Sep 17, 2026
Nasional

NEXT Indonesia — Keberhasilan Danantara Diukur dari Perbaikan Governance SDA

Pendirian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menandai babak baru dalam arsitektur ekonomi dan pengelolaan aset strategis Indonesi

NEXT Indonesia — Keberhasilan Danantara Diukur dari Perbaikan Governance SDA

Pendirian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menandai babak baru dalam arsitektur ekonomi dan pengelolaan aset strategis Indonesia. Sebagai superholding investasi yang digadang-gadang bakal mengelola dana raksasa milik negara, Danantara membawa ekspektasi publik yang sangat tinggi. Namun, tolok ukur utama dari kesuksesan lembaga pengelola investasi baru ini dinilai tidak boleh sekadar diukur dari besarnya dividen atau angka keuntungan finansial di atas kertas.

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, menyampaikan bahwa indikator keberhasilan sejati dari operasional Danantara terletak pada sejauh mana lembaga ini mampu membenahi tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) secara mendasar. Indonesia, yang berdekade-dekade kaya akan bahan tambang dan potensi alam, hingga kini masih menghadapi tantangan besar terkait efisiensi, transparansi, serta dampak lingkungan dari aktivitas ekstraktif.

Mengubah Paradigma Pengelolaan Aset Negara

Menurut analisis NEXT Indonesia Center, pengelolaan superholding investasi seperti Danantara membutuhkan fondasi transparansi yang jauh lebih kokoh dibandingkan model pengelolaan BUMN konvensional. Penguasaan di sektor-sektor vital—seperti pertambangan, energi terbarukan, pertanahan, hingga kelautan—memerlukan perombakan mendasar pada sistem perizinan, tata kelola divestasi, dan integrasi rantai pasok industri.

"Keberhasilan pembentukan Danantara tidak bisa hanya dihitung dari besarnya imbal hasil finansial yang disetor ke kas negara, melainkan seberapa jauh keberadaannya mampu memperbaiki tata kelola SDA secara berkelanjutan dan berkeadilan," tegas Christiantoko.

Penekanan pada perbaikan tata kelola ini bukan tanpa alasan. Sejarah menunjukkan bahwa pengelolaan SDA yang buruk rentan memicu ketimpangan ekonomi lokal, kerusakan ekosistem, hingga praktik pemburuan rente. Oleh sebab itu, penerapan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) berstandar global menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar bagi setiap kebijakan investasi yang diluncurkan oleh Danantara.

Matriks Transformasi Tata Kelola SDA

Untuk melihat pergeseran paradigma yang dituntut publik terhadap keberadaan Danantara, berikut adalah perbandingan antara pola pengelolaan SDA tradisional dengan model tata kelola modern yang diharapkan:

Indikator Pengelolaan Model Tradisional BUMN Model Superholding Danantara
Fokus Utama Target laba bersih & setoran dividen jangka pendek Peningkatan nilai tambah (*value creation*) & keberlanjutan
Standar Lingkungan Pemenuhan regulasi minimum lokal Penerapan prinsip ESG dan sertifikasi hijau internasional
Integrasi Hilirisasi Terpisah berdasarkan sektor masing-masing perusahaan Integrasi ekosistem industri nasional dari hulu ke hilir

Ujian Akuntabilitas dan Dampak Hilirisasi

Program hilirisasi komoditas yang menjadi prioritas pembangunan nasional memerlukan dukungan dana yang stabil dan pengawasan ketat. Danantara diharapkan hadir sebagai katalisator yang mampu menarik modal asing tanpa mengorbankan kedaulatan ekonomi nasional. **Total aset triliunan rupiah** yang akan dikelola harus difokuskan untuk menciptakan nilai tambah nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

"Transformasi ini merupakan ujian nyata bagi profesionalisme dan independensi para pengelola Danantara untuk melepaskan diri dari tekanan politik jangka pendek," lanjut Christiantoko. Penguatan fungsi audit independen dan keterbukaan informasi kepada publik menjadi kunci utama agar Danantara terhindar dari risiko kegagalan tata kelola yang pernah dialami lembaga pengelola investasi di beberapa negara berkembang.

Pada akhirnya, publik menunggu aksi nyata dari Danantara dalam meletakkan batu pertama pembaharuan ekonomi Indonesia. Keberhasilan dalam membenahi tata kelola SDA tidak hanya akan mengamankan pendapatan negara untuk generasi mendatang, tetapi juga memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia benar-benar diabdikan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User