Nenek 67 Tahun Tewas Terjebak Api, Korsleting Diduga Penyebab
Seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia setelah terjebak dalam kobaran api yang melalap rumahnya di kawasan permukiman padat di Kepahiang, Bengkulu,
Seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia setelah terjebak dalam kobaran api yang melalap rumahnya di kawasan permukiman padat di Kepahiang, Bengkulu, pada Rabu (5/2) dini hari. Korban yang diketahui berusia 67 tahun itu tidak mampu menyelamatkan diri saat api dengan cepat membesar dan menutup seluruh akses keluar dari bangunan semi permanen tersebut.
Kronologi Kebakaran
- Pukul 02.30 WIB – Warga sekitar mulai mencium bau asap menyengat dan melihat percikan api dari salah satu ruangan rumah korban. Saksi mata menyebut api muncul dari area dapur yang jarang digunakan pada malam hari.
- Pukul 02.37 WIB – Tetangga berusaha mendobrak pintu depan yang terkunci dari dalam. Namun, kobaran api yang sudah membesar dan kepulan asap tebal menghalangi upaya penyelamatan awal.
- Pukul 02.42 WIB – Warga menghubungi Pemadam Kebakaran Kepahiang. Empat unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi, tetapi akses jalan yang sempit memperlambat proses kedatangan.
- Pukul 03.10 WIB – Setelah berjibaku selama hampir setengah jam, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam posisi tertelungkup di sudut kamar tidur, dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
Korsleting Listrik Jadi Dugaan Sementara
Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kepahiang, Hendri Gunawan, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal mengindikasikan pemicu api berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik di bagian instalasi tua yang berada di dapur. "Kami menemukan sisa kabel dengan bekas percikan dan pelelehan. Ini menguatkan dugaan bahwa korsleting memicu api yang kemudian menyambar material mudah terbakar di sekitarnya," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Kami temukan soket yang sudah aus dan penggunaan steker bertumpuk. Kondisi ini sangat rawan memicu percikan api, apalagi di rumah semi permanen yang banyak menggunakan material kayu. — Hendri Gunawan, Kepala Damkar Kepahiang
Korban tinggal seorang diri. Sejumlah tetangga mengaku bahwa almarhumah mengalami keterbatasan gerak sehingga diduga tidak mampu bereaksi cepat saat api mulai membesar. Kerugian material ditaksir mencapai Rp60 juta, meliputi bangunan seluas 54 meter persegi dan seluruh perabot rumah tangga yang hangus terbakar.
Imbauan Keselamatan dan Pencegahan
Insiden ini menambah panjang daftar tragedi kebakaran yang dipicu korsleting listrik di permukiman Bengkulu. Menurut data Damkar Kepahiang, sepanjang 2024 tercatat 12 kasus kebakaran akibat instalasi listrik tidak standar, enam di antaranya menimbulkan korban luka atau jiwa. Pihak berwenang mengimbau warga secara rutin memeriksa instalasi kelistrikan, menghindari pemakaian steker bertumpuk, dan mematikan perangkat yang tidak digunakan pada malam hari.
- Periksa usia dan kondisi kabel listrik minimal lima tahun sekali.
- Gunakan pemutus arus (MCB) yang sesuai kapasitas rumah.
- Jangan meninggalkan alat elektronik menyala tanpa pengawasan.
- Sediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah.
Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit daerah untuk divisum dan diserahkan kepada pihak keluarga pada siang harinya. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, namun mengonfirmasi tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam musibah ini.
[SOCIAL_TWEET]: Duka di Kepahiang: Seorang nenek 67 tahun tewas terjebak api saat rumahnya terbakar diduga akibat korsleting. Petugas temukan instalasi aus dan steker bertumpuk. Ini imbauan penting untuk cegah musibah serupa. #Kebakaran #Kepahiang #KeselamatanListrik[SOCIAL_TG]: 🚨 Tragedi dini hari di Kepahiang. Seorang lansia 67 tahun ditemukan tewas setelah rumahnya ludes terbakar. Diduga korsleting dari instalasi tua picu kobaran api. Yuk, cek listrik rumahmu sekarang!
Comments (0)