Keluarga korban serangan teror 11 September 2001 di Amerika Serikat terus menyuarakan rasa frustrasi mendalam atas lambatnya proses peradilan untuk menuntut pertanggungjawaban Kerajaan Arab Saudi. Kelompok keluarga korban menilai perjuangan hukum yang telah berlangsung puluhan tahun ini berjalan sangat lambat, meski gugatan perdata kini mulai bergerak mendekati meja hijau.
Ketua Nasional 9/11 Families United, Terry Strada, yang kehilangan suaminya, Tom Strada, dalam tragedi runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC), menegaskan bahwa para penyintas dan keluarga korban tidak akan pernah berhenti mencari keadilan. Mereka menuding sejumlah pejabat dan agen intelijen pemerintah Arab Saudi memberikan bantuan logistik dan finansial kepada para pembajak pesawat Al-Qaeda sebelum serangan terjadi.
"Rasanya seperti telah melalui beberapa kehidupan hanya untuk mencapai sedikit rasa keadilan melalui sistem pengadilan kita. Proses ini sudah memakan waktu yang terlalu lama," ujar Terry Strada saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan gugatan hukum tersebut.
Kronologi dan Tonggak Sejarah Gugatan Hukum Tragedi 9/11
Perjalanan panjang keluarga korban dalam memperjuangkan hak hukum mereka di pengadilan federal Amerika Serikat dipenuhi oleh berbagai hambatan diplomatik, politik luar negeri, dan kerahasiaan dokumen intelijen. Berikut adalah rentang waktu utama upaya penuntutan hukum tersebut:
- 11 September 2001: Sebanyak 19 militan membajak empat pesawat komersial, menewaskan hampir 3.000 jiwa di New York, Pentagon, dan Shanksville. Sebanyak 15 dari 19 pembajak tersebut teridentifikasi sebagai warga negara Arab Saudi.
- September 2016: Kongres Amerika Serikat meloloskan undang-undang bersejarah Justice Against Sponsors of Terrorism Act (JASTA), membatalkan veto Presiden Barack Obama saat itu guna mengizinkan warga AS menggugat negara asing atas dugaan peran dalam aksi terorisme di tanah AS.
- September 2021: Presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif untuk meninjau dan membuka dokumen investigasi FBI (Operation Encore) yang selama bertahun-tahun dirahasiakan ke publik.
- Fase Kini Menuju Persidangan: Pengadilan distrik federal di Manhattan terus memproses deposisi saksi-saksi kunci dan bukti diplomatik sebelum gugatan perdata ini memasuki tahap persidangan terbuka secara penuh.
Dugaan Dukungan Logistik dan Bantahan Keras Riyadh
Gugatan perdata yang diajukan oleh ribuan anggota keluarga korban berfokus pada jaringan dukungan yang diduga dinikmati oleh para pembajak, terutama Nawaf al-Hazmi dan Khalid al-Mihdhar, ketika mereka pertama kali tiba di California Selatan pada awal tahun 2000. Dokumen gugatan mengklaim agen-agen pemerintah Arab Saudi membantu menyediakan tempat tinggal, dana tunai, dan pendampingan navigasi kehidupan di AS.
Meskipun demikian, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara konsisten membantah keterlibatan apa pun dalam aksi terorisme paling mematikan dalam sejarah AS tersebut. Pihak berwenang di Riyadh berulang kali menegaskan bahwa mereka adalah sekutu penting Washington dalam pemberantasan terorisme global, serta menolak keras tuduhan keterlibatan institusional dalam serangan 9/11.
- Komisi Penyelidikan 9/11 Resmi (2004): Komisi tidak menemukan bukti bahwa pemerintah Saudi sebagai institusi atau pejabat senior Saudi secara individual mendanai konspirasi Al-Qaeda.
- Temuan Berkelanjutan FBI: Dokumen deklasifikasi lanjutan menunjukkan adanya kontak antara beberapa pejabat tingkat rendah Saudi dengan jaringan pembajak, yang menjadi dasar gugatan keluarga saat ini.
Keluarga korban berharap proses peradilan yang sedang berjalan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York dapat segera membuka seluruh fakta historis secara transparan demi menghadirkan keadilan sejati bagi ribuan nyawa yang melayang.
Comments (0)