Sep 17, 2026
Hukum

MEXICO CITY — Presiden Sheinbaum Serukan Grito Kemerdekaan Meksiko Ke-216

Suara gemuruh ribuan warga membahana di lapangan utama Zócalo, Kota Meksiko, saat Presiden Claudia Sheinbaum melangkah ke balkon pusat Istana Nasional pada

MEXICO CITY — Presiden Sheinbaum Serukan Grito Kemerdekaan Meksiko Ke-216

Suara gemuruh ribuan warga membahana di lapangan utama Zócalo, Kota Meksiko, saat Presiden Claudia Sheinbaum melangkah ke balkon pusat Istana Nasional pada Selasa malam. Dengan selempang kepresidenan melilit tubuhnya dan bendera nasional Meksiko tergenggam erat di tangan kirinya, Sheinbaum memimpin perayaan tahunan yang sangat bersejarah bagi seluruh rakyat negeri itu. Dari atas balkon, didampingi suaminya Jesús María Tarriba, ia memekikkan seruan kemerdekaan ikonik, Grito de Independencia, yang menandai peringatan ke-216 sejak dimulainya perjuangan bangsa tersebut melawan penjajahan Spanyol.

Tradisi penyampaian Grito ini berakar dari momen bersejarah pada tahun 1810, ketika pastor Miguel Hidalgo y Costilla membunyikan lonceng gereja di kota Dolores dan menyerukan pemberontakan rakyat. Namun, di tangan Presiden Sheinbaum, ritual kebangsaan ini tidak hanya menjadi wadah mengenang sejarah masa lalu, tetapi juga momentum penting untuk menggaungkan pesan inklusivitas sosial yang kuat di hadapan lautan manusia yang memenuhi pusat ibu kota.

Pesan Inklusivitas dan Penghormatan bagi Pahlawan Perempuan

Dalam pekikan kemerdekaannya yang berapi-api, Presiden Sheinbaum memberikan tempat istimewa bagi jajaran pahlawan perempuan yang dalam lembaran sejarah sering kali terabaikan. Salah satu nama yang secara khusus diangkat ke permukaan adalah Antonia Nava, seorang pahlawan wanita yang dikenal atas pengorbanan luar biasanya selama Perang Kemerdekaan Meksiko. Pengakuan ini menegaskan komitmen pemerintahannya untuk merekonstruksi narasi sejarah nasional yang lebih inklusif dan adil gender.

"Pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke-216 ini, kita mengagungkan para pahlawan laki-laki dan perempuan yang telah memberi kita tanah air, seperti Antonia Nava. Kita juga menyoroti peran penting masyarakat adat dan Afro-Meksiko, serta saudara-saudara kita yang hidup di perantauan," ujar Presiden Claudia Sheinbaum dalam perayaan tersebut.

Penghormatan terhadap pahlawan perempuan menjadi simbol penting dalam kepemimpinan Sheinbaum. Sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Presiden Meksiko, ia berulang kali menekankan bahwa kemerdekaan bangsa tidak dibangun oleh satu kelompok saja, melainkan hasil dari pengorbanan kolektif seluruh lapisan masyarakat, termasuk para srikandi yang mengorbankan jiwa dan raga di medan pertempuran.

Merangkul Masyarakat Adat, Afro-Meksiko, dan Para Migran

Selain pahlawan kemerdekaan, perayaan Grito kali ini mencatat sejarah baru dengan diberikannya penghormatan terbuka kepada masyarakat adat dan warga keturunan Afro-Meksiko. Komunitas-komunitas ini secara historis kerap terpinggirkan dari panggung utama pembangunan nasional, sehingga seruan kepresidenan ini menjadi bentuk pengakuan moral dan politik yang sangat berarti bagi keberagaman identitas bangsa.

Tak kalah pentingnya, Presiden Sheinbaum juga melayangkan apresiasi mendalam kepada jutaan warga Meksiko yang tinggal di luar negeri, khususnya para migran yang berjuang di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Keberadaan diaspora Meksiko tidak hanya menyokong perekonomian negara melalui pengiriman remitansi, tetapi juga dinilai terus menjaga kebudayaan serta martabat bangsa di kancah internasional.

Aspek Perayaan Tradisi Historis (1810) Peringatan Modern Ke-216
Tokoh Sentral Miguel Hidalgo y Costilla Claudia Sheinbaum (Presiden)
Fokus Penghormatan Prajurit & Tokoh Utama Pria Pahlawan Perempuan, Masyarakat Adat, Afro-Meksiko, & Migran
Lokasi Utama Gereja Dolores, Guanajuato Balkon Istana Nasional, Zócalo, Kota Meksiko

Gelora Kebangsaan di Jantung Kota Meksiko

Suasana perayaan malam itu di Zócalo berlangsung amat meriah dan emosional. Bendera-bendera kecil berwarna merah, putih, dan hijau berkibar di seluruh penjuru lapangan, diiringi sorak-sorai warga yang membalas setiap seruan ¡Viva! yang dilontarkan oleh Presiden dari atas balkon. Momen puncak perayaan ditandai dengan dentangan lonceng sejarah dan pengibaran bendera kebangsaan yang diiringi lagu kebangsaan Meksiko.

Perayaan Grito de Independencia ini menegaskan kembali martabat dan persatuan seluruh rakyat Meksiko dalam keberagaman. Melalui pekikan “Viva México libre e independiente!”, Sheinbaum memancarkan harapan baru bagi masa depan negara yang lebih inklusif, di mana setiap elemen masyarakat—dari pelosok desa adat hingga warga di perantauan—merasa diakui dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tanah air tercinta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User