Modernisasi QRIS: BI Luncurkan Fitur Tap dan Perluas Jangkauan
JAKARTA — Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan fitur terbaru dalam sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yaitu QRIS Tap, sebagai langkah modernisasi infrastruktur pembayar
JAKARTA — Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan fitur terbaru dalam sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yaitu QRIS Tap, sebagai langkah modernisasi infrastruktur pembayaran digital nasional. Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa perlu memindai kode QR secara manual, cukup dengan mendekatkan perangkat ponsel ke terminal yang mendukung teknologi Near Field Communication (NFC). Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan perluasan kerja sama QRIS ke beberapa negara mitra, menandai era baru sistem pembayaran nontunai di Indonesia.
Fitur QRIS Tap dan Keunggulannya
Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/2/2025), menjelaskan bahwa QRIS Tap dirancang untuk mempercepat dan mempermudah transaksi di berbagai merchant. “Pengguna cukup mendekatkan ponsel mereka ke terminal QRIS Tap, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Ini sangat membantu di tempat dengan antrean panjang, seperti SPBU, pintu tol, dan restoran cepat saji,” ujarnya. BI mencatat bahwa hingga Desember 2024, jumlah pengguna QRIS mencapai 52,3 juta akun dengan volume transaksi sebesar Rp 245,7 triliun per tahun. Dengan adanya QRIS Tap, BI menargetkan peningkatan transaksi nontunai sebesar 30% pada akhir 2025. Fitur ini juga dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis, termasuk tokenisasi data dan autentikasi biometrik, sehingga risiko kebocoran data nasabah dapat diminimalkan.
Perluasan Jangkauan ke Sektor UMKM dan Pariwisata
Modernisasi QRIS tidak hanya berhenti pada fitur baru, tetapi juga perluasan adopsi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pariwisata. Saat ini, lebih dari 35 juta merchant telah terintegrasi QRIS, dan BI menargetkan penambahan 5 juta merchant baru pada tahun ini, dengan fokus utama pada pedagang kaki lima, pasar tradisional, dan destinasi wisata. Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filianingsih Hendarta, menambahkan bahwa QRIS kini dapat digunakan di 10 negara, termasuk Thailand, Malaysia, dan Singapura, melalui kerja sama linkage antarnegara. “Wisatawan Indonesia tidak perlu repot menukar uang asing; cukup scan QRIS di merchant luar negeri yang sudah bekerja sama,” jelasnya. Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan pariwisata dan UMKM lokal, sejalan dengan target Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2030.
Selain itu, BI juga mengintegrasikan QRIS dengan sistem pembayaran pemerintah, seperti pembayaran pajak, retribusi, dan layanan publik lainnya. Pada tahap awal, fitur ini akan diterapkan di 50 kota/kabupaten, dan ditargetkan menjangkau seluruh Indonesia pada akhir 2025. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny, menekankan bahwa modernisasi ini merupakan bagian dari visi Indonesia Emas 2045. “Kami ingin memastikan setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, dapat menikmati kemudahan transaksi digital yang aman dan efisien,” ujarnya.
Dengan inovasi QRIS Tap dan perluasan jangkauan, BI optimistis sistem pembayaran nasional akan semakin tangguh, inklusif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi global. Masyarakat diimbau untuk segera mengupdate aplikasi pembayaran digital mereka agar dapat menikmati fitur terbaru ini.
Comments (0)