Associated Press, Mark J. Terrill, menangkap momen tersebut dengan detail yang sempurna: Merino dikepung rekan-rekan setimnya, wajahnya menunjukkan kelegaan dan kebahagiaan yang meluap-luap.
“Mikel adalah pemain yang luar biasa, ia punya insting mencetak gol yang tajam meski bermain sebagai gelandang. Hari ini ia menunjukkan kenapa ia sangat penting bagi tim ini,” puji pelatih Spanyol selepas laga.
Keunggulan 2-1 bertahan hingga akhir dan Spanyol melaju ke semifinal untuk menghadapi pemenang laga antara Brasil dan Portugal. Penampilan kolektif Spanyol yang rapi, dipadukan dengan kualitas individu seperti Merino, membuat banyak pihak menempatkan mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Jalan Terjal Menuju Takhta Piala Dunia
Kedua pertandingan ini menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menyajikan kualitas sepak bola yang tidak bisa ditebak. Argentina sebagai juara bertahan masih menunjukkan taji mereka, namun lawan-lawannya kini semakin agresif dan berani bermain terbuka. Di sisi lain, Spanyol tampil semakin matang dengan kombinasi pemain muda dan senior yang solid.
Kini, Argentina akan bersiap menatap laga perempat final. Siapa pun lawan yang menanti, tim asuhan Lionel Scaloni harus memperbaiki koordinasi pertahanan yang sempat kedodoran saat melawan Mesir. Sementara itu, Spanyol di semifinal akan menghadapi ujian terberat—laga yang akan menentukan apakah mereka bisa kembali ke partai puncak seperti saat menjadi juara di Afrika Selatan 2010.
Pertanyaan besar kini menggantung: mampukah Argentina mempertahankan gelar? Ataukah Spanyol yang akan mengulang kejayaan? Satu hal yang pasti, penampilan para pemain seperti Lisandro Martinez dan Mikel Merino telah memberikan warna dan kenangan indah bagi para pencinta sepak bola di seluruh dunia.
[SOCIAL_TWEET]: Argentina & Spanyol melaju! Lisandro Martinez pimpin Argentina ke perempat final usai kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di Atlanta. Mikel Merino jadi pahlawan Spanyol dengan dua gol ke gawang Belgia di perempat final. 🔥⚽️ #PialaDunia2026 #Argentina #Spanyol[SOCIAL_TG]: ⚽️ Argentina & Spanyol melaju! Martinez dan Merino jadi bintang kemenangan. Piala Dunia 2026 makin panas! 🔥
Comments (0)