Sep 18, 2026
Hukum

MADRID — Tradisi 'La Hora del Vermú' Memikat Wisatawan di Spanyol

Ibu kota Spanyol, Madrid, kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat gastronomi dunia melalui kebangkitan tradisi la hora del vermú. Ritual min

MADRID — Tradisi 'La Hora del Vermú' Memikat Wisatawan di Spanyol

Ibu kota Spanyol, Madrid, kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat gastronomi dunia melalui kebangkitan tradisi la hora del vermú. Ritual minum minuman anggur beraroma rempah sebelum waktu makan siang ini kini menjelma menjadi daya tarik wisata utama yang memadukan nostalgia sejarah dengan gaya hidup urban modern.

Dari kawasan klasik La Latina hingga distrik trendi Malasaña, deretan kedai tradisional dan bar kontemporer dipadati warga lokal maupun turis mancanegara. Fenomena ini membuktikan bahwa tradisi bersosialisasi di sekitar meja bar tetap menjadi urat nadi kehidupan sosial masyarakat ibu kota.

Menelusuri Jejak Sejarah dan Transformasi Budaya Minum

Tradisi menikmati vermut (vermouth) di Spanyol telah berakar sejak akhir abad ke-19. Meski sempat tergeser oleh tren bir dan koktail modern pada beberapa dekade lalu, tradisi ini mengalami kebangkitan masif dalam lima tahun terakhir berkat sentuhan inovasi para produsen lokal dan peracik minuman artisanal.

"Menikmati vermut bukan sekadar mencicipi minuman pembuka, melainkan sebuah ritual sosial yang sakral untuk memperlambat ritme hidup dan menikmati percakapan," ujar Carlos Mendoza, kurator kuliner dan sommelier berbasis di Madrid.

Para pengelola bar kini tidak hanya menyajikan merek-merek legendaris, tetapi juga menghadirkan vermut racikan sendiri (vermut de grifo) yang disajikan langsung dari tong kayu dengan irisan jeruk segar dan zaitun khas Spanyol.

Rute Kronologis Menikmati 'La Hora del Vermú'

Bagi pelancong yang ingin merasakan pengalaman autentik, para pakar gastronomi menyusun rute perjalanan mencicipi vermut terbaik di seantero Madrid:

  1. Pukul 11.30 – Memulai di Kedai Bersejarah: Perjalanan dimulai dari kawasan Barrio de las Letras dengan mengunjungi kedai klasik berbahan kayu jati tua, tempat vermut disajikan dengan metode tradisional bersama tapas sederhana seperti kentang goreng dan ikan teri (boquerones).
  2. Pukul 13.00 – Menyusuri Bar Modern dan Teras Terbuka: Menjelang siang, rute berpindah ke teras-teras terbuka di Chamberí dan Chueca, di mana kedai modern menyajikan varian vermut putih dan merah dengan perpaduan rempah eksotis serta camilan gourmet.
  3. Pukul 14.30 – Menutup Sesi Menjelang Makan Siang: Sesi ditutup di pasar-pasar kuliner legendaris seperti Mercado de San Miguel atau Mercado de Antón Martín untuk mencicipi hidangan utama khas Spanyol setelah selera makan terstimulasi dengan sempurna.

Dampak Positif terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Asosiasi Perhotelan dan Restoran Madrid mencatat bahwa antusiasme terhadap rute kuliner ini memberikan dorongan signifikan bagi pelaku usaha mikro dan industri anggur regional. Diversifikasi penawaran dari bar klasik yang ramai hingga bar atap (rooftop) yang tenang berhasil menjaring berbagai segmen wisatawan.

  • Peningkatan Kunjungan Turis Gastronomi: Rata-rata kunjungan wisatawan kuliner meningkat hingga 18 persen pada akhir pekan.
  • Dukungan terhadap Produsen Lokal: Sebanyak 60 persen kedai di Madrid kini memprioritaskan pasokan vermut artisanal dari kilang anggur lokal di sekitar wilayah Madrid dan Katalunya.
  • Pelestarian Warisan Budaya: Minat generasi muda yang tinggi turut menjaga keberlangsungan kedai-kedai berusia lebih dari satu abad agar tidak tergerus modernisasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User